March 2018

Halo hai, sob~! Gimana kabar kalian? Semoga kalian selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan oleh Yang Maha Kuasa. Kali ini, saya ingin membahas sesuatu yang sempat dan masih trending sejak beberapa tahun ke belakang, yaitu cryptocurrency. (Yah, kemana aja?)

Iya maaf kalau sudah agak basi. Tapi, saya percaya tidak ada kata terlambat (apalagi untuk bersaing di Pageone Google, hehe.). Baik, kita langsung saja masuk ke topik pembahasan utama kita.

Pernah nggak kalian mendengar istilah Bitcoin? Atau pernah nggak kalian mendengar istilah cryptocurrency? Baik sebelum membahas tentang Bitcoin, kita perlu punya pemahaman tentang cryptocurrency-nya dulu.

Jadi apa itu cryptocurrency?
Secara umum, definisi dari cryptocurrency mungkin akan sama. Cryptocurrency adalah sebuah teknologi mata uang digital yang dibuat menggunakan sebuah enkripsi kriptografi tertentu untuk keamanan sehingga sulit dipalsukan. Kenapa sulit dipalsukan? Karena kode dari kriptografi itu dirancang sedemikian rumit, nggak sesederhana ‘Anna uhibuki fillah, ya ukhti.’

Kenapa cryptocurrency dikembangkan?
Alasan kenapa cryptocurrency ini dikembangkan adalah untuk mempermudah transaksi. Kenapa bisa? Karena cryptocurrency itu bukanlah mata uang yang diciptakan oleh negara yang mana berbeda-beda nilainya. Cryptocurrency itu sama seperti emas, harganya sama di seluruh dunia.

Contoh sederhananya adalah ketika kita mau membeli sebuah mobil dari Amerika seharga $10.000, maka kita harus mengkonversikan $ ke Rp terlebih dahulu, yang mana itu berarti banyak uang kertas yang kita keluarkan. Sangat tidak go green, iya nggak sih? Dengan adanya cryptocurrency ini, kita dapat membeli barang dari negara lain tanpa perlu konversi nilai mata uang karena nilai cryptocurrency sama dimanapun.

Bagaimana cara cryptocurrency ini dikembangkan?
Sederhananya, cryptocurrency dikembangkan dengan memanfaatkan satu atau dua software enkripsi super canggih yang hanya bisa dioperasikan melalui komputer super canggih yang harganya super mahal. Pokoknya untuk mengembangkan suatu cryptocurrency, diperlukan banyak hal super. Software yang dioperasikan nantinya akan menghasilkan kode-kode yang mencatat hasil transaksi dan mengoleh kode tersebut untuk pada akhirnya menciptakan coin baru.

Untuk apa cryptocurrency digunakan?
Masyarakat yang sudah familiar dengan cryptocurrency seperti Bitcoin mulai bertransaksi menggunakan cryptocurrency ini, khususnya ketika bertransaksi online. Kenapa? Karena aman, mudah, dan murah (bahkan hampir gratis).

Selain itu, untuk kalian yang punya jiwa bisnis juga bisa memanfaatkan booming-nya cryptocurrency ini dengan menerapkan sistem 'buy low sell high' atau beli coin ketika harganya sedang murah sebagai investasi, lalu menjualnya kembali saat harganya naik.

Apa saja cryptocurrency yang sudah ada?
Oke, sampai saat ini sudah sangat buanyak sekali cryptocurrency yang dikembangkan. Mungkin sudah sampai ribuan. Namun, mungkin beberapa yang sudah sukses dan cukup ternama adalah Bitcoin, Ripple, Etherum, Litecoin, dan Bitcoin Cash. Untuk lebih lengkapnya silahkan kawan periksa sendiri di Coin Market Cap.

Nah, di poin ini juga mungkin akan saya jelaskan tentang Bitcoin dan cryptocurrency. Jadi, Bitcoin adalah satu dari sekian banyak mata uang digital di dunia ini. Dengan kata lain, Bitcoin itu adalah sebagian kecil dari cryptocurrency, atau cryptocurrency itu istilah untuk memanggil Bitcoin dan kawan-kawannya. Gimana? Ngerti? Ngerti lah, ya?

Dampak dari hadirnya cryptocurrency?
Nah, dampak dari kehadiran cryptocurrency inilah yang membuat saya tertarik. Huru-hara yang diciptakan oleh cryptocurrency ini cukup besar. Gimana nggak? Di Indonesia sendiri, topik cryptocurrency ini, khususnya Bitcoin, mempunyai meja khusus dimana pemerintah ikut andil, MUI sampai bikin fatwa, Menteri Keuangan angkat bicara, mungkin nanti Presiden juga.

Cryptocurrency secara logika memang suatu hal yang berbahaya. Kenapa? Karena kita cryptocurrency mengharuskan kita mengkonversi uang riil kita ke dalam bentuk digital yang mana tidak semua orang mengerti bagaimana bentuk uang digital ini dan bagaimana sistem keamanannya.

Positifnya, ini membuka banyak sekali kesempatan bisnis baru, mulai dari yang mining, trading, sampai bisnis investasi. Selain itu, kehadiran cryptocurrency juga membuat teknologi semakin canggih dan masyarakat semakin cerdas.

Well, I think I will talk about it further in my next writing.


Dan itulah dia sedikit yang bisa saya obrolkan tentang cryptocurrency ini. Saya tahu kalau banyak sekali pertanyaan yang belum terjawab ataupun masalah yang belum terbahas. Kalau ada yang benar-benar ingin saya bahas lebih jauh, silahkan sampaikan/tanyakan melalui kolom komentar di bawah.

Untuk artikel dengan genre bisnis selanjutnya, yuk kita coba bahas lebih jauh tentang cryptocurrency ini. Apa itu bitcoin? Gimana cara mendapatkan bitcoin? Apa itu blockchain? Kaitannya dengan cryptocurrency?

So, that is all. Terima kasih sudah bersedia membaca. Semoga bermanfaat dan sampai berjumpa di tulisan saya lainnya.

Assalammualaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Halo hai, sob~! Senang rasanya bisa mengumumkan ini. Bersama dengan artikel ini saya beritahukan bahwa mulai saat ini dan ke depannya, insha Allah, Mazdesu akan rutin mem-posting satu artikel dengan tagar #ODOH yang berarti (One Day One Hadist). Semoga genre tulisan baru di Mazdesu dapat memberi pengaruh positif bagi kita semua.

Sebagai pembuka, tahukah kalian tentang 3 dosa yang dianggap paling besar di mata Allah? Berikut adalah jawaban tentang 3 dosa yang paling besar.

Dari Ibnu Mas’ud Radiyallahu anhu ia berkata: Saya pernah bertanya kepada Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam: “Dosa apa yang paling besar?” Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Jika kamu menjadikan sekutu bagi Allah Subhanahu wata’ala padahal Dia yang menciptakanmu.” “Kemudian apa?” Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Jika engkau membunuh anakmu karena takut ia makan bersamamu.” “Kemudian apa? Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Jika kamu berzina dengan isteri tetanggamu.” (Muttafaqun’alaih)

Yang bisa diambil atau dipelajari dari hadist di atas antara lain:
  • Jangan sekali-kali kita menyekutukan Allah. Mungkin lebih mudahnya jangan musyrik. Kita harus percaya bahwa Allah itu esa dan tidak ada sekutu baginya seperti yang kita serukan dalam kalimat syahadat, laa ilaa ha ilallah.
  • Janganlah menyakiti (apalagi sampai membunuh) seorang anak karena takut kelaparan. Bila kita sedang ‘susah’ sampai-sampai kita tidak punya makanan yang cukup, jangan takut kelaparan. Insha Allah, kita tidak akan mati kelaparan kalau kita membiarkan anak kita mengobati rasa laparnya terlebih dahulu.
  • Jangan sekali-kali bersua dengan perempuan orang lain karena sudah sangat jelas bahwa zina itu HARAM. Untuk semua laki-laki, khususnya yang sudah beristri, belajarlah menahan pandangan. Laa taqrobulzina.

Itulah dia sedikit ilmu yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat dan dapat menambah ketaqwaan kita terhadap Allah Subhanahu Wata’ala. Saya minta doa dan dukungannya agar dapat istiqomah dalam meng-update #ODOH ini. Terima kasih dan sampai berjumpa di tulisan saya lainnya.

Assalammualaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Halo hai, sob~! Dalam suatu diskusi saya dijelaskan tentang satu perkara yaitu istidraj. Pada saat topik ini diangkat, jujur, saya takut, saya khawatir. Bagaimana denganmu kawan? Pernah dengar tentang istilah ini? Kalau belum, yuk kita belajar bareng tentang perkara yang sangat berbahaya bagi kita semua.

Catatan: Kalau kalian berpikir bahwa artikel ini hanya untuk Muslim, tolong baca dulu. Karena menurut saya, istidraj itu berlaku untuk seluruh umat manusia, tanpa pandang agama.

Apa itu istidraj?
Secara bahasa, istidraj berarti penundaan hukuman. Secara sederhana, pengertian istidraj adalah kenikmatan dunia yang Allah Subhanahu wata’ala berikan kepada seorang hamba yang sudah jauh dari-Nya. Kenikmatan seperti apa? Banyak, nikmat sehat, nikmat rezeki yang berlimpah, nikmat keluarga yang harmonis, dan masih banyak yang lainnya.

Dalam bahasa saya sendiri, saya menginterpretasikan istidraj sebagai cara Allah untuk menghukum hamba-Nya yang sudah terlampau keterlaluan dalam menyalahi aturan-Nya. Jadi bisa saya bilang, istidraj merupakan sebuah ‘hadiah’ yang sekaligus ‘bencana’ bagi seorang manusia. Hadiah karena kita dapat hidup bahagia di dunia, dan bencana karena itu semua akan dimintai pertanggungjawaban dan berakhir petaka di akhirat.

Adakah dalil tentang istidraj?
Pertanyaan lain yang sempat terlintas di kepala saya adalah apakah istidraj ini benar adanya ataukah hanya ‘tipu daya’ motivator untuk menginspirasi pendengarnya? Ternyata, istidraj ini banyak sekali terdapat di dalam Al-Quran maupun Al-Hadist. Berikut adalah beberapa ayat yang membahas tentang istidraj ini:
  • Q.S. Ali-Imran: 178
  • Q.S. Al-Mu’minun: 55-56
  • Q.S. Al-Qalam: 44
  • Q.S. Az-Zumar: 49
  • Q.S. Al-An’am: 44
Adapun Hadist yang membahas mengenai istidraj ini salah satunya adalah:
Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad 4: 145. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain).

Ciri-ciri orang yang istidraj?
Secara garis besar ciri seorang sedang berada dalam kondisi istidraj adalah:
  • Tidak pernah sholat, tapi badan selalu sehat.
  • Tak pernah sedekah, tapi rezeki (uang) melimpah.
  • Tak pernah baca Al-Quran, tapi sanak keluarga mapan.
  • Tak pernah berdoa, tapi hati tak pernah sedih maupun kecewa.
  • Jarang bersilaturahmi, tapi selalu orang hormati.
Sederhananya, kita jarang ibadah, tapi semua sepertinya serba mudah. Saya sendiri tidak tahu cara menilai apakah seorang itu sedang dalam kondisi istidraj atau tidak. Hanya diri sendiri dan Allah sajalah yang tahu tentang itu. Jadi ajakan saya adalah mari kita ‘berkaca’ diri. Apakah kita sedang berada di kondisi seperti yang saya sebutkan atau tidak? Agar kita bisa terhindar dari bahaya istidraj yang menurut saya sangat mengerikan.

Bahaya tentang istidraj?
Yang bisa saya katakan tentang bahaya istidraj adalah azab dari Allah yang pasti sangat pedih, sangat menyeramkan, dan sangat menyakitkan. Saya mengutip apa yang dikatakan Ustadz Hanan Attaki, “Bayangkan betapa menyeramkan dan menyakitkannya siksa neraka sebisa kalian, lalu percaya aja siksa neraka (azab Allah) itu lebih dari apa yang kalian bayangkan.” Orang yang meninggal dunia dalam keadaan istidraj, maka siksa Allah sudah menanti di akhirat. Naudzubillahimindzalik.

Cara terhindar dari istidraj?
Cara yang bisa dilakukan agar dapat terhindar dari istidraj adalah dengan memperbanyak istighfar (Astagfirullahaladzim) serta syukur atas apa yang kita dapatkan dan kita miliki. Jangan terlalu mengejar (dunia). Belajar qona’ah atau merasa cukup atas apa yang kita miliki. Kalau kita menjadi ‘budak dunia’ (money oriented), tak mustahil kita akan masuk ke dalam istidraj ini. Kita juga harus lebih dan terus mendekatkan diri kepada Allah serta terus mengharapkan perlindungan dan ampunan-Nya.

Kesimpulan
Kesimpulan dari tulisan saya kali ini adalah istidraj merupakan sesuatu yang sangat mengerikan dan berbahaya jadi kita harus sebisa mungkin terhindar dan menghindarinya. Istidraj itu bisa saya analogikan seperti ‘budak dunia’, yaitu orang-orang yang selalu mengejar materi/dunia.

Semoga tulisan ini dapat menjadi reminder, khususnya buat saya sendiri. Adapun kurangnya tulisan ini mohon dimaafkan. Semoga kita semua bisa istiqomah dan selalu bahagia dalam menjalani hidup. Komentar, kritik dan sarannya saya tunggu. Sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

Referensi:
  • https://www.dakwatuna.com/2015/11/02/76502/mengenal-maksud-dan-pengertian-istidraj/
  • https://rumaysho.com/10828-istidraj-jebakan-berupa-limpahan-rezeki-karena-bermaksiat.html
  • http://mukzizatislam.blogspot.co.id/2012/10/istidraj-dan-5-tahap-kehidupan.html

Halo hai, sob~! Bagaimana kabar kalian? Saya rasa dan saya harap kabar kalian selalu luar biasa.

Kali ini saya ingin sedikit sharing tentang beberapa alasan saya terus dan terus nge-blog meski nge-blog itu membosankan, meski sering blog ini sepi tanpa pengunjung sama sekali, meski blog tak menghasilkan/memberi apapun.

For your information, saya mulai mengenal dan menyenangi blog dan dunianya sejak tahun 2013. Waktu pertama saya mengenal blog, hal yang paling saya sukai adalah menambahkan bermacam-macam widget ke halaman blog saya.

Baru awal 2014-an saya memahami pentingnya kecepatan dan responsibilitas tampilan blog. Sejak saat itu hingga sekarang saya menjadikan dua faktor itu faktor penting di blog yang saya kelola.

Masalah yang sering muncul dan jadi tanda tanya besar bagi sebagian besar blogger (khususnya saya) adalah kenapa dan bagaimana caranya sih bisa konsisten nge-blog dengan problema yang saya sempat singgung diatas?

Semoga apa yang hendak saya sampaikan kali ini dapat menjawab pertanyaan tersebut. Inilah beberapa alasan yang saya pegang teguh sehingga saya tetap bisa terus menyukai dan menyenangi kegiatan nge-blog meskipun badai malas seringkali menerpa.

Berbagi Ilmu
Untuk suatu alasan yang saya belum bisa jelaskan, saya sangat senang ketika mendapatkan informasi/ pelajaran/ pengalaman baru. Namun, saya merasa lebih bahagia lagi ketika saya dapat membagikan pengalaman dan pengetahuan saya tersebut ke orang lain. Caranya pun dapat beragam. Terkadang ketika sedang asyik ngobrol dan momennya pas, saya share pengalaman/ pengetahuan baru saya tersebut. Namun, karena momen kadang tidak pas, hasrat untuk berbagi saya pun tidak tersalurkan. Akhirnya, blog menjadi solusi untuk masalah saya tersebut.

Saya juga pernah mendengar kalau ilmu itu diajarkan, maka orang yang belajar akan menjadi tahu dan orang yang mengajarkan menjadi lebih tahu. Maka, dengan saya menuliskan pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki, secara tidak langsung saya telah menjadi ‘guru’ bagi pembaca-pembaca saya. Keren nggak?

Selain itu, kalau tidak salah saya pernah diajarkan kalau berbagi ilmu yang bermanfaat itu adalah tabungan amal jariyah (amal yang tidak akan putus meski telah meninggal dunia). Well, I think that is just the bonus.

Menambah Relasi dan Teman
Alasan lain kenapa saya terus nge-blog adalah karena Blogger itu ada banyak sekali di dunia ini. Lucu aja rasanya bisa kenalan dan ngobrol dengan Blogger sukses sekelas Mas Adhy, owner KompiAjaib atau Mas Sugeng, owner Sugeng.Id atau Blogger lainnya yang kreatif dan seru. Tak jarang saya dapat informasi terbaru dari update-an mereka di blog mereka. Jadi selain memperpanjang tali silaturahmi, saya juga memperluas wawasan dan relasi saya melalui blogwalking dan link exchange contohnya. Klasik memang, but it works.

Melakukan Kegiatan Positif
Meskipun berstatus mahasiswa (sampai saya selesai menulis artikel ini saya masih berstatus mahasiswa), jujur saya akui saya tidak punya banyak kesibukan. Sering sekali saya mendengar mahasiswa di kampus saya mengeluh tentang padatnya jadwal kampus yang kurikulumnya sama seperti SMA (baca: masuk pagi pulang sore). Tapi saya sendiri tidak terlalu merasa diberatkan dengan hal itu. Banyak waktu luang yang saya miliki, khususnya setelah saya memasuki dua semester akhir. Karena itu saya mencari-cari banyak kegiatan untuk mengisi waktu luang saya seperti ikut kegiatan volunteering, mengajar les, sampai coba-coba bisnis online. Blog menjadi salah satu alat yang tepat untuk saya mengisi waktu luang saya melakukan hal-hal positif seperti menulis. Khususnya menulis artikel blog yang notabene terbebas dari aturan tata tulisan yang sesuai EYD/EBI. Well, I simply found a best activity to fill my free time. What do you think?

My Personal Reminder
Jujur saja, alasan saya terus nge-blog adalah karena blog merupakan personal reminder bagi diri saya pribadi. Menyinggung lagi apa yang saya bilang sebelumnya, dengan nge-blog secara tidak langsung saya mengajarkan orang lain tentang apa yang saya ketahui dan secara tidak langsung juga membuat kita semakin dan semakin paham terhadap ilmu yang kita ajarkan. Harapan saya, apa yang saya tulis dan bagikan di blog ini dapat terus saya ingat sehingga saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. So, buat saya blog itu seperti teman yang mengingatkan saya tentang apa yang pernah saya pelajari. I think if you do this, you will find no reason to stop blogging. Boleh dicoba?

Berkarya dan Berprestasi
For your information, Blogger itu punya pasar dan komunitasnya sendiri. Seringkali mereka ngobrol, berbagi, saling memberi saran dan solusi, dan tentunya berkompetisi. Dengan nge-blog, saya merasa bisa menyalurkan kesenangan saya, yaitu menuangkan ide dan gagasan ke dalam tulisan secara mudah dan tentunya gratis. Tak jarang tulisan saya dihargai dan membuahkan prestasi yang mungkin tak seberapa bagi kawan, namun untuk saya pribadi prestasi dari karya (tulisan) saya tersebut merupakan hadiah luar biasa. Setiap kali saya memikirkan tentang bahagianya mendapatkan penghargaan atas apa yang saya lakukan, saya selalu menjadi bersemangat untuk nge-blog. Mungkin sederhananya, prestasi adalah sebuah inner motivation bagi saya. Alasan ini mungkin nggak in buat kawan. So, don’t judge/ blame me, please.

Penghasilan Tambahan
Nah, poin yan satu ini adalah yang terbilang penting dan krusial. Kenapa? Karena dari 100 blogger yang pernah saya ajak ngobrol, ketika saya tanya, “Kalau blog-mu jadi duid mau?” 100 dari mereka menjawab kurang lebih seperti ini, “Ya mau, lah!” Termasuk saya. Saya nggak bohong kalau saya berharap blog yang saya kelola ini, blog Mazdesu ini, dapat menjadi tambahan penghasilan bagi saya. Namun, entah kenapa saya tidak mau mengharapkan tambahan dari iklan blog seperti Google AdSense saja, tapi saya juga berencana untuk berjualan di blog saya. Ini masih rencana, mungkin beberapa waktu ke depan saya akan memulai rencana saya tersebut. Tunggu aja, ya?

Kesimpulan
Kalau saya tarik kesimpulan, saya mempunyai banyak alasan untuk terus nge-blog meski blog ini tidak menghasilkan apapun untuk saya. Kawan boleh bekaca diri, adakah satu dari alasan yang saya sebutkan sesuai dengan kawan? Atau kawan punya motivasi dan alasan lain untuk tidak berhenti nge-blog? Satu hal yang ingin saya sampaikan pada kawan semua,
Jangan berhenti nge-blog, please!

Itulah sedikit yang bisa saya sampaikan tentang alasan-alasan saya terus nge-blog sampai sekarang. Semoga ada hal baik yang bisa kawan petik dari tulisan yang tidak karuan ini. Semangat menjalani hari. Terima kasih dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

Halo hai, sob~!  Sekarang saya hanya ingin sedikit berbagi tentang secercah ilmu yang insyaAllah bemanfaat bagi kita semua. Ilmu tersebut berkaitan dengan cara menulis salam yang benar secara bahasa maupun makna ketika ditulis menggunakan alfabet.

Kenapa saya menulis tentang ini?
Baik, ini semua berawal dari kerisihan saya ketika saya mendapatkan pesan berantai di WhatsApp yang kurang lebih isinya mengingatkan tentang ‘bahaya menulis salam yang salah’ seperti:
As
Ass

Asslamkum
Lamkum
Mikum
Dll.
Pesan WhatsApp tersebut memberitahu saya bahwa salah cara menulis salam dapat berujung ke perubahan makna seperti pantat-lah, pemabuk-lah, bahkan ada yang berarti ‘saya cinta Yahudi’.

Saya sendiri jujur kurang paham soal seperti ini. Menurut nalar saya pribadi, hal tersebut tidak akan berpengaruh pada keimanan karena saya percaya meskipun saya menulisnya ‘Ass.’ yang konon katanya berarti jorok yaitu ‘pantat’, Allah yang Maha Tahu pasti tahu maksud hati saya melalui tulisan saya tersebut. Namun, untuk menghindari ke-sok-tahu-an, saya pun mencari-cari referensi tentang cara menulis salam yang baik dan inilah hasil dari pembelajaran saya.
Note: Ilmu yang saya bagikan ini bersumber dari penalaran dan penelusuran pribadi, saya tidak bertanya dan tidak berguru kepada siapapun, apabila ada kesalahan, harap dimaklumi, dikoreksi, dan jangan dimaki.

Cara menulis salam yang benar?
Baik, ini adalah cara menulis salam yang benar apabila mengikuti kaidah tulisan Arabnya.
Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sedangkan untuk menjawab salam tersebut, cara penulisan dalam alfabet-nya adalah seperti ini:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Selesai. Kalau kawan setuju bahwa cara penulisan salam di media sosial ini memberi pengaruh kepada keimanan seseorang dan kawan benar-benar ingin mencerdaskan masyarakat, maka silahkan kawan budayakan untuk menuliskan salam dan menjawab salam dengan format seperti itu.

Semoga tulisan sederhana ini dapat memberi manfaat bagi saya dan kawan sebagai pembaca. Tulisan ini sebenarnya saya buat sebagai reminder pribadi bagi diri saya, jadi kurang lebihnya harap dimaafkan. Terima kasih dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

Halo hai, sob~! Baik, mungkin sudah sekian lama saya tidak pernah menulis postingan opini. Kali ini, saya ingin sedikit membahas tentang mental baru yang terbentuk di generasi millennial kita.

Ya, sesuai dengan judulnya, yang saya ingin bahas berkaitan dengan mental generasi muda kita sekarang yang (sorry to say) semakin hari semakin aneh.

Kenapa?

Pernah satu-dua kali saya dengar obrolan kalau generasi millennial itu:
  • Cerdas dan kreatif.
  • Aktif.
  • Kritis.
  • "Kekinian".
Tapi saya heran, kenapa banyak diantara mereka yang masih tidak memahami fungsi dari media sosial yang sudah menjadi kebutuhan pokok mereka kini hari?

Mungkin sederhananya seperti ini: Media sosial itu adalah sebuah alat yang seharusnya digunakan untuk menyosialisasikan diri kita. Ingat, menyosialisasikan diri, bukan menyosialisasikan kehidupan.

Sederhananya sosialisasi adalah memperkenalkan agar orang/sosial kenal/tahu/mengerti tentang apa yang diperkenalkan. Cukup. Fungsi lain dari media sosial adalah untuk komunikasi. Jadi, setelah kita memperkenalkan diri kita, mulailah komunikasi dengan yang kamu anggap sosial tersebut.

Seharusnya begitu. Tapi sekarang, kebanyakan anak muda yang kekinian malah sibuk menggunakan media sosial untuk menyosialisasikan kehidupan mereka. Contoh, ketika mereka sedang makan di suatu tempat, mereka buat Insta Story, update Path. Untuk apa?

Biar bisa eksis dan dilihat orang banyak?
Oke, satu alasan yang bisa saya terka ketika memikirkan kenapa kids jaman now sangat suka memperlihatkan kehidupan mereka di media sosial adalah supaya bisa eksis. Ya, mereka update hanya karena mereka ingin dilihat dan jadi populer. Mereka rela spend more than what they have demi hal itu. Banyak dari mereka yang percaya bahwa mereka bisa tenar di media sosial dan mereka percaya bahwa ketenaran mereka dapat mendukung masa depan mereka (economically and socially). Berharap dapat endorse, banyak dari mereka yang masih bersekolah nabung beli barang-barang mahal dan berkelas seperti sepatu Yeezi atau Adidas atau Nike ori yang mana uangnya kalau mereka tabung, kuliah mereka nggak perlu nyusahin orang tua. Did you see the point?

Mau berbagi kebahagiaan?
Kalau mereka bilang, ‘berbagi kebahagiaan’, maka saya bilang, itu mengajarkan generasi yang lebih muda untuk menjadi hedon/glamour/hura-hura. Miris ketika saya melihat anak-anak cilik usia 7 atau 10 tahunan membeli dan mengenakan baju Yogs dari Young Lex yang panjang membentang menembus tanah. Atau anak perempuan berhijab yang menari-nari lepas ala barat (baca: seksi) menirukan tarian-tarian Korea. Saya tidak menyalahkan Young Lex atau Jilbab disini. Ok?

Kan biar nggak gabut!
Kalau mereka bilang, ‘biar nggak gabut’, maka saya bilang, buat sesuatu atau lakukan sesuatu yang lebih produktif dan positif. Jika suka buat Insta Story, cobalah buat short film atau naskahnya. Kalau suka buat Insta Story tentang makanan, cobalah buat tulisan food review dan tawarkan tulisan tersebut ke media cetak atau media publikasi lainnya. Dengan begitu mereka bisa lebih produktif dan dapat mengukur kemampuan menulis kita. Kalau gitu kan luar biasa!

Kan keren!
Kalau mereka bilang, ‘kan keren’, maka saya bilang, lebih keren lagi kalau kalian mengunggah karya kalian ketimbang keseharian kalian di media sosial. Saya lebih mengapresiasi mereka yang mengunggah karya mereka (puisi, lukisan, musik, hasil jepretan, dll.) di media sosial mereka ketimbang foto keren mereka di suatu tempat/ momen dengan tagar #UnforgettableMoment.

Bukan jelek ataupun salah melainkan kurang pas. Kan namanya juga Ke-hi-du-pan pri-ba-di. Ya pribadi, buat diri sendiri. Nggak perlu kita pertontonkan ke orang lain. Saya mengutip kata-kata dari salah seorang sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib. Beliau berkata:
“Tak perlu kamu menjelaskan tentang dirimu karena yang membencimu takkan percaya dan yang mencintaimu tak memerlukannya,” – Ali bin Abi Thalib
Itu sebenarnya hasil paraphrase saya karena saya lupa teks aslinya seperti apa. Tapi intinya, menceritakan tentang apa yang terjadi pada dirimu bukanlah sesuatu yang perlu untuk dilakukan apabila tidak diminta atau ditanya.

JADI, nggak perlu update status ketika kejebak hujan karena orang-orang yang peduli akan mencari dan menghubungi ketika kalian tak ada.

Nggak perlu update status ketika makan makanan mewah ala restoran atau café karena orang yang mencintaimu hanya akan bertanya “sudah makan? Makan dimana?”

Nggak perlu update status ketika hendak melakukan sesuatu (contoh: ‘diet soon’, ‘otw holiday’) karena yang menyayangimu akan selalu tahu dan mencari tahu yang akan kamu lakukan agar mereka dapat membantu dan mendukungmu.

Nggak perlu update status ketika telah melakukan suatu hal positif (contoh: membantu orang, ikut kajian) karena orang-orang yang membencimu akan tetap membencimu dan mencari alasan negatif atas tindakanmu.

Ngerti?

Kesimpulan
Inti dari tulisan saya kali ini adalah banyak (tidak semua) anak muda millennial yang masih salah kaprah dan terlalu ‘eksis’ di dunia maya dan lupa untuk berkarya.

Mungkin masih ada sanggahan seperti:
  • Kan media sosial sekarang bisa jadi lahan bisnis.
Hal tersebut akan saya coba bahas lain waktu. Semoga Allah memberikan kesehatan dan kesempatan agar saya dapat memberi komentar terhadap pernyataan itu.

Sekali lagi saya tekankan pada semua pembaca, kalau kalian adalah generasi millennial yang dimaksud, silahkan berkaca diri, iyakah kalian seperti yang saya sebutkan? Kalau iya, saya yakin kalian tahu apa yang perlu kalian lakukan. Kalau kalian punya kenalan yang tergolong kids jaman now, ingatkan mereka.

Itu dulu yang bisa saya sampaikan. Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari tulisan sederhana ini. Komentar, kritik dan saran saya terima dengan senang hati. Terima kasih dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

Halo hai, sob~! Pernah nggak kawan berpikiran untuk mendapatkan uang dari internet? Atau pernah nggak kawan bertanya, ‘Gimana sih caranya mendapatkan uang dari internet?’

Kalau kawan menjawab, ‘iya pernah,’ maka saya akan menjawab bahwa ada sejuta dari semilyar cara yang bisa kawan coba untuk meraup pundi-pundi Dollar ($) maupun Rupiah (Rp) di internet. Dari mulai cara yang memerlukan biaya/modal hingga cara yang gratisan.

Nah, kali ini saya ingin membagikan sebuah informasi tentang cara memperoleh receh (baca: uang) dari internet. Mungkin dari judulnya kawan sudah bisa menerka apa yang saya maksud.

Ya, saya ingin memberi tahu kawan bagaimana cara meraup uang di internet hanya dengan mengisi survei-survei sederhana. Sudah tahu bagaimana caranya?
Note: Sebelum melangkah lebih jauh, tolong ingat bahwa tip ini tidak akan membuat kawan menjadi ‘kaya raya’.
Izinkan saya perkenalkan situs Web Survey ternama, YouGov.

Apa itu YouGov?
YouGov adalah situs web survei multi-bahasa yang fokus di bidang industri jual-beli. Situs ini mengumpulkan informasi dari para panelis (pengguna) tentang pendapat dan minat terhadap produk-produk yang ada di pasaran, menganalisa data tersebut dan menyimpulkan dan mempublikasikan hasilnya ke khalayak untuk nantinya digunakan sebagai bahan pertimbangan, khususnya oleh orang-orang Marketing.

Apa manfaat dari situs YouGov ini?
Seperti yang saya bilang sebelumnya, situs YouGov ini mengumpulkan dan menganalisa data untuk pasar. Informasi yang dipublikasi oleh pihak YouGov ini seringkali digunakan sebagai bahan pertimbangan oleh para online marketers sebelum mengambil tindakan. Informasi yang dipublikasi pun bisa dibilang kredibel dan cukup akurat. Intinya, situs ini sangat membantu para pebisnis, peneliti, dan online marketers untuk mengenali pasar dan mengembangkan bisnis masing-masing.

Sedangkan manfaat untuk pengguna/ panelis sendiri adalah informasi tentang keadaan pasar dan apa yang sedang terjadi di dunia ekonomi. Sehingga tak sedikit para panelis dari YouGov mempunyai wawasan yang luas tentang pasar (industri dagang).

Selain itu, para panelis jadi bisa memanfaatkan waktu untuk sesuatu yang lebih positif karena saya percaya kawan lebih banyak menggunakan waktu kawan meng-scroll timeline media sosial kawan ketimbang melakukan hal-hal yang produktif, iya kan? Iya nggak, sih?

Daaaan, tentu seperti yang saya bilang diawal, pengguna YouGov bisa jadi mendapatkan hadiah dari YouGov sebagai bentuk apresiasi untuk kontribusi kawan.

Apa saja hadiah yang mungkin kawan dapatkan?
Banyak. Ada beberapa pilihan hadiah yang bisa kawan claim seperti pulsa, voucher Air Asia, vocer Zalora, ataupun uang tunai yang dikirim melalui PayPal. Kawan pun bisa berdonasi ke UNICEF melalui situs YouGov ini.

Bagaimana kawan? Apakah kawan tertarik untuk mencoba? Kalau iya, yuk kita next.

Bagaimana cara mendaftar di YouGov (cara memulai)?
Pertama, silahkan kawan akses situs YouGov melalui link berikut ini: YouGov
Note: Link diatas merupakan link referral saya. Kalau kawan tidak ingin menjadi referral saya, silahkan akses link berikut ini: id.yougov.com/
Kedua, klik tombol Register/Daftar yang ada dan gunakan data-data asli/valid tentang diri kawan.
Ketiga, setelah semua data terisi, silahkan klik Submit.
Keempat, cek email yang digunakan untuk mendaftar. Seharusnya kawan menerima satu email konfimasi dari YouGov. Klik link konfirmasi yang dikirimkan.
Voila. Kawan sudah secara resmi mempunyai akun YouGov dan siap untuk berkontribusi di YouGov.

Bagaimana cara bermain di YouGov (cara menghasilkan uang)?
Setelah akun YouGov kawan aktif, kawan akan mendapatkan email undangan dari YouGov setiap kali ada survei baru yang tersedia. Untuk setiap survei yang kawan isi sampai selesai, kawan akan diberikan poin oleh pihak YouGov. Jadi yang perlu kawan lakukan adalah memeriksa email kawan sesering mungkin. Biasanya YouGov mengirimkan undangan sekali setiap hari.

Kawan juga bisa mengikuti program referral dimana kawan mengajak orang lain untuk ikut berpartisipasi di YouGov dengan menyebar link undangan khusus milik kawan. Untuk setiap satu orang yang kawan undang dan mendaftar ke YouGov, kawan akan dihadiahi 200 poin oleh YouGov.

Untuk meng-claim hadiah-hadiah dari YouGov, kurang lebih kawan harus mengumpulkan 5000 poin. Oleh karena itu, dari awal saya ingatkan bahwa ini hanyalah sebuah tip supaya aktivitas surfing kawan lebih produktif dan tidak akan menjadikan kawan kaya raya.

Kesimpulan
YouGov adalah sebuah situs survei yang mengapresiasi panelisnya dengan menyediakan sistem poin dan claim reward. Untuk kawan yang merasa kalau kegiatan di internet-nya kurang produktif, boleh mencoba untuk mengisi waktu luang mendaftar di situs ini. Situs ini tidak akan membuat kawan menjadi kaya, tapi akan menjadikan kawan lebih berwawasan. So, let’s be smart together.

Nah, mungkin itu yang bisa saya jelaskan tentang Cara Mendapatkan Uang Di Internet Secara Gratis Dengan Mengisi Survey. Mungkin banyak hal yang kurang jelas dari artikel ini. Jadi, kalau memang ada yang masih membingungkan, tanyakan saja via kolom komentar di bawah. Semoga kawan yang membaca jadi pribadi yang lebih produktif di internet dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

Halo hai, sob~! Kali ini saya mau sedikit berbagi satu tips yang mungkin akan sedikit membantu kawan dalam mengelola waktu dan stay up-to-date terhadap informasi-informasi dari blog/situs kesayangan kawan.

Ya, mungkin kawan sudah tahu sendiri dari judulnya. Jadi, sekarang saya akan menjelaskan cara berlangganan RSS situs/blog via Email sehingga kita bisa mendapatkan update dari artikel-artikel unggahan terbaru dari blog/situs tersebut.

Kenapa harus berlangganan RSS situs/blog via Email?
Alasan ini berasal dari pengalaman saya sendiri. Saya mempunyai daftar beberapa situs dan blog kesukaan yang selalu saya nantikan update-nya. Setiap hari saya membuka blog dan situs tersebut untuk mengetahui apakah sudah update atau belum. Menurut saya itu kurang efektif dalam segi waktu. Oleh karena itu saya mencoba mencari sebuah alternatif. Walhasil saya menemukan cara, yaitu dengan berlangganan melalui email. Sekarang, saya hanya perlu memeriksa email di hp untuk mengetahui apakah ada update atau belum. Menarik bukan?

Bagaimana caranya?
Pertama, kalian hanya perlu untuk mengakses Blogtrottr atau bisa langsung ke https://blogtrottr.com.

Kedua, setelah itu kalian tinggal memasukkan link feed RSS blog favorit kalian beserta email aktif kalian. Untuk blog dari Blogger biasanya linknya seperti ini:
*domain/feeds/posts/default
Contohnya:
www.mazdesu.com/feeds/posts/default
Untuk bagian silahkan pilih Realtime. Setelah semuanya terisi, klik tombol Feed Me.

Ketiga, silahkan kalian cek email kalian. Apabila semuanya benar, kalian akan mendapat sebuah email konfirmasi dari Blogtrottr.

Voila. Sekarang kalian sudah berhasil berlangganan di situs favoritmu. Perlu diketahui bahwa pelayanan ini bersifat gratis dan dikerjakan secara manual. Jadi kalau ada sedikit keterlambatan atau error, harap dimaklum dan disampaikan baik-baik dalam bentuk saranke developer-nya.

Kesimpulan
Tips ini akan membantu kawan dalam mengelola informasi dan waktu sehingga kawan dapat tetap mendapatkan update informasi dari website kesukaan kawan dan bisa tetap beraktivitas dengan produktif.


Semoga artikel ini membantu kawan dalam satu atau dua hal. Sampai jumpa di artikel saya lainnya.

Halo hai, sob~!  Kawan. Pernah nggak kawan bertanya, “Ngapain sih ngeblog? Emang kita bisa sukses? Emang kita bisa berpenghasilan dengan ngeblog?”

Jujur. Jika terlintas pertanyaan seperti itu di kepala kalian, apa yang akan kalian rasakan? Pasti itu bikin kalian nge-drop, iya kan?

Saya juga sempat berpikiran seperti itu. Kalian tahu apa yang saya rasakan? Ya, saya mengalami apa yang orang sering sebut dengan writer block. Itu adalah kondisi dimana seorang penulis (novel/ artikel) tidak mempunyai motivasi maupun ide.

Stucked!

Meskipun saya mencoba untuk membangkitkan motivasi saya, tetap saja tangan ini sulit untuk merangkai kata-kata. Problem itu pada akhirnya menuntun saya untuk membuat sebuah artikel yang mungkin kurang penting juga. Artikel itu saya beri judul Galau, Antara Lanjut Nge-blog atau Hiatus?

Setelah menulis artikel itu, saya pun hiatus dari dunia per-blogging-an. Saya benar-benar meninggalkan semua hal tentang blog. Saya membiarkan blog saya tidak terurus cukup lama. Mungkin sekitar enam bulan saya melupakan blog saya.

Saya percaya. Nggak, saya yakin kawan juga ada yang pernah mengalaminya.

Lalu apa yang terjadi sehingga saya bisa kembali ke dunia per-blogging-an yang tidak menghasilkan ini?
Waktu itu saya sempat ngobrol dengan salah seorang teman saya. Dari obrolan beragam topik itu, salah satu yang dibahas adalah tentang lagu favorit. Saya ditanya tentang lagu yang saya suka dari Avenged Sevenfold, dan yang saya ketahui adalah Dear God, Seize The Day, So Far Away, Beast and The Harlot, dan Bat Country.

Lalu teman-teman saya bertanya tentang lagu Unholy Confessions, Reemissions, Eternal Rest, I Won’t See You Tonight, dan beberapa lagu Avenged Sevenfold lainnya yang kurang saya ingat.

Nah, itulah yang menjadi awal kembalinya saya ke dunia per-blogging-an.

Ngerti?

Jadi begini, dari perbincangan itu saya sadar kalau sebenarnya semua orang itu punya porsi yang sama untuk mengenal dan dikenal melalui karya. Ketika saya tanya pada kawan, tahukah kawan tentang Elvis Prisley? Lagu-lagunya? Bagaimana dengan Eminem? Tahukah kalian lagu-lagunya? Mungkin kawan tahu beberapa seperti Rap God atau Not Afraid karena memang sangat populer, tapi pernahkah kalian dengar lagu Murder Murder, atau Low Down Dirty, atau mungkin If I Had…?

Mungkin tidak.

Intinya adalah semua orang punya masanya. Kita mungkin bisa bermimpi setiap apa yang kita buat atau lakukan menjadi viral seperti halnya Raditya Dika dengan karyanya, Pidi Baiq dengan Dilan Milea-nya, ataupun Raffi Ahmad dengan track record-nya. Tapi, tak selalu mimpi itu menjadi nyata.

So, buat kalian yang juga pernah nge-blog atau sekarang masih aktif nge-blog, teruslah menulis. Teruslah berkarya. Mungkin kalian akan mempertimbangkan “Apa yang akan kalian dapatkan?”  yang mana nanti akan menuntun kalian menuju keputusasaan. Ketika itu terjadi, ingat juga bahwa setiap legenda berawal dari ketiadaan. Setiap orang terkenal pernah sekali tak dikenal. Tak semua karya akan diingat, tapi pasti ada satu yang akan mengangkatmu ke tempat yang lebih tinggi, lebih cerah, lebih baik.

So, sekali lagi saya minta dan saya harap kawan senang hati untuk melaksanakannya. Tolong! Tolong dengat sangat, jangan berhenti untuk terus berkarya karena orang-orang tanpa karya hanyalah orang yang tidak beguna. Ya, itu menurut saya pribadi, sih.

Mungkin kalian pernah mendengar sebuah petuah dari seorang legenda, Walt Disney, “If you can dream it, you can do it.” Coba pegang prinsip itu kuat-kuat dan terus melangkah maju. Pasti, meskipun tak tahu kapan, semua kerja keras dan jerih payah kawan akan terbayarkan dengan hasil yang memuaskan. Percayalah.

Semoga tulisan ini dapat memberikan sebuah motivasi bagi kawan untuk terus berkarya dalam beragam bentuk. Selamat berkarya dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

Akhmad Syahroni

{facebook#https://www.facebook.com/akhmadsyahroni101} {twitter#https://www.twitter.com/mazdesu} {google-plus#https://plus.google.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com/mazdesu}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget