Skip to main content

follow us

Halo hai, sob! Kawan pernah berpikiran kalau kartu ATM itu sama dengan kartu kredit nggak, sih? Kali ini saya ingin berbagi sedikit pengetahuan yang baru saya pelajari terkait pertanyaan saya tersebut. Mungkin kawan sudah mengetahuinya. Ya, kali ini saya ingin menjelaskan tentang perbedaan kartu ATM, kartu debit dan kartu kredit. Sebelum masuk ke materi inti, mungkin lebih enak kalau kita fore-play dulu dengan alasan kenapa saya menulis artikel ini.

Semua berawal dari hasrat pribadi saya untuk mempunyai akun PayPal yang verified karena saya rasa akan banyak transaksi yang saya lakukan di internet nantinya. Ketika saya mencoba untuk memverifikasi, saya diminta untuk memasukkan kode CVC. Saya cari tahu di sebelah mana kartu ATM saya kode itu namun tidak saya temukan juga. Akhirnya saya meminta bantuan om Google untuk mencari tahu apa kode CVC itu sebenarnya. Walhasil saya pun sedikitnya mengerti kalau terdapat beberapa jenis kartu yang dikeluarkan bank yang masing-masing mempunyai fungsinya sendiri-sendiri.

Nah, kurang lebih itulah latar belakang terciptanya tulisan ini. Sekarang mari kita masuk ke main course-nya.
Apa itu Kartu ATM?
Kartu ATM adalah kartu yang diberikan oleh pihak bank ketika kita menjadi nasabah di bank tersebut. Kartu ATM berfungsi sebagai kunci bagi nasabah untuk membuka akun dan melakukan transaksi menggunakan mesin ATM. Kartu ATM bisa digunakan untuk melakukan setor tunai, transfer, atau mengambil uang menggunakan mesin ATM. Semua transaksi akan berpengaruh kepada saldo tabungan nasabah, jadi ketika saldo tidak mencukupi, transaksi seperti transfer uang tidak bisa  dilakukan. Untuk mendapatkan kartu ATM ini, biasanya kawan hanya perlu terdaftar sebagai nasabah.

Apa itu Kartu Debit?
Kartu debit adalah kartu yang dikeluarkan oleh bank untuk nasabahnya yang ingin melakukan transaksi non-tunai. Mungkin lebih gampangnya gini, kawan pernah lihat orang yang membayar di supermarket atau toko dengan cara menggesek kartu, iya kan? Nah, kartu yang digunakan oleh orang tersebut adalah kartu debit, bukan kartu ATM. Sistem kerjanya adalah dengan memangkas saldo yang ada di tabungan nasabah. Jadi, kalau saldo di tabungan kita kosong, maka kartu ini tidak bisa digunakan atau transaksi akan ditolak. Untuk mendapatkan kartu ini, nasabah biasanya diharuskan untuk memenuhi beberapa kriteria terlebih dahulu seperti minimal penghasilan per bulan atau fluktuatif tabungan nasabah yang harus positif. Bertransaksi menggunakan kartu debit biasanya memberi kenikmatan pribadi seperti mendapat diskon, cashback dan lainnya.

Apa itu Kartu Kredit?
Tidak jauh berbeda dengan kartu debit, kartu kredit adalah kartu yang digunakan untuk melakukan transaksi non-tunai. Bedanya adalah dari sistem kerjanya. Kartu kredit mengaplikasikan sistem pinjam (hutang) yang akan diakumulasikan dan dibayar per bulan. Nah, karena kartu kredit ini biasanya orang jadi banyak hutang karena kita bisa belanja sebanyak mungkin (sampai melebihi pendapatan). Belum lagi adanya sistem denda bila pengeluaran tidak dibayar sesuai dengan waktu yang telah disepakati. Untuk mempunyai kartu kredit, nasabah juga harus memenuhi beberapa kriteria yang tidak jauh berbeda dengan kriteria untuk kartu debit.

Kesimpulan
ATM: Hanya untuk melakukan transaksi menggunakan mesin ATM.
Debit: Melakukan pembayaran non-tunai dengan cara mengurangi saldo tabungan.
Kredit: Melakukan pembayaran non-tunai dengan cara meminjam ke bank (hutang).
Dari ketiga kartu tersebut, kalau saya tidak salah mengerti, hanya kartu debit dan kartu kredit yang berlogo Visa/Mastercard-lah yang dapat digunakan untuk memverifikasi akun PayPal.

Itulah yang bisa saya tulis, kalau ada yang salah mohon dikoreksi, kalau ada yang kurang monggo ditambahkan, dan kalau ada yang tidak dimengerti silahkan ditanyakan di kolom komentar. Sampai jumpa di artikel saya lainnya.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar