Skip to main content

follow us

Blogspot sulit bersaing dalam hal SEO
Halo hai, sob~! Apa kabar kalian, bahagia? Senang? Beberapa waktu yang lalu saya sempat membaca dari blog salah seorang expert, menurut saya, tentang isu bahwa blog yang di-hosting di Blogspot akan sulit untuk bisa bersaing dalam hal SEO. Benar nggak, sih?
Oke, jadi ada beberapa hal yang ingin saya bahas:
  1. Apa itu faktor trust?
  2. Pengaruhnya terhadap blogger?
  3. Apa yang harus dilakukan sebagai seorang blogger?
  4. Kesimpulan
Baik, itulah dia hal-hal yang akan saya bahas pada kali ini.

Dalam artikel yang saya bilang tadi menyatakan kalau blog yang di hosting di Blogspot itu sulit untuk SEO karena faktor TRUST.

Apa sih faktor trust itu?
Jadi faktor TRUST yang dimaksudkan dalam bacaan tersebut adalah faktor yang dinilai oleh Google. Google sekarang mulai menilai kualitas suatu web seperti halnya manusia (orang yang mengunjungi web). Faktor trust ini merupakan cara menilai suatu web. Intinya, faktor trust itu dilihat dari:
  • Berapa besar modal yang dikeluarkan? Semakin besar harusnya semakin berkualitas, dong.
  • Seberapa panjang konten yang dimuat? Semakin panjang suatu tulisan semakin berkualitas blog/ web tersebut. Harusnya gitu, kan?
  • Seberapa sering konten di web/blog tersebut di-update? Semakin sering update semakin bagus kualitas web tersebut.
  • Bagaimana link building-nya? Kalau banyak external link-nya, mana bisa dipercaya?
Sip. Kurang lebih itulah beberapa faktor yang menjadi penilaian dari trust-nya suatu web. Secara tidak langsung, artikel tersebut mau bilang:
  • Kalau blog yang di hosted di Blogspot nggak mungkin bisa bersaing, kan gratisan.
  • Kalau konten yang dimuat itu-itu aja, ya sia-sia.
  • Kalau update-nya jarang-jarang, for example seminggu sekali, ya nggak mungkin bisa dipercaya-lah.
  • Kalau upload gambar di Blogspot kan jadi external link, tuh. Ke Blogspot.com. Jadi bakalan jelek untuk SEO blog.

Oke, kalau memang Google Webcrawler sudah menilai sampai ke situ. Yang perlu jadi perhatian kita (kawan yang masih menggunakan Blogger dan saya) adalah poin pertama dulu.

Poin pertama adalah kekuatan kita, blogger yang memanfaatkan the power of Google server. Kita nggak perlu ribet-ribet dan khawatir blog kita bakalan di jailin sama orang, di-Jingling-lah, bomb click-lah, atau perilaku kriminal lainnya karena blog kita secara tidak langsung sudah diurus oleh Google.

Prinsip saya masih seperti prinsip orang kismin pada umumnya, “kalau ada yang gratis dan kualitasnya nggak beda jauh, kenapa harus bayar?

Selanjutnya kita sedikit bahas poin kedua dan poin ketiga. Kedua poin ini berhubungan dengan kualitas konten dan intensitas update suatu blog. Menurut saya pribadi, ada clash antara artikel yang saya baca dengan keyakinan yang saya pegang teguh.

Kalau kalian pernah membaca artikel-artikel PanduanIM.com, kalian mungkin punya pemikiran yang sama dengan saya, “Content is king, quality first, quantity then.

Maksudnya mungkin seperti ini, konten itu yang paling utama dalam web. Kualitas dari konten itu lebih penting ketimbang kuantitasnya. Jadi, mending nulis satu artikel tapi benar-benar solutif, informatif, dan aplikatif.

Ketika kita membuat konten yang memang diperlukan oleh pembaca, pembaca akan senantiasa membaca konten tersebut sampai habis. Karena memang mereka perlu.

Jadi, menurut saya kuantitas konten tidak berbanding lurus dengan trusted atau tidaknya suatu web. Beda cerita kalau web berita, karena yang dikejar adalah hot news.

Oleh karena itu, poin kedua dan ketiga menjadi challenge untuk blogger yang masih pecaya pada Blogspot. Bisa tidak kita membuat konten yang berkualitas tinggi, kalau bisa melebihi konten yang dimuat di web-web berbayar, dalam tempo yang tidak terlalu lama. Satu hari satu konten mungkin.

Dan poin terakhir, berkenaan dengan external link dari gambar. Percaya atau tidak, saya merasa hal itu tidak memberi pengaruh besar. External link bisa jadi jelek kalau disasarkan ke web yang tidak kredibel. Tapi gambar yang diunggah di Blogspot kan tertuju ke Blogspotnya langsung yang popularitas dan kredibilitasnya sudah tidak perlu ditanyakan lagi. Well, ilmu saya soal yang beginian sih masih dasar banget. Saya takut ada kekeliruan, jadi tolong dikoreksi kalau memang ada yang salah.

Apa pengaruhnya terhadap blogger?
Terlepas dari benar atau tidaknya hipotesa yang diangkat oleh artikel yang saya baca tersebut, tentu hal itu akan berdampak pada diri blogger kebanyakan.

Saya yakin bukan cuma saya yang membaca tulisan tersebut. Untuk beberapa blogger muda atau blogger yang baru terjun ke dunia per-blogging-an akan terkontaminasi pemikiran bahwa untuk membuat blog yang bagus haruslah yang berbayar, yang berdomain mahal, yang eksklusif dan hal-hal wah lainnya.

Dan tak mustahil ada beberapa blogger yang motivasi nge-blog-nya untuk jadi tenar, untuk nantinya berjualan, mereka nge-down karena mereka beranggapan bahwa apa yang mereka lakukan  (nge-blog make Blogspot) itu sia-sia.

Mungkin tidak semua. Tapi saya percaya, ada sebagian kecil, atau mungkin sebagian besar, yang seperti itu.

Apa yang harus dilakukan oleh seorang blogger?
Pertama, pastikan tekad kalian terlebih dahulu. Saya tidak bilang kalau isu yang diangkat itu hoax. Ada kemungkinan kalau itu benar. Jadi, pastikan kalian punya tujuan yang jelas untuk nge-blog.

Kalau tujuan kalian untuk berbisnis di blog dan masih menggunakan layanan gratis dan powerful-nya Blogspot, silahkan siap-siap untuk berhijrah menyewa hosting atau VPS. Supaya kalian tidak tergilas dalam hal SEO.

Tapi, kalau tujuan kalian adalah sharing, berbagi ilmu atau pendapat, mencari ladang pahala, maka stay aja di Blogspot. Manfaatkan Blogspot dan media sosial sepeti Facebook, Twitter, Instagram, Line, Google+, dan daring lainnya untuk memperlihatkan tulisan kalian pada khalayak.

Seperti yang saya tulis sebelumnya, “Content is king.” Nggak usah ragu untuk percaya kalau konten (tulisan) kita bagus, memberi manfaat bagi yang baca, dengan sendirinya orang akan merekomendasikan, men-share­, dan membaca artikel-artikel lainnya.

Jadi, yang perlu kalian lakukan adalah tentukan pilihan. Hijrah ke web ber-hosting atau stay dengan blog gratisan akan sama saja, karena yang akan dinilai paling utama itu adalah kualitas konten.

Kesimpulan
Pada akhirnya, saya hanya bisa bilang, semuanya kembali pada kawan. Saya mencoba memberikan pendapat saya, tapi jangan lupa kalau saya hanyalah pembelajar (awam) perihal SEO maupun Internet marketing.

Yang jelas, apapun yang kawan pilih, minumnya teh botol Sosro. Mau kawan pindah ke web berbayar atau tetap memilih yang gratis, utamakan konten. Pastikan kawan enjoy menulis konten untuk web kawan dan pastikan konten tersebut memberi dampak positif bagi kawan sebagai penulis maupun pembaca.

Saya percaya, blogger di Indonesia bisa memberi pengaruh positif bagi agama, nusa, dan bangsa.

Itulah sedikit pendapat dari si awam. Semoga ada hal baik yang bisa diambil. Kalau ada yang salah itu sepenuhnya dari saya. Komentar, kritik dan saran saya terima dengan senang hati. Yuk kita diskusi. Terima kasih sudah bersedia membaca dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar