January 2018

Halo hai, sob! Kali ini saya ingin sedikit mengajak temen-temen berdebat atau bertukar pendapat. Topiknya? Topiknya adalah tentang dua media sosial yang sudah sangat ternama, yaitu Whatsapp dan Line.

Di Indonesia, ada banyak aplikasi serupa yang fungsi dan fiturnya tidak kalah dengan kedua aplikasi tersebut. Namun, entah kenapa, kedua aplikasi tersebut tidak bisa terlepas dari gawai orang-orang sekarang ini. Saya pun sempat berpikir, mana sih yang lebih baik, Whatsapp atau Line? Nah, hasil pemikiran saya tersebut akan saya coba tuangkan dalam tulisan ini.
Pertama, mari kita lihat dari segi tampilan atau interface. Untuk tampilan, menurut saya kedua aplikasi mempunyai kemiripan, iya nggak sih? *Mirip darimanya,woy?* Ya, kalau dari segi tampilan, kedua aplikasi sama-sama mudah dimengerti. Karena terbilang mirip, jadi saya tidak mau terlalu banyak berkomentar dari segi yang satu ini.

Next, saya mau bahas tentang fiturnya. Nah, untuk yang satu ini, tentu banyak perbedaan yang saya percaya temen-temen juga menyadarinya. Yang pertama ialah profile section atau bagian profil yang merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki oleh aplikasi Line. Di bagian ini, pengguna dapat mengunggah beragam hal seperti status, gambar, ataupun video. Fitur ini tidak dimiliki oleh aplikasi Whatsapp. Namun aplikasi Whatsapp yang merupakan anak perusahaan dari Facebook mempunyai fitur Status Section yang bekerja seperti Instastory milik Instagram.

Line juga mempunyai satu fitur yang dinamakan Line Keep, yaitu sebuah fitur penyimpanan yang bisa digunakan oleh pengguna Line untuk menyimpan chat, dokumen, foto, audio ataupun video yang dibagikan di Line. Itu merupakan satu lagi hal yang tidak Whatsapp miliki. Line juga sangat kekinian dengan menghadirkan fitur stiker yang beragam sehingga orang dapat dengan mudah mengekspresikan sesuatu dengan satu gambar saja.

Selain itu, Line sangat progresif dalam memenuhi kebutuhan penggunanya dengan menghadirkan fitur Square yang merupakan fitur multi-chat yang dapat menampung kurang lebih 20.000 akun dalam satu square yang mana Whatsapp hanya menyediakan fitur group yang mampu menampung hanya sekitar 256 akun. Fitur dalam group Line pun terbilang lengkap dengan hadirnya fitur Polling, Note, dan Album yang mana group di Whatsapp tidak dapat melakukannya.

Line juga mempunyai fitur posting yang dapat digunakan untuk membagikan momen ke semua teman dengan sekali publikasi. Terlebih, Line juga menyediakan fitur Line Today yang berfungsi sebagai media informasi sehingga pengguna Line tidak perlu repot-repot membuka aplikasi lain untuk memperbaharui pengetahuan tentang berita-berita terbaru.

Bisa dibilang kalau Line hampir mengungguli Whatsapp dari banyak hal. Jujur saya mengakuinya. Namun, dari segi fungsi, saya mengatakan bahwa Whatsapp lebih unggul dari Line. Kenapa? Ini beberapa alasan yang bisa saya berikan.

1. Whatsapp mengajarkan tanggung jawab
Bagaimana Whatsapp mengajarkan tanggung jawab? Karena Whatsapp mengharuskan kita menjaga baik-baik handphone kita karena sekali kita kehilangan handphone kita, hilanglah juga semua kontak yang kita miliki. Memang benar sekarang kontak sekarang bisa kita simpan di Internet. Melalui Google Contact contohnya. Tapi, mereka yang ada di kontak kita tidak tahu kan kontak baru kita apa? Jadi kita perlu memberitahu mereka satu per satu yang mana itu sangat ribet. Sedang dengan Line, kita harus log in menggunakan email. Meskipun hilang handphone, akun kita tidak akan kenapa-kenapa. Praktis? Ya. Tapi semua kembali lagi ke penggunanya. Dari poin yang satu ini, mana yang lebih baik menurut kalian?

2. Whatsapp itu konsisten
Ya, menurut saya Whatsapp itu adalah salah satu aplikasi yang konsisten. Kenapa? Karena sejak awal kehadiran aplikasi ini hingga sekarang, fungsi dari Whatsapp tidaklah berubah seperti halnya Line. Whatsapp tetap berfokus pada tujuannya untuk membantu orang agar mudah berkomunikasi. Intinya, Whatsapp tetap di ranahnya sebagai media komunikasi khalayak ramai. Satu hal yang Line tidak lakukan karena Line sekarang menurut saya telah beralih fungsi dari yang awalnya sebagai media komunikasi kini menjadi media bisnis. Apalagi setelah hadirnya Line@ dan Line Shopping. Hal ini juga yang menjadi alasan bagi saya mengacungi jempol untuk aplikasi Whatsapp.

3. Whatsapp itu aplikasi sejuta umat
Oke, yang satu ini mungkin terkesan klise dan bersifat menjual. Tapi, berani sumpah saya tidak bermaksud demikian. Alasan saya bilang kalau Whatsapp itu aplikasi sejuta umat adalah karena pengalaman saya mendampingi orang-orang disabilitas di event Tepang Inklusi Tahunan 2017 beberapa waktu ke belakang. Interface Whatsapp sangatlah sederhana dan mudah dipahami. Oleh karena itu, bahkan orang yang tuna netra pun dapat menggunakannya dengan mudah. Dari situ saya menyadari betapa besar kebermanfaatan Whatsapp untuk kehidupan orang banyak.

Terlebih, mungkin ada beberapa diantara kalian yang berpikiran kalau Whatsapp adalah aplikasi orang tua, atau aplikasi untuk keluarga saja, atau aplikasi yang kuno dan nggak kekinian. Ya, memang benar kalau grup keluarga biasanya dibuat di Whatsapp, tapi itu membuktikan kalau Whatsapp adalah aplikasi yang bisa ‘in’ ke semua generasi. Tidak seperti Line yang mungkin njlimet buat beberapa orang tua, bukan begitu, sob?

4. Whatsapp itu nggak ribet
Oke, untuk yang satu ini mungkin hanya saya yang merasakan. Ketika saya mengunduh sebuah file di Line, file tersebut terletak di folder yang spesifik dan rumit. Sedangkan Whatsapp menyusun setiap file yang diunduh dalam folder-folder dengan rapih. Oleh karena itu, setiap kali orang ingin mengirimi saya file atau dokumen apapun saya meminta mereka mengirimnya melalui email atau Whatsapp untuk alasan kemudahan. Itu mungkin konfigurasi handphone saya saja, tapi jujur itu sedikit membuat saya kurang nyaman menggunakan Line.

5. Si dia is typing…
Ya, salah satu fitur yang Line tidak miliki adalah real-time notification dimana ketika kita sedang chattingan dengan seseorang atau di grup dan ada seseorang yang sedang menulis sesuatu, kita akan diberitahu oleh Whatsapp dengan tulisan ‘si dia is typing…’ berwarna hijau. Hal ini merupakan satu hal yang sangat membantu untuk menghindari miskomunikasi. Saya tidak tahu apakah teknologi ini sudah di-hak-ciptai oleh Whatsapp atau belum karena menurut saya fungsi ini cukup penting untuk setiap aplikasi komunikasi. Namun perusahaan besar sekelas Line belum memanfaatkan teknologi yang satu ini.

Secara keseluruhan, saya lebih nyaman menggunakan Whatsapp ketimbang Line untuk komunikasi jarak jauh. Tapi saya tidak menyangkal bahwa Line juga sangat membantu saya dalam penyebaran informasi, khususnya ketika saya berhubungan dengan orang-orang yang lebih muda, trendy dan fashionable dari generasi millennial. Sampai saat ini, saya merasa sangat terbantu dengan kehadiran kedua aplikasi tersebut dan saya berharap kedua aplikasi ini akan terus ada, terus berkembang dan terus menyebarkan kebermanfaatannya untuk orang banyak. Opini ini pun mungkin tidak akan bertahan lama karena kita tahu teknologi itu selalu berkembang setiap harinya. Mungkin besok Line sudah melakukan upgrading begitupun dengan Whatsapp. Kita lihat saja perkembangannya bersama, iya nggak?

Last but not the least, saya ingin mengucapkan terima kasih dan mohon maaf kalau tulisan saya bersifat provokatif atau menjatuhkan. Sekali lagi saya ucapkan maaf, saya hanya ingin berbagi pendapat dan bertukar pikiran dengan kawan-kawan tentang hal ini. Kalau ada kata-kata dalam tulisan saya yang bersifat menjatuhkan tolong dikoreksi. Artikel ini saya tulis tanpa melakukan riset atau apapun. Hanya opini dari pengalaman pribadi, jadi mungkin terdapat kesalahan atau informasi yang tidak valid. Mohon dimaklum dan dikoreksi. Sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

So, gimana menurut kalian? Mana yang lebih tokcer, Line atau Whatsapp? - Mazdesu

Halo hai, sob! Kawan pernah berpikiran kalau kartu ATM itu sama dengan kartu kredit nggak, sih? Kali ini saya ingin berbagi sedikit pengetahuan yang baru saya pelajari terkait pertanyaan saya tersebut. Mungkin kawan sudah mengetahuinya. Ya, kali ini saya ingin menjelaskan tentang perbedaan kartu ATM, kartu debit dan kartu kredit. Sebelum masuk ke materi inti, mungkin lebih enak kalau kita fore-play dulu dengan alasan kenapa saya menulis artikel ini.

Semua berawal dari hasrat pribadi saya untuk mempunyai akun PayPal yang verified karena saya rasa akan banyak transaksi yang saya lakukan di internet nantinya. Ketika saya mencoba untuk memverifikasi, saya diminta untuk memasukkan kode CVC. Saya cari tahu di sebelah mana kartu ATM saya kode itu namun tidak saya temukan juga. Akhirnya saya meminta bantuan om Google untuk mencari tahu apa kode CVC itu sebenarnya. Walhasil saya pun sedikitnya mengerti kalau terdapat beberapa jenis kartu yang dikeluarkan bank yang masing-masing mempunyai fungsinya sendiri-sendiri.

Nah, kurang lebih itulah latar belakang terciptanya tulisan ini. Sekarang mari kita masuk ke main course-nya.
Apa itu Kartu ATM?
Kartu ATM adalah kartu yang diberikan oleh pihak bank ketika kita menjadi nasabah di bank tersebut. Kartu ATM berfungsi sebagai kunci bagi nasabah untuk membuka akun dan melakukan transaksi menggunakan mesin ATM. Kartu ATM bisa digunakan untuk melakukan setor tunai, transfer, atau mengambil uang menggunakan mesin ATM. Semua transaksi akan berpengaruh kepada saldo tabungan nasabah, jadi ketika saldo tidak mencukupi, transaksi seperti transfer uang tidak bisa  dilakukan. Untuk mendapatkan kartu ATM ini, biasanya kawan hanya perlu terdaftar sebagai nasabah.

Apa itu Kartu Debit?
Kartu debit adalah kartu yang dikeluarkan oleh bank untuk nasabahnya yang ingin melakukan transaksi non-tunai. Mungkin lebih gampangnya gini, kawan pernah lihat orang yang membayar di supermarket atau toko dengan cara menggesek kartu, iya kan? Nah, kartu yang digunakan oleh orang tersebut adalah kartu debit, bukan kartu ATM. Sistem kerjanya adalah dengan memangkas saldo yang ada di tabungan nasabah. Jadi, kalau saldo di tabungan kita kosong, maka kartu ini tidak bisa digunakan atau transaksi akan ditolak. Untuk mendapatkan kartu ini, nasabah biasanya diharuskan untuk memenuhi beberapa kriteria terlebih dahulu seperti minimal penghasilan per bulan atau fluktuatif tabungan nasabah yang harus positif. Bertransaksi menggunakan kartu debit biasanya memberi kenikmatan pribadi seperti mendapat diskon, cashback dan lainnya.

Apa itu Kartu Kredit?
Tidak jauh berbeda dengan kartu debit, kartu kredit adalah kartu yang digunakan untuk melakukan transaksi non-tunai. Bedanya adalah dari sistem kerjanya. Kartu kredit mengaplikasikan sistem pinjam (hutang) yang akan diakumulasikan dan dibayar per bulan. Nah, karena kartu kredit ini biasanya orang jadi banyak hutang karena kita bisa belanja sebanyak mungkin (sampai melebihi pendapatan). Belum lagi adanya sistem denda bila pengeluaran tidak dibayar sesuai dengan waktu yang telah disepakati. Untuk mempunyai kartu kredit, nasabah juga harus memenuhi beberapa kriteria yang tidak jauh berbeda dengan kriteria untuk kartu debit.

Kesimpulan
ATM: Hanya untuk melakukan transaksi menggunakan mesin ATM.
Debit: Melakukan pembayaran non-tunai dengan cara mengurangi saldo tabungan.
Kredit: Melakukan pembayaran non-tunai dengan cara meminjam ke bank (hutang).
Dari ketiga kartu tersebut, kalau saya tidak salah mengerti, hanya kartu debit dan kartu kredit yang berlogo Visa/Mastercard-lah yang dapat digunakan untuk memverifikasi akun PayPal.

Itulah yang bisa saya tulis, kalau ada yang salah mohon dikoreksi, kalau ada yang kurang monggo ditambahkan, dan kalau ada yang tidak dimengerti silahkan ditanyakan di kolom komentar. Sampai jumpa di artikel saya lainnya.

Wattpad, Baik Atau Buruk?
Pernah dengar nama Wattpad sebelumnya? Bagi kalian yang senang membaca, mungkin sudah tidak asing dengan salah satu media sosial berbasis karya tulis yang bernama Wattpad ini. Laman yang beralamatkan www.wattpad.com ini telah membawa perubahan yang signifikan pada dunia literasi kids jaman now! Namun, pernahkah kalian berpikir, apakah Wattpad ini membawa pengaruh positif atau negatif untuk kehidupan kita? Saya sempat memikirkannya, dan hasil dari pemikiran tersebut akan saya bagikan melalui tulisan saya ini. Silahkan dibaca dan mari kita bertukar pendapat kemudian.

Kelebihan Wattpad

Dari yang saya perhatikan, ada beberapa hal positif yang muncul bersama dengan kehadiran Wattpad ini. Beberapa yang jelas saya ketahui  adalah:

1. Memperluas jaringan dan memperbanyak teman

Seperti fungsi utama dari situs ini, yaitu sebagai media sosial, tentu Wattpad dapat membantu penggunanya berkomunikasi satu sama lain.  Bila ada diantara kalian yang suka menulis, dengan memanfaatkan aplikasi Wattpad ini, tidak mustahil bagi kalian untuk bertemu dengan komunitas yang bergerak di bidang literasi atau orang-orang hebat yang telah berlalu-lalang di dunia kepenulisan. Jadi, Wattpad secara tidak langsung mampu memperluas jaringan kalian khususnya di bidang kepenulisan dan penerbitan serta menambah teman yang juga penulis atau yang suka membaca. Keren, ya?

2. Memberikan kesempatan untuk semua orang berkarya

Karena bersifat gratis, semua orang yang punya komputer atau gawai (tahu gawai apa, kan?) bisa menulis dan berkarya di Wattpad. Dari anak SD yang baru belajar nulis sampai tukang ojek online yang lagi nunggu orderan, semua bisa menulis dan mengekspresikan ide-idenya disini. Kurang keren apa coba?

3. Mendukung perkembangan kreativitas dalam dunia kepenulisan dan budaya literasi

Mendukung perkembangan kreativitas dalam dunia kepenulisan dan budaya literasi, keren nggak Wattpad? Wattpad hadir membawa gaya hidup baru bagi remaja jaman now. Saya pernah dengar kalau orang zaman sekarang lebih memilih menonton dan mendengar ketimbang membaca, tapi berkat Wattpad, membaca dan menulis menjadi suatu hal yang cukup menarik untuk kembali diulik. Jumlah orang yang membaca dan serta menulis cerita pun meningkat karena kehadiran Wattpad ini. So, jelas sekali kalau Wattpad itu sangat berpengaruh pada perealisasian tagline  ‘Budayakan Literasi’ yang sempat digembor-gemborkan oleh pemerintah dan aktivitis.

4. Membuka lowongan pekerjaan baru

Wattpad tidak hanya memunculkan minat baca tapi juga memunculkan peluang usaha baru. Lebih tepatnya, Wattpad menyediakan kesempatan bagi para penggunanya untuk dapat meraih kesuksesan bersama Wattpad. Sudah banyak penulis yang merilis buku karena Wattpad, banyak juga editor dan penulis yang bekerja atau bekerjasama dengan perusahaan penerbit karena Wattpad. Pokoknya, Wattpad pancen okee buat kita semua kaula muda!

Kekurangan Wattpad

Akan tetapi, menurut saya Wattpad juga memberi dampak negatif untuk beberapa pihak. Yang saya dapat dari pengamatan saya adalah:

1. Mengurangi minat membaca buku

Kemunculan Wattpad tak bisa dipungkiri merupakan salah satu gebrakan besar yang merubah  kebiasaan masyarakat, khususnya remaja masa kini. Orang-orang yang sekarang mengenal Wattpad menjadi kurang tertarik dengan printed book atau buku cetak. Alasannya biasanya karena berbayar (harus beli), nggak praktis (bikin berat tas, bikin penuh tangan), jauh (harus ke toko buku dulu lah buat baca doang!), dan masih banyak alasan-alasan lain yang kalau dikumpulkan dan bisa dijual, sudah bisa bikin saya kaya. Walhasil hal ini akan berpengaruh pada poin selanjutnya.

2. Menutup bisnis percetakan buku konvensional

Karena kurang minatnya orang-orang terhadap buku konvensional atau buku cetak, akhirnya makin sedikit produksi buku cetak ini. Orang-orang pun semakin sedikit yang datang ke toko buku untuk membeli buku. Sesekali saya mengunjungi toko buku, yang dilakukan oleh pengunjungnya adalah melihat-lihat. Kalau saya tarik garis besarnya, dari 100 pengunjung, 10 saja yang datang karena ingin membeli buku, 90 sisanya ikut nyejuk karena toko buku itu biasanya ber-AC atau ikut ngabis-ngabisin waktu aja karena tempatnya cozy dan gratis. Karena itu, nggak mustahil kalau misalnya suatu hari nanti, perusahaan penerbit banyak yang gulung tikar atau merubah haluan ke buku digital dan toko-toko buku berubah jadi tempat-tempat untuk syiar MLM.

3. Merusak mata dan meningkatkan sifat mager atau males gerak

Sebagaimana aplikasi lainnya, Wattpad masihlah menggunakan alat elektronik sebagai medianya baik itu komputer ataupun gawai. Wattpad menuntut para penggunanya untuk memandangi layar LCD atau gawai mereka dalam jangka waktu yang terbilang lama. Tentunya itu akan berpengaruh ke mata kita. Selain mata, Wattpad juga berpengaruh pada perilaku kita. Karena fleksibilitas dan responsibilitasnya, Wattpad membuat orang-orang menjadi mager/ males gerak. Kerjaan para pengguna Wattpad mayoritas adalah duduk atau tiduran sambil baca! Bagus? Bagus untuk otak, tidak untuk perilaku. Inget aja, smart is number two. The first is behavior! Silahkan artikan sendiri maksud saya apa.

4. Menurunkan semangat bersosialisasi di dunia nyata

Sebenernya masih berhubungan dengan perilaku mager yang saya sudah singgung sedikit sebelumnya. Karena para pengguna Wattpad biasanya diam di suatu tempat yang nyaman, mereka tidak sering keluar dari daerah nyaman mereka (entah itu ruang tengah, kamar, kamar mandi, atau kamar tetangga). Hal ini berdampak pada intensitas sosialisasi mereka di dunia nyata. Ingat sosialisasi di dunia nyata, bukan virtual yang komunikasinya berlangsung via chat, atau free call, atau juga video call. Nantinya, semangat gotong royong bangsa Indonesia akan semakin berkurang dan mungkin pada akhirnya terlupakan. Kemudian image masyarakat Indonesia yang ramah dan gemar membantu pun pudar sedikit demi sedikit dan berubah warna menjadi apatis dan individualis seperti orang-orang di negara maju yang hidupnya serba cepat. Duh! Serem, ya?

Itulah sedikit yang saya tangkap tentang pengaruh dari Wattpad terhadap kehidupan kita sekarang ini. Saya sendiri (cie masih sendiri!) merasa kalau kehadiran Wattpad ini harus tetap dibarengi dengan pembekalan moral dan pendampingan dari orang yang cukup dewasa untuk memberikan wawasan guna mencegah dampak dan kemungkinan buruk yang sudah saya jelaskan diatas terjadi.

Saya tunggu opini dan gagasan kalian. Siapa tahu diantara kalian ada yang punya pendapat keren atau solusi luar biasa untuk masalah yang saya paparkan. Tolong sebisa mungkin untuk tidak bilang hal-hal seperti ini, “Itu sih kembali ke pribadinya masing-masing,”, atau “Nggak semua orang kaya gitu,”, dan lainnya karena saya mengungkapkan ini secara umum. Yang tidak ‘seperti itu’ ya bagus. Justru karena orang-orang yang ‘seperti itu’ saya ingin berdiskusi bersama kalian!

Terima kasih dan sampai jumpa lagi di tulisan saya lainnya.

Akhmad Syahroni

{facebook#https://www.facebook.com/akhmadsyahroni101} {twitter#https://www.twitter.com/mazdesu} {google-plus#https://plus.google.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com/mazdesu}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget