Skip to main content

follow us

#ODOH: 3 Dosa yang Paling Besar
Assalammualaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Halo hai, sob~! Senang rasanya bisa mengumumkan ini. Bersama dengan artikel ini saya beritahukan bahwa mulai saat ini dan ke depannya, insha Allah, Mazdesu akan rutin mem-posting satu artikel dengan tagar #ODOH yang berarti (One Day One Hadist). Semoga genre tulisan baru di Mazdesu dapat memberi pengaruh positif bagi kita semua.

Sebagai pembuka, tahukah kalian tentang 3 dosa yang dianggap paling besar di mata Allah? Berikut adalah jawaban tentang 3 dosa yang paling besar.

Dari Ibnu Mas’ud Radiyallahu anhu ia berkata: Saya pernah bertanya kepada Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam: “Dosa apa yang paling besar?” Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Jika kamu menjadikan sekutu bagi Allah Subhanahu wata’ala padahal Dia yang menciptakanmu.” “Kemudian apa?” Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Jika engkau membunuh anakmu karena takut ia makan bersamamu.” “Kemudian apa? Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Jika kamu berzina dengan isteri tetanggamu.” (Muttafaqun’alaih)

Yang bisa diambil atau dipelajari dari hadist di atas antara lain:
  • Jangan sekali-kali kita menyekutukan Allah. Mungkin lebih mudahnya jangan musyrik. Kita harus percaya bahwa Allah itu esa dan tidak ada sekutu baginya seperti yang kita serukan dalam kalimat syahadat, laa ilaa ha ilallah.
  • Janganlah menyakiti (apalagi sampai membunuh) seorang anak karena takut kelaparan. Bila kita sedang ‘susah’ sampai-sampai kita tidak punya makanan yang cukup, jangan takut kelaparan. Insha Allah, kita tidak akan mati kelaparan kalau kita membiarkan anak kita mengobati rasa laparnya terlebih dahulu.
  • Jangan sekali-kali bersua dengan perempuan orang lain karena sudah sangat jelas bahwa zina itu HARAM. Untuk semua laki-laki, khususnya yang sudah beristri, belajarlah menahan pandangan. Laa taqrobulzina.

Itulah dia sedikit ilmu yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat dan dapat menambah ketaqwaan kita terhadap Allah Subhanahu Wata’ala. Saya minta doa dan dukungannya agar dapat istiqomah dalam meng-update #ODOH ini. Terima kasih dan sampai berjumpa di tulisan saya lainnya.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar