Skip to main content

follow us

Sertijab Akbar Polban 2017
Senang rasanya bisa kembali menulis untuk kalian semua. Kali ini, saya mau berbagi sedikit pengalaman yang baru saya alami kemarin. Bisa dibilang, hari Jumat tanggal 13 Januari 2017 adalah satu dari sekian banyak hari yang takkan pernah terlupakan. Mengapa? Ada apa pada tanggal 13 Januari 2017?

Hari Jumat kemarin merupakan hari dimana dalam satu hari, saya melakukan banyak hal yang luar biasa. Hal luar biasa tersebut dimulai usai Sholat Jumat di Masjid Luqmanul Hakim, Polban. Saya pun bergegas ke gedung C, tempat saya biasa menghabiskan waktu.

Kenapa saya pergi kesana? Karena pada hari itu, akan diadakan Sidang Pengangkatan Pengurus Baru Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris (HIMARIS) periode 2016-2017, dan secara tidak langsung saya pun ikut karena saya diamanahi untuk menjadi Wakil Ketua Majelis Perwakilan Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris (MPH HIMARIS), dan membantu ketua saya, Nisa Nur Apriliyanti untuk mensukseskan HIMARIS melalui jalur kelegislatifan.

Di acara itu, ketua legislatif yang lama, Bhisma Krida Budaya dan ketua Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris yang lama, Muhammad Iqbal Al Tamimi, dicabut sumpahnya dan diturunkan dari bangku kepemimpinan mereka. Setelah itu, mereka mengoperkan tongkat estafet kepemimpinan mereka kepada penerus mereka yaitu, Nisa Nur Apriliyanti, sebagai ketua MPH dan Yogi Nabela Firdaus sebagai ketua HIMARIS yang baru.

Setelah melakukan pengangkatan, kami semua pun melakukan sumpah. Kegiatan ini ditutup dengan pemberian atribut HIMARIS, syal, kepada Ketua Angkatan (KAANG) 2015, Gury Ikhsan Al Mubarak. Atribut yang ditahan oleh KAANG 2014 sebagai jaminan untuk kontribusi nyata KAANG 2015. Cukup dramatis dan mengesankan. Mungkin itu akan menjadi satu dari sekian banyak kejadian yang takkan pernah terlupakan.

Setelah sidang tersebut, kami pun berkumpul kembali untuk mengikuti Serah Terima Jabatan Akbar KEMA POLBAN 2017. Disana saya merasa, benar-benar melihat warna-warni Keluarga Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung. Meski tak bisa dipungkiri, di masing-masing ormawa (organisasi mahasiswa) masih meninggikan arogansi masing-masing. Namun itulah ciri khas dari KEMA POLBAN.

Di kegiatan Sertijab Akbar ini semua ketua ormawa lama memperkenalkan ketua baru ormawa mereka, setelah itu mereka kembali ke tempat mereka berasal, yaitu ke himpunan mereka masing-masing.

Menurut saya, momen ini adalah momen yang terbaik selama acara Serijab Akbar itu berlangsung, yaitu ketika setiap ketua ormawa menyerahkan tahta kepemimpinan mereka seraya berkata:
Ini adalah hari terakhir saya memegang tongkat kepemimpinan, saya percayakan tanggung jawab ini pada pemimpin baru, dan izinkan saya pulang ke tempat saya berasal.
Lalu mereka kembali ke barisan himpunan mereka dan kembali menggunakan atribut kebesaran mereka, jaket himpunan mereka masing-masing.

Tentu masih banyak yang saya dapatkan dari acara hari itu. Tapi mungkin sulit untuk saya menjabarkan semuanya. Inti dari semuanya adalah, jangan sia-siakan momen apapun karena disana akan selalu tersimpan cerita.

Dulu, saya pernah berfikiran kegiatan seperti itu hanya menguras waktu dan tenaga tanpa menghasilkan apa-apa. Ternyata saya salah. Bila ada yang bilang ‘ada yang tak bisa dibeli oleh uang’ maka momen tersebut adalah salah satunya.

Terima kasih telah membaca artikel ini. Semoga artikel ini dapat memberi pesan positif untuk kita semua. Last but not least! Be success and stay awesome!

Organisasi yang baik adalah organisasi yang beregenerasi. Organisasi tanpa regenerasi adalah organisasi yang statis. Statis berarti tidak ada perubahan, tidak ada perkembangan. – KEMA POLBAN

You Might Also Like:

Oldest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar