Skip to main content

follow us

#PrayForSurabaya: Bukan Islam Terorisnya
Halo hai, sob~! Pagi hari ini telah terjadi sebuah serangan kemanusiaan dari sekelompok orang ‘gila’ terhadap tiga gereja yang ada di Surabaya. Sampai tulisan ini dibuat, saya dengar korban meninggal dunia terhitung sampai 11 orang dan korban luka sampai 50 lebih. Untuk informasi seputar perkembangan kasus ini, silahkan ikuti di situs-situs berita atau di tipi-tipi kesayangan anda.

Yang ingin saya bahas kali ini bukan tentang kronologi kejadian bom bunuh dirinya, tapi untuk mengklarifikasi dan memperbaiki stigma masyarakat yang masih beranggapan bahwa teroris itu islam.

Memang kasus radikalisme yang mengatasnamakan islam bukanlah hal baru. Tapi stigma salah yang sudah ada sejak dulu ini masih tertanam di benak masyarakat, khususnya yang ada di Barat sana.

Oleh karena itu, mari kita lihat kembali tragedi skala dunia yang dikenal dengan 911 atau Tragedi 11 September dimana ada sekelompok teroris yang menabrakkan pesawat ke gedung World Trade Center.

Sebelum kejadian itu, nama islam dan umat muslim masih bisa dibilang ‘baik-baik saja’ di mata dunia. Tiba-tiba, ketika tragedi 911 terjadi, nama Osama bin Laden dan Al-Qaeda naik daun.

Lalu kemudian disangkutpautkan-lah dua subjek tersebut pada islam dan muslim secara general. Saya bukan ahli sejarah atau kriminologi, tapi saya tahu pasti bahwa penyamarataan tersebut adalah sebuah ketidakadilan.

Saya tidak tahu apakah benar tragedi itu diinisiasi oleh bin Laden atau tidak. Saya juga tidak tahu apakah benar Al Qaeda merupakan dalang di balik tragedi tersebut atau bukan.

Tapi kalaupun iya, memang semua umat muslim campur tangan di dalamnya?

KAN NGGAK~

Dari sepenggal kisah flashback masa lalu tersebut, semoga kita bisa sepakat bahwa tidak semua muslim itu radikal, bahkan tidak ada muslim yang radikal. Kalau ada, bisa dipastikan mereka BUKAN MUSLIM.

Saya bukan ahli agama, tapi saya pernah diajarkan oleh guru agama saya bahwa kita tidak boleh menyakiti siapapun tanpa alasan yang jelas, tidak boleh menghakimi siapapun tanpa alasan yang jelas, tak boleh membunuh siapapun tanpa alasan yang jelas, karena itu semua bukan hak kita dan bukan kewajiban kita. Itu haknya Allah dan kewajibanNya.

Itu adalah pelajaran dari agama saya yang saya yakin agama lain pun mengajarkan hal yang kurang lebih sama.

Saya juga pernah dengar istilah ini, “Tidak ada agama yang mengajarkan kejahatan,”

Terorisme adalah kejahatan, jadi orang-orang yang melakukannya bukanlah orang yang beragama atau mungkin orang-orang yang salah mempelajari agamanya.

Jadi, semoga kita semua bisa menghilangkan prasangka buruk bahwa setiap aksi terorisme adalah salahnya ISLAM. Meskipun pelakunya ber-KTP islam, bukan berarti dia seorang muslim.

Terkhusus untuk mereka yang ditinggalkan orang-orang tercintanya akibat tragedi berdarah ini, saya mengucapkan turut berbela sungkawa dan berduka cita atas kepergian sanak saudaranya.

Dan khusus untuk para pelaku tindak radikalisme yang 'terhormat' dan 'ternama' dimanapun anda berada, semoga diberi hidayah, semoga dapat sadar, semoga sempat bertaubat. Apapun alasan anda, semoga ini bisa menjadi yang terakhir. Semoga setelah tragedi Surabaya ini, tidak ada lagi tragedi-tragedi radikalisme di Indonesia, meskipun mungkin mustahil. And last but not the least,
BOM BUNUH DIRI BUKAN JIHAD~!

Semoga tulisan ini bermanfaat. Terima kasih telah berkenan membaca dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar