Skip to main content

follow us

Ku Benci Untuk Mencintaimu…
Halo hai, sob~! Maaf ya kali ini saya lagi pengen nulis yang kurang faedah dulu. Tolong jangan marah apalagi sampai minggat dan nggak mau balik lagi ke blog ini. Huhu.

16 April 2018
Sebuah lagu tak sengaja ku temukan di folder lama laptop-ku.

File bernama Naif – Benci Untuk Mencinta.mp3 entah mengapa sangat menarik perhatian mataku.

Ku buka file tersebut dan lagu lawas pun mulai berputar.

Bait demi bait ku dengar dengan seksama.

Entah karena suasana yang sepi, atau hati, sehingga lagu ini menjadi begitu pas buatku.

Tanpa terasa badanku bergoyang ke kiri dan ke kanan mengikuti lagu.

Bibir pun tanpa sadar ikut melantunkan nyanyian lagu itu.

Saat sampai pada bagian, “Aku tak tahu apa yang terjadi, antara aku dan kau, yang kutahu pasti, kubenci untuk mencintaimu” tiba-tiba aku teringat satu nama. Satu wajah yang dulu sangat ku rindu.

Dan hingga kini pun masih begitu.

Aku jadi mengingat kembali kisah senang bersama hingga kisah-kisah pilu.

Haha, terkadang aku bertanya, “Kenapa kisah-kisah dulu sangat lucu?”

Hei kamu, orang yang membuatku tersenyum lepas.

Bagaimana kabarmu disana? Ingatkah siapa aku?

Mungkin tidak. Tak apa. Aku hanya senang bisa terwakilkan oleh sebuah lagu.

Untuk orang yang hingga kini masih ku rindu.

Rindu untuk bertemu dan bertegur sapa.

Ku benci untuk mencintaimu.

Maaf.

Ku benci tak lagi mencintaimu.

Itu benar.

Semoga masih ada waktu untuk kita bisa bertemu.

Entah aku padamu. Atau sebaliknya.

Dari seseorang yang rindu.

Pada bulan yang ditemani bintang-bintang jauh disana.


Itulah sedikit corat-coret yang saya buat untuk melepas rasa gundah ini. Huh, lega rasanya. Semoga ada manfaatnya (saya rasa nggak, sih). Terima kasih sudah mau membaca dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar