Skip to main content

follow us

Bahas Tuntas Cara Jadi Produktif di Kantor ala Mazdesu #BeMoreProductive
Halo hai, sob~! Pernah punya pikiran kaya gini nggak? “Kerja di kantor kayanya enak, nggak kepanasan, nggak kehujanan, nggak usah khawatir soal penghasilan,

Memang kalau kita kerja di kantor, kita terhindar dari panas terik matahari dan dinginnya hujan. Kita juga lebih tenang karena tahu setiap bulan uang bulanan pasti datang. Tapi perlu kawan ketahui, kerja di kantor itu punya masalah dan kendalanya tersendiri.

Malah, mungkin bisa dibilang kalau kerja di kantor itu lebih menantang dan menguras energi dan pikiran. Bayangkan saja soal stagnancy dimana kita harus duduk di kursi selama berjam-jam melakukan hal yang itu-itu saja selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Apa nggak keram tuh otot pantat?

Saya pribadi pernah bekerja di kantor, dan jujur saja saya sudah sampai di tahap itu. Tahap dimana saya merasa jenuh di kantor. Ada beberapa hal yang menyebabkan kejenuhan itu datang, dan ada beberapa cara agar kita bisa mengusir atau bahkan mencegah kejenuhan itu mampir. Bagaimana? Berikut akan saja jelaskan beberapa tips tetap produktif selama di kantor ala Mazdesu.

Sebelumnya, saya ingin menjelaskan bahwa produktivitas di kantor sangat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal (personal) maupun faktor eksternal (perusahaan).

Dari segi personal, berikut adalah hal-hal yang bisa kita coba untuk menciptakan suasana yang produktif dan kondusif.
Bangun Pola Pikir Positif Dalam Bekerja
Dalam melakukan segala sesuatu, tentunya kita harus memulainya dengan positif, karena itulah ada pepatah tua yang mengatakan, “Sesuatu yang baik akan berakhir baik.” Dalam Islam saya pernah mendengar, innamal ‘amalu binniyat, semua berawal dari niat.

Kalau kita mengawali kerja dengan sikap pesimis, sedih, gundah gulana, yakin pekerjaan yang kita kerjakan, tugas yang kita jalani, semua akan terasa berat dan akhirnya hasilnya pun tidak maksimal. Oleh karena itu, ketika kita bekerja, haruslah kita mempunyai pola pikir positif atau mungkin kita sering menyebutnya dengan istilah OP-TI-MIS.

Tentukan Tujuan dalam Bekerja
Banyak orang yang bekerja tapi pada akhirnya tidak produktif atau sekedar hadir dan menghamburkan usia di tempat kerja karena tidak punya tujuan jelas dalam bekerja. Termasuk saya pun pernah seperti itu. Oleh karena itu, akan sangat baik kalau jauh sebelum kita bekerja kita cari tahu dulu tujuan kita bekerja di tempat itu.

Tujuan itu bisa bermacam-macam. Bisa dilihat dari jenjang karir, gaji, ilmu yang didapat, atau alasan yang lebih sosialis seperti pekerjaan tersebut bisa membuat saya lebih sering berkontribusi pada masyarakat, membuat saya lebih dekat dengan yang Maha Kuasa, atau alasan-alasan lainnya yang mana itu menjadi hak prerogratif kawan.

Kalau kawan baru membaca tulisan saya ini ketika kawan sudah bekerja, one thing that I want to say to you is, nggak ada kata terlambat. Coba kawan cari tahu sekarang apa tujuan kawan bekerja di tempat kawan sekarang, apa yang ingin kawan lakukan dan apa yang kawan harapkan dari tempat kerja tersebut? Kalau pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak bisa terjawab, maka pilihannya dua, keluar dan cari tempat kerja yang bisa membuat kawan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, atau kalau kawan ragu untuk keluar dari tempat kawan bekerja, yakinkan diri kawan untuk menemukan satu alasan anda ingin bekerja.

Tak perlu alasan yang begitu jauh dan luar biasa. Kalau kawan sudah berkeluarga, jadikan mereka sebagai alasan kawan bersemangat bekerja. Kalau belum, buat cita-cita kawan sebagai alasan kawan bekerja dengan baik. Saya sendiri membuat cita-cita saya untuk punya tempat makan sendiri sebagai tujuan saya. Saya katakan pada diri saya sendiri, “Saya mau memasak untuk orang lain, maka dari itu saya perlu kerja, nabung uang untuk modal meraih mimpi saya,”

And it works! Saya sanggup menjalani setiap hari kerja saya dengan maksimal karena saya punya tujuan di akhir, yaitu tercapainya mimpi/ cita-cita saya. So, make sure that you have a purpose to work!

Jalin Komunikasi yang Intens
Percaya atau nggak kalau komunikasi itu punya peran yang saaaaangat besar dalam membentuk suasana kerja yang kondusif dan produktif. Memang kadang canggung untuk memulai sebuah perbincangan, tapi orang lain juga mungkin merasakan hal yang sama dan kalau dua-duanya merasakan hal yang sama tanpa ada yang berani bertindak, maka nggak akan pernah terjadi yang namanya komunikasi di tempat kerja.

Itu masalah ke rekan kerja yang notabene setingkat, gimana kalau sama atasan? Mungkin sekarang ini masih ada atasan yang masih ‘gengsi’ untuk memulai pembicaraan dengan bawahannya dan itu beragam sekali alasannya, wibawa-lah, ini-lah, itu-lah, apa aja alasannya. Oleh karena itu, kita-lah (baca: pegawai) yang harus memulai.

Memang rasanya agak gimana gitu kalau mau ngobrol sama atasan, maka dari itu perlu momen yang pas juga. Saya pertama kali ngobrol dengan Kepala Redaksi saya, Pak Iman, dengan menanyakan job desk saya.

Buka dulu kancing kemejanya, baru buka kemejanya. Sama seperti itu menurut saya teorinya. Mulailah dari hal-hal kecil, dan percaya-lah kalau sebenarnya bos kita itu senang ngobrol dengan kita. Balik lagi ke yang saya bilang tadi, optimis aja dulu.

Kalau komunikasi dengan atasan dan rekan kerja sudah terjalin dengan baik, yakin deh jenuh dalam bekerja itu akan sulit mampir dan produktivitas kita dalam bekerja juga akan meningkat berkali-kali lipat.

Itulah beberapa hal yang bisa kita lakukan dilihat dari sudut pandang personal atau pegawai. Bagaimana kalau dari segi perusahaan? Dari sudut pandang perusahaan, menurut saya, ada beberapa hal yang harus di pertimbangkan agar dapat tecipta suasana kerja yang kondusif di kantor.

Jamin Kenyamanan Pegawai Selama Bekerja di Kantor
Ada beberapa hal yang kadang perusahaan itu missed ketika mempekerjakan seseorang. Kasarnya, kalau saya dengar obrolan di warkop, problema yang sering dihadapi pegawai adalah “Gaji nggak seberapa, kerjanya buanyaknya, waktunya gilaaaaa, fasilitas nggak ada,

Nah, dari cuitan masyarakat warung kopi tersebut, saya tarik kesimpulan bahwa kenyamanan seorang pegawai baik itu kantor, pabrik, atau pekerja lapangan berhubungan erat dengan:
  • Gaji yang cukup
  • Waktu kerja yang masuk akal
  • Fasilitas yang menunjang
Oleh karena itu, akan lebih baik bila perusahaan dapat mempertimbangkan hal tersebut. Gaji yang mencukupi bagi pegawai, pekerjaan yang sesuai dan tidak terlalu memberatkan sehingga dapat menyita waktu pribadi pegawai bersama sanak keluarga, serta fasilitas yang mendukung pegawai melakukan pekerjaan-pekerjaannya.

Saya ketika bekerja di kantor sebagai penulis artikel website sempat terkendala karena sulitnya akses internet. Hal tersebut membuat saya merasa jengkel sendiri karena ketidakprodutifan saya meskipun sebenarnya itu bukan kesalahan saya. Oleh karena itu, please, kepada semua pemilik usaha, pekerjakan dan fasilitasi seorang pekerja secara manusiawi.

Bangun suasana kerja yang menyenangkan
Ada banyak hal yang bisa perusahaan lakukan untuk membangun suasana kerja yang menyenangkan.

Beberapa perusahaan menerapkan sistem kompetisi antar pegawai untuk meningkatkan semangat dan produktivitas pegawai. Kompetisi seperti pegawai terbaik atau pegawai teladan bulanan hingga kini masih bisa memancing semangat bekerja pegawai.

Tentu di setiap kompetisi haruslah ada hadiah yang disediakan, namun sebenarnya tak perlu terlalu mewah. Bahkan hadiah makan siang gratis selama seminggu pun bisa dijadikan hadiahnya yang mana tak sedikit orang akan berjuang untuk mendapatkan hadiah tersebut.

Hal lain untuk membangun suasana menyenangkan di kantor adalah dengan menanamkan rasa memiliki kepada setiap pegawai. Bagaimana caranya? Salah satu cara paling sederhana yang mungkin bisa dicoba adalah dengan memberi sebuah simbolisasi keseragaman, bisa itu dari baju kantor, name tag, pin, atau apapun yang semua pegawai di kantor tersebut memakainya.

Memang terdengar sepele, tapi ketika semua orang mempunyai simbol yang sama, orang cenderung lebih mudah berinteraksi. Saya mengalaminya ketika sedang melaksanakan Kerja Praktik (KP) di Diskominfo Jabar.

Ketika itu saya dan rekan-rekan KP saya yang lain diberi name tag masing-masing. Entah kenapa, semangat saya bekerja bisa muncul setiap kali saya mengenakan name tag tersebut. Seperti timbul rasa bangga ketika mengenakannya. Saya pun merasa lebih mudah untuk berbincang bersama rekan KP saya yang notabene berasal dari universitas yang berbeda.

Tapi dari itu semua, ada satu hal yang sangat efektif untuk membangun suasana menyenangkan di kantor yaitu dengan memberikan apresiasi atas kinerja pegawai, dan seharusnya hal ini dilakukan oleh para petinggi perusahaan, baik itu CEO-nya, Manager-nya, atau Kepala Redaksi-nya, atau siapapun itu dan tentunya apresiasi yang wajar sesuai dengan realitas di lapangan.

Kadang, saya itu jadi jengkel dalam mengerjakan sesuatu ketika orang yang mempekerjakan saya (membayar/ voluntarily) meminta ini-itu tapi lupa dengan apresiasi. Bukan upah yang saya maksud, tapi sekedar ucapan terima kasih yang tulus.

Karena mau bagaimanapun, secara sadar maupun tidak sadar, kita punya kemampuan untuk merasakan ketulusan ucapan seseorang. Dan ketika ucapan terima kasih yang tulus itu sampai ke kita, itu kaya me-recharge semua energi yang sudah dikuras habis. Seriusan!

Beri Kesempatan Mengembangkan Keahlian
Beberapa orang memilih untuk bekerja karena mereka masih ingin menggali dan mengembangkan potensi diri mereka. Jadi, sebisa mungkin pihak perusahaan memberikan kesempatan tersebut dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan khusus.

Saya ambil contoh diri saya sendiri, ketika saya bekerja di kantor, kantor saya mengadakan seminar pra-nikah yang mana saat itu menjadi salah satu ilmu yang sangat saya butuhkan. Ketika kantor menawarkan saya untuk ikut, saya menyetujuinya.

Hasrat saya terpenuhi. Setelah itu saya menjadi pegawai yang lebih antusias di kantor, mungkin karena satu dari sekian banyak hasrat saya terpenuhi oleh kantor.

Kalaupun tidak memungkinkan untuk memberikan pelatihan karena jadwal yang ketat, berikan kesempatan pada pegawai untuk memegang tanggung jawab yang lebih besar dari job desk-nya. Coba terima ide-ide yang diutarakan oleh pegawai, lalu izinkan dia untuk mengimplementasikan idenya tersebut.

Meski terkadang khawatir, seorang yang diberi tanggung jawab dan memang ingin membuktikan diri akan melakukan yang terbaik untuk membayar kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Alhasil, sang pegawai akan merasa dihargai dan semakin semangat dan loyal terhadap pekerjaan. Di sisi lain, bila ide itu benar-benar selesai, itu bisa memberi dampak positif kepada perusahaan, iya kan?

Bangun Ruang Kantor yang Nyaman
Satu hal yang juga tidak kalah penting dalam membangun suasana kantor yang kondusif dan produktif adalah tata letak dan tata hias kantor. Kantor yang tidak nyaman seringkali membuat seorang tidak produktif. Oleh karena itu, perusahaan yang baik haruslah mempunyai kantor yang cozy juga.

Menurut saya pribadi, kriteria kantor yang baik setidaknya harus:
  • memiliki warna cerah
  • memiliki sirkulasi udara bersih yang baik
  • sumber pencahayaan alami dari matahari
  • terdapat lapang atau view yang bebas
Yang saya maksud dengan warna yang cerah bukan berarti kantor yang bertembok putih, tapi lebih ke warna-warna dapat mempengaruhi psikologi seperti warna biru, hijau, kuning atau ungu. Untuk lebih lengkapnya tentang warna dan psikologi mungkin akan saya bahas secara lebih detil lagi di artikel lainnya.

Eksistensi ventilasi udara yang baik agar dapat menghasilkan sirkulasi udara bersih alami juga tak kalah penting. Banyak kantor yang mengandalkan udara segar dari pendingin udara seperti AC atau kipas angin yang mana itu kurang bagus untuk produktivitas. Saya nggak akan bahas dari segi kesehatan, tapi saya pribadi lebih prefer kantor yang mengandalkan angin alami ketimbang angin buatan.

Cahaya matahari perlu? Banget. Mari kita berpikir sejenak, pekerja kantoran biasanya stay di kantor selama kurang lebih 6-8 jam sehari. Kalau selama itu kita hanya terpapar cahaya lampu saja, kasihan tubuh kita. Kulit kita juga butuh dibelai oleh cahaya hangat matahari yang mengandung Vitamin D.

Dan terakhir adalah view atau panorama atau pemandangan yang luas dan bebas. Saya pernah dengar kalau orang yang bekerja menghadap ke tembok itu bisa terhambat kreativitas dan produktivitasnya. I don’t know how it works, but it do works on me. Ketika saya bekerja menghadap dinding, entah kenapa saya nggak bisa mikir. Makanya saya minta posisi kantor saya di-rearrange jadi melingkar seperti meja bundar.

Kalau membahas tentang tata ruang kantor dan tata hias kantor yang tokcer, mungkin perlu saya jabarin sepanjang mata memandang. Nggak ada akhirnya. Untuk semua pengusaha yang ingin memiliki kantor tapi nggak ngerti teorinya gimana, kalian nggak perlu khawatir. Sekarang sudah banyak perusahaan khusus yang fokus menyediakan jasa layanan penyewaan kantor atau ruangan untuk meeting yang sesuai dengan keinginan kita.

Salah satu yang mungkin sangat recommended adalah Jasa Sewa Ruang Kantor dan Ruang Meeting yang disediakan oleh Xwork. XWork adalah sebuah perusahaan yang begerak di bidang penyewaan ruang meeting, ruang kantor bahkan training room. Pokoknya, kalau perlu tempat yang nyaman untuk bisnis, boleh coba gunakan jasa dari XWork ini.

Ruangan yang disediakan oleh XWork ini menurut saya sangat luar biasa cozy. Nggak percaya? Ini adalah salah satu kantor yang disediakan oleh XWork yang menurut saya idaman banget buat kerja.


Keren, kan? Kalau mau tahu lebih jauh tentang macem-macem kantor atau jasa yang disediakan oleh XWork, bisa langsung cek di Instagram-nya atau ke website resminya aja. Atau kalau udah nggak nahan mau tau lebih jauh tentang XWork, coba aja kontak Customer Service-nya.

Nah, mungkin yang jadi masalahnya adalah kenapa harus XWork? Sebelum saya jelaskan secara lebih gamblang, mungkin gambar berikut bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Untuk pelayanan dan fasilitas kantor yang sebegitu wah, harga yang ditawarkan oleh XWork menurut saya tidaklah berlebihan. Well, semua orang punya cara pandang. Tapi, kalau memang tujuannya untuk memberi kenyamanan bekerja, kenapa nggak?

Overall, untuk meningkatkan produktivitas kerja di kantor, semua aspek sangat berpengaruh, mulai dari tempat, pihak perusahaan, bahkan sampai ke pribadi masing-masing pegawai. Masalah pegawai dan perusahaan mungkin erat kaitannya dengan mental dan kepribadian sehingga itu tidak bisa dipaksakan, tapi kalau masalah pemilihan tempat kerja (ruang kantor) itu bisa diatur. Dan disitu, XWork mungkin bisa menjadi salah satu solusi terbaik dan termudah bagi anda. Entahlah, anda berani coba?

Semoga tulisan ini bisa sedikitnya memberi angin segar untuk para pegawai kantor yang mulai jenuh dengan suasana kantor yang itu-itu saja dan inspirasi bagi para petinggi kantor untuk dapat membangun semangat baru untuk seluruh pegawai kantor. Let's #BeMoreProductive.

Terima kasih sudah bersedia membaca dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar