Skip to main content

follow us

Jadi Ganteng Dengan Ikut Grooming Class
Jadi Ganteng Dengan Ikut Grooming Class – Kalian pernah dengan istilah handsome class? Itu adalah sebuah kelas yang mengajarkan kita para lelaki berwajah suram untuk tampil lebih menarik di depan umum.
Jurusan tempat saya belajar mengadakan satu kelas khusus bernama Grooming Class. Grooming class merupakan kelas kecantikan yang terdiri dari dua kelas terpisah, yaitu Beauty Class dan Handsome Class. Dan mungkin ada diantara kalian yang masih bertanya, saya ada di kelas yang mana? Bener nggak, sih? Sungguh pertanyaan yang nggak perlu dijawab. Saya pasti masuk ke….. beauty class-lah.

Oke, mari selesaikan kekonyolan yang terlalu berlarut-larut ini. Sebenernya saya ikut Handosome Class. Kelas ini bekerjasama dengan Sari Ayu Martha Tilaar.

Di awal saya merasa gugup karena jujur saja saya belum pernah melakukan perawatan sama sekali. Namun, penjelasan dari mba Nitha, perwakilan dari Sari Ayu Martha Tilaar, membuat rasa gugup saya sedikit demi sedikit hilang.

Kelas dimulai dengan pemaparan Profile Company Sari Ayu Martha Tilaar. Disitu saya belajar tentang produk-produk Sari Ayu Martha Tilaar. Ternyata Sari Ayu tidak hanya menyediakan produk-produk perawatan untuk perempuan, tapi juga untuk pria. Selain itu, dari penjelasan singkat tentang perusaahaan tersebut saya teringat kembali tentang trial errors yang membentuk kesuksesan. Alasan kenapa perusahaan besar yang sudah berdiri lama bisa sukses adalah karena telah mengalami banyak trial errors. Sari Ayu adalah salah satu perusahaan itu.

Setelah penjelasan tentang company profile, saya langsung diajak untuk melakukan perawatan wajah yang dimulai dari penjelasan tipe-tipe kulit dan tipe-tipe rambut. Disitu saya tahu kalau tipe kulit dan rambut saya adalah kulit dan rambut kering, sehingga treatment yang diperlukan agak berbeda dengan yang lainnya.

Saya pun mulai melakukan perawatan wajah sesuai dengan jenis kulit masing-masing. Langkah awal dari proses perawatan adalah proses cleaning atau pembersihan wajah menggunakan tisu basah untuk mengangkat kotoran dan debu yang menempel di kulit. Lalu dilanjutkan dengan proses scrubbing yang katanya lebih baik dilakukan rutin seminggu sekali. Scrubbing ini berfungsi mengangkat sel kulit mati, terutama di bagian hidung, yang nantinya akan menimbulkan komedo dan flek hitam.

*Asiik, udah kayak penjelasan iklan di TV, belum?*

Menurut saya, proses yang satu ini terbilang mudah karena yang perlu saya lakukan hanya memijat wajah menggunakan jel scrub yang telah disediakan hingga jel tersebut rontok membawa sel-sel kulit mati.

Wajah terasa sedikit segar ketika proses scrubbing selesai. Meski tak bisa saya bilang ada perubahaan yang mencolok dari wajah saya. Setelah itu, saya beralih ke proses perawatan selanjutnya yang menurut saya cukup sulit, yaitu proses maskering. Proses maskering ini berfungsi untuk mengencangkan/ meremajakan kulit dan menghilangkan kerutan sehingga wajah terlihat 10 tahun lebih mudah.

*Wahaha, perasaan itu bukan Sari Ayu, deh.*

Disini saya menggunakan sesuatu seperti kuas yang lembut untuk mengoleskan jel masker ke wajah. Karena kesulitan dan takut tidak merata (meski sebenarnya ada cermin yang disediakan), saya meminta bantuan kawan sebangku seperjuangan saya, Ivan untuk mengoleskannya ke wajah saya dan saya pun melakukan yang sama.

Singkat cerita, kami pun selesai dengan proses maskering ini. Setelah selesai proses pemerataan jel di wajah, baru si mba-nya memberitahukan bahwa setelah pemasangan masker, saya dilarang untuk berbicara, tertawa atau menggerakan wajah yang nanti akan merusak masker. Selama kurang lebih lima belas menit saya terdiam tak berkutik. Meski sesekali saya dituntut untuk menggerakan bibir memberi sedikit bantuan pada kawan saya yang belum memasang maskernya secara merata. Selama lima belas menit itu, saya dan teman-teman sibuk melakukan ‘dokumentasi’ yang pastinya tidak ada saya disitu.

Lima belas menit berlalu, saya pun diperbolehkan menghilangkan masker yang mulai mengeras dan mengunci ekspresi wajah saya. Dengan handuk basah, pertama-tama saya mengompress wajah saya agar masker mudah diangkat. Setelah itu, perlahan-lahan saya bersihkan wajah saya dari masker dengan mengusapkannya dari dagu hingga kening.

Tahap terakhir dari proses ‘mempertampan’ wajah adalah mouseterizing. Hal ini dilakukan agar kulit wajah senantiasa lembab dan terlindung dari pengaruh buruk sinar matahari. Ini diperlukan khususnya bagi kita yang mempunyai kulit ketimuran.

* Asik, cocok banget jadi SPG produk kecantikan nih, kayaknya.*

Proses ini tidak memakan waktu lama, mungkin sekitar 3 menitan. Setelah itu, saya mendapat sedikit materi tambahan lagi supaya bisa menjadi orang yang ganteng maksimal. Hal-hal yang dapat menambah kegantengan antara lain dari model rambut yang kalau bisa disesuaikan dengan bentuk wajah. Bentuk wajah itu sendiri ada tiga yaitu bulat pemain bola Wayne Rooney, tirus seperti Joe Taslim dan persegi seperti aktor yang memerankan Terminator, Arnold siapalah itu.

Aksesoris seperti pemilihan sabuk, jam tangan dan dasi merupakan aksesoris yang lazim digunakan oleh pria macho sejati. Cincin berlian dan kalung bling-bling kaching-kaching bukanlah aksesoris yang biasa digunakan oleh pria sejati. Kata si mbanya begitu, bukan kata saya, loh.

Kelas ditutup dengan pemberian voucher senilai Rp.95.000,- untuk semua produk Sari Ayu Martha Tilaar. Walhasil, saya sekarang mempunyai beberapa produk Sari Ayu yang entah bagaimana penggunaannya.

Satu hal yang saya pelajari dari kegiatan ini adalah pesan dari si mba dari Sari Ayu yang bilang kalau laki-laki biasanya melirik perempuan dari penampilannya, jadi tak masalah kalau perempuan juga menuntut laki-laki untuk berpenampilan menarik di depan umum.

All in all, sekarang ini udah zaman canggih. Orang juga sering bilang penampilan adalah yang pertama dinilai orang. Kalau penampilannya kucel, maka orang akan berpikiran kalau orang itu adalah orang yang tidak berkarakter, jorok, tidak terdidik dan lainnya. Sebaliknya, ketika tampang dan penampilan kita mendukung, orang akan menaruh perhatian lebih pada orang tersebut karena orang-orang menganggap ia adalah orang yang rapih, terdidik ataupun lainnya. Akhir kata, semoga artikel ini memberi sedikitnya manfaat bagi kawan semua. Izinkan saya menutup artikel ini dengan salah satu pelajaran yang saya dapat dari kelas ini.
Laki-laki biasanya melihat perempuan dari wajah, turun ke body baru ke rasa atau dari body, naik ke wajah baru ke rasa. Intinya penampilan itu penting. – Sari Ayu Martha Tilaar Representative, 2017

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar