June 2018

Inilah Baik Buruknya Punya Impian/ Mimpi
Waktu kecil kita sering kan ditanya, kalau udah gede mau jadi apa? Mungkin diantara kita ada yang jawab mau jadi dokter, spiderman, batman, superman, wonderwoman, mau permen, pengamen. Macem-macem, pokoknya.

Ketika mendapat pertanyaan ini, biasanya ada dua jenis jawaban: yang menjawab dengan yakin dan bangga tentang mimpi mereka (yang ini saya sebut pemimpi), dan yang antara ragu atau cuek dengan masa depan (yang ini saya sebut gimana nanti-man).

Lalu sebenarnya mana yang lebih baik? Sekilas, tentu kita akan menjawab, “Ya, yang punya mimpi, lah…” iya kan? Lalu pandangan kita terhadap para gimana nanti-man pun menjadi jelek (baca: negatif).

Tapi, menurut saya pribadi, kedua-duanya tidak salah. Mau pemimpi ataupun gimana nanti-man punya keuntungan dan kerugian masing-masing.

Kali ini saya ingin fokus pada hal baik dan buruk dari menjadi seorang pemimpi.

Buat para pemimpi, mereka akan mudah mengambil keputusan dan langkah dalam hidup. Mereka sudah tahu jalan mereka yang harus mereka ambil untuk mencapai tujuan mereka. Contoh, kalau mereka mau jadi olahragawan, mereka akan fokus melatih kemampuan mereka di bidang yang ingin mereka tekuni agar kelak bisa menjadi sosok yang mereka harapkan. Hari demi hari mereka bisa saja sangat terstruktur dan terencana.

Tapi, para pemimpi pun punya tantangan tersendiri. Kadang, karena kita sudah menargetkan sesuatu dalam hidup, kita akan menjadi dream-oriented dan lupa terhadap ilmu lain yang tak kalah penting. Contohnya, kaya survival skills, masak, teori-teori biologi dan fisika dasar, atau mungkin matematika.

Memang sangat jarang kejadian, tapi itu pernah terjadi. Pernah sekali saya bertemu dengan seorang atlit futsal, mainnya jago, tapi ternyata dalam masalah akademik, bisa saya bilang dia ‘ketinggalan’. Salah? Nggak juga, cuma sangat disayangkan aja.

Belum lagi, kemungkinan depresi yang terjadi kalau mimpinya kandas di tengah jalan. Contoh, orang yang bercita-cita jadi tentara tiba-tiba kecelakaan dan kakinya lumpuh atau matanya jadi rabun atau buta. Nggak mustahil hal kaya gini bikin orang patah hati sampai rela bunuh diri.

Tapi yang paling mengkhawatirkan dari menjadi seorang pemimpi adalah peluang hilangnya masa muda, waktu main, senang-senang, bercanda dan bergaul bersama teman-teman karena rutinitas yang padat. Saya nggak mau terlalu munafik bilang “hidup ini terlalu singkat buat main-main~

CUIH~

Ada yang bilang, money is not everything, tau kapan kalimat seperti itu digunakan? Pada saat mereka sadar bahwa waktu tidak bisa dibeli.

Sebutlah kita sukses meraih cita-cita kita di usia termuda kita, lalu apa? Apa setelah itu kita akan puas lalu pergi meninggalkannya untuk sekedar bersenang-senang? Nggak!

Setelah itu kita akan terkekang oleh tanggung jawab, yang jadi atlit akan dituntut untuk selalu berprestasi, yang berwirausaha dituntut untuk selalu berinovasi, yang berprofesi dituntut untuk selalu berkontribusi. Hingga pada akhirnya mereka sudah tidak lagi berada di usia produktif dan sudah tergantikan oleh yang lebih muda.

Pada akhirnya kita nggak punya waktu untuk bersenang-senang. Semuanya akan berujung pada uang lagi uang lagi. Sekalinya kita sudah punya waktu, kita nggak lagi punya tenaga. Sayang banget, kan?

Maka dari itu, punya mimpi itu ada bagusnya, tapi punya kehidupan itu lebih penting.

Peduli akan masa depan itu perlu, tapi menghidupi masa kini lebih penting dan perlu.

Jangan lupa, kita perlu mengurus masa depan. Tapi kita juga jangan sampai lupa kalau urusan yang tak pasti seperti masa depan itu sudah diatur olehNya Yang Maha Tahu.

Pada kesimpulannya, jadilah seorang pemimpi tapi jangan lupa untuk menjadi seorang muda mudi, yang bahagia menjalani kehidupan sehari-hari. Remember, YOLO, You Only Live Once!

Oke, mungkin itu yang bisa saya sampaikan kali ini. Untuk pembahasan mengenai para Gimana Nanti-man mungkin akan saya bahas di tulisan saya selanjutnya. Semoga ada hal yang bisa diambil dari tulisan sederhana saya ini. Sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya.

Selamat Tinggal Ramadan, Selamat Datang Kemenangan
Tak terasa, tiga puluh hari sudah Ramadan kita hidupi.
Banyak hal telah terjadi, baik indah maupun pahit.
Segudang cerita saya alami di bulan Ramadan tahun ini.
Ada kisah bahagia hingga yang hampir menjadi tragedi.
Tapi dari itu semua, ada satu yang pasti.
Bulan Ramadan kali ini, adalah bulan yang penuh berkat.
Bulan indah yang pernuh akan rahmat.
Kali ini, saya dipertemukan dengan orang-orang hebat.
Yang senantiasa mendukung untuk taat.
Dan membuat Ramadan kali ini terasa saaaangat nikmat.
Saya tak bilang kalau saya layak untuk kembali ke fitrah.
Saya pun tak yakin telah menjalani ibadah secara lillah.
Tapi saya tahu kalau Ramadan kali ini tak saya jalani dengan keluh kesah.
Saya hanya menjalaninya dengan semangat meski jujur terasa lelah.
Satu harap yang saya taruh dan titipkan.
Pada rembulan yang bersinar terang di malam kemenangan.
Seperti halnya doa semua umat Muslim di seluruh penjuru dunia.
Mohon! Mohon! Mohon pertemukan lagi kami dengan Ramadan.
Mohon beri kami satu lagi kesempatan.
Mohon jangan jadikan Ramadan tahun ini yang terakhir.
Mohon izinkan kami untuk selalu merindu.
Pada bulan diikatnya kuasa setan.
Pada bulan diturunkannya Al-Qur’an.
Pada bulan dimuliakannya setiap amalan.
Pada bulan manusia diberi kemenangan.
Bulan itulah yang semoga bisa dan selalu kami rindukan.
Bulan terhormat, bulan agung, bulan suci Ramadan.

Ya Allah, Tuhan semesta alam.
Kabulkanlah satu pinta dari hamba yang penuh dosa.
Jangan tutup buku kehidupan ini bila mungkin.
Pertemukan lagi saya dengan Ramadan.
Pertemukan semua yang merindunya hingga kau tetapkan akhir zaman.

Aamiin Allahuma Aamiin ya Rabbal’alamin.


Melalui tulisan saya kali ini saya ingin mengucapkan, mohon maaf yang sebesar-besarnya dan sebenar-benarnya atas segala kekurangan dan kesalahan saya selama mengelola blog ini, merespon tanggapan kawan-kawan ataupun dosa-dosa lain yang secara sengaja maupun tidak sengaja pernah saya lakukan.

Untuk semua yang membaca tulisan ini, taqoballahu minna waminkum. Syiamana wa syiamakum. Semoga segala apa yang telah kita perbuat selama satu bulan lalu, menjadi tabungan amal bagi kita semua dan menjadi asbab kembalinya kita ke fitrahnya.

Terima kasih telah membaca, selamat datang di hari penuh kemenangan, selamat berlebaran dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

Blogger Keren
Jadi seorang blogger itu adalah sebuah kebanggan tersendiri bagi yang memerankannya. Ada kebahagiaan tersendiri bagi yang melakukannya. Tapi, sekarang ini, banyak banget blog yang dibuat bukan untuk mengejar bangga dan bahagia, melainkan uang.

Saya nggak mau omong kosong kalau saya nggak perlu uang. Saya juga memasang beberapa iklan di blog ini kalau-kalau blog ini bisa menghasilkan. Tapi, saya tetap punya sebuah pride sebagai seorang blogger, meskipun saya hanya seorang blogger pinggiran.

Dan selama saya nge-blog, ada beberapa orang dan blognya yang menurut saya sangat keren. Sebutlah salah satu blogger yang saya kagumi adalah mas Adhy Suryadi, owner KompiAjaib. Beliau nge-blog, memberikan edukasi dan wawasan seputar dunia per-blogging-an secara konsisten dan persisten—Asik~. Beliau juga pandai memanfaatkan blog-nya dan pengetahuannya seputar blogging untuk menghasilkan pundi-pundi uang dengan cara membuat template dan menjualnya.

Saya sangat mengapresiasi blogger sekelas mas Adhy ini. Tapi, secara umum, ada beberapa kriteria blogger keren menurut saya pribadi. Mau tahu blogger keren itu seperti apa? Berikut adalah kriterianya.

Konten Orisinil dan Beda

Blogger yang keren menurut saya adalah blogger yang berani membahas sesuatu yang beda dengan yang lain. Kalaupun membahas topik yang sama, blogger keren itu cenderung membahasnya dari perspektif yang berbeda, atau mungkin dari sudut pandang dia sendiri sebagai seorang blogger.

Blogger keren selalu mencoba membuat sesuatu yang berbeda dan baru. Setiap konten, tulisannya, gambarnya vidionya, selalu diusahakan asli buatan tangannya sendiri.

*Saya sendiri belum bisa sampai ke tahap ini, khususnya untuk konten audio grafis*

“When you do something you love, people will love you for what you do.” Saya pernah dengar istilah itu entah dimana. Artinya kurang lebih kalau kamu melakukan sesuatu yang kamu cintai, orang-orang akan mencintaimu karena apa yang kamu lakukan.

Dan banyak banget blogger yang nge-blog sesuai dengan passion-nya. Ada yang suka fashion, mereka bahas tentang itu. Ada yang suka hujat, mereka bikin blog kritik sosial. Ada yang suka GaJe, mereka buat blog nggak jelas (baca: absurd).

Salah satu blog absurd yang saya sangat apresiasi adalah blog bernama Freethinker Indonesia dengan konten-kontennya yang ‘vulgar’. Sebutlah konten pertama yang bikin saya melongo adalah tulisannya yang berjudul, “Vagina Bersabda”. Silahkan anda imajinasikan sendiri seperti apa kontennya, yang jelas ini bukan cerita sex/ cerita panas/ cerita dewasa.

Intinya, salah satu kriteria blogger keren itu yang tulisannya asli, penuh penjiwaan, dan berani beda. Yakin deh kita bisa ngerasain feel-nya orang yang nulis buat orang lain,  dan orang yang nulis buat uang.

Bahasa yang Digunakan Nyantai

Menurut saya, poin ini adalah salah satu yang cukup penting untuk mendefinisikan sebuah blog yang keren.

Sering saya temukan blog yang bahasanya baaaaaaakuuuuu banget kaya buku RPAL dan RPUL SMP saya. Bahasanya begitu kaku seperti bahasa-bahasa akademisi atau bahasa media, entah apalah istilahnya.

Memang tidak salah, kalau topik yang dibahasnya merupakan topik-topik akademis atau mungkin kalau blog itu dibuat sebagai media informasi, sebutlah portal berita. Tapi kalau blog pribadi/ personal, masa iya bahasanya perlu sebaku dan seformal itu.

Kalaupun konten blognya adalah artikel informasi dan edukasi, jangan juga satu makalah di copy-paste secara utuh dong.

Be calm, be humble aja kali. Tapi, bukan jadi asal-asalan dan nggak ngikutin kaidah juga. Sering saya menemukan orang yang menganggap bahasa nyantai adalah bahasa dia-lo-gue. Kalau nggak make gue, itu nggak nyantai. Nggak gitu juga, keles~

Saya menulis blog ini tetap dengan ‘saya’ dan ‘aku’, bahkan beberapa blogger yang saya kenal dan ketahui menulis nama mereka untuk menggantikan kata ‘saya’.

Intinya, be communicative. Kalau dalam dunia akademis dan media kita dilarang menulis menggunakan bahasa lisan (baca: bahasa ngobrol), maka blog adalah tempatnya kita menulis tanpa kaidah itu. Menulislah seperti halnya ngobrol atau curhat gitu. Biar nggak panik juga.

Aktif dan Komunikatif

Poin yang satu ini sebenarnya lebih saya tekankan pada bagaimana seorang blogger itu trying to solve problems dan bagaimana seorang blogger itu bisa terus memperbaharui kontennya, serta menjaga komunikasi dengan para pembacanya (mungkin dengan menjawab pertanyaan pembaca yang ada di kolom komentar).

Ada loh di luar sana yang bikin konten super wow, tapi setelah di-publish, udah aja penulisnya hilang entah kemana. Sayang banget, kan~ Life is not only about money, kita ngobrol-lah, jangan ngobrol sama yang borju aja. Jangan cuma buat konten yang bisa pageone SERP. Jangan cuma buat konten yang mengandung keyword mahal aja.

Itu nggak salah, sekali lagi itu nggak salah. Tapi kalau itu orientasi utamanya, saya nggak bisa bilang itu blog keren dan yang punyanya udah jelas nggak bisa dibilang blogger keren.

Berprestasi dan Berinovasi

Seorang blogger menurut saya adalah seorang yang menyuratkan ide dan gagasannya ke dalam tulisan. Dan tulisan dari blogger yang berisi ide dan gagasan si blogger saya sebut karya. Meskipun tidak ada HAKI Hak Cipta yang melindungi tulisan-tulisan tersebut dari copy-paste.

Blogger yang keren adalah mereka yang tidak pernah puas untuk berinovasi. Selalu ada gagasan di kepala mereka, contoh sederhananya adalah Pandji Prajiwaksono yang menuliskan kritik-kritik terhadap yang terjadi di Indonesia dan dunia dari perspektifnya dan pengalamannya di blognya.

Salah satu tulisannya dia jadikan Ebook yang judulnya Menghargai Gratisan. Ini adalah karya. Blogger yang keren itu akan selalu mencoba menciptakan karya, dan salah satu bentuk karya dari seorang blogger adalah tulisan yang bisa berpengaruh kepada pembacanya.

Dan, meskipun dari karya-karya tersebut seorang blogger tidak mendapatkan piala atau piagam penghargaan, sebenarnya mereka telah berprestasi dengan caranya sendiri. Karena sebuah karya yang bisa berpengaruh dan berkesan adalah sebuah pencapaian yang tidak semua orang bisa melakukannya. So, be it!

Never Stop Learning

Ini adalah salah satu faktor penting seorang blogger dikatakan keren. Nggak pernah berhenti belajar. Sebutlah idola saya yang diawal saya sebut, Mas Adhy, dia itu sangat senang belajar dan berbagi ilmu.

Duuuluuuu, ketika HTML5 sedang berjaya, mas Adhy ngoprek tentang HTML5 dan bikin banyak tutorial mengenai HTML5 ini. Tapi, sejak Google hadir dengan AMPHTML-nya, mas Adhy pun ‘banting stir’ merubah blognya menjadi AMPHTML dan mulai aktif berkecimpung di dunia AMPHTML ini.

Buat kalian yang suka mengikuti perkembangan SEO atau design blog pasti familiar dengan dua istilah diatas.

Nah, yang bikin saya keren adalah semangat ‘mau-tahu’nya mas Adhy yang kayanya nggak ada habisnya. Berbeda dengan beberapa blogger yang mungkin cuma ikut-ikutan kata orang aja. Nggak mencoba mengkaji dan menilik kebenaran.

Dan blogger itu harunsya kaya air sungai di pegunungan, selalu mengalir mengikuti arus perkembangan zaman. Ketika masanya ada perubahan, blogger siap membuat konten yang bisa mengisi zaman tersebut. Bahasa kerennya sih, always update and up-to-date. Gila bahasaku~

Blogger itu kalau saya istilahkan adalah seorang pengajar sekaligus pembelajar. Kalau blogger udah kaya gitu, wah keren banget tuuh~!

Taat ibadah, berbakti pada orang tua, rajin menabung, dan suka menolong sesama

Oke, ini adalah poin terakhir saya. Blogger keren itu pastinya:
  • Nggak meninggalkan ibadah, karena mereka tahu, kalau akhirat dan dunia harus berjalan beriringan.
  • Berbakti pada orang tua, karena mereka tahu, orang tualah alasan mereka ada di dunia, alasan mereka bisa nge-blog. Orang tualah yang membuat mereka kala malam romantis dan hangat itu tiba. Kala ayah lupa untuk menahan atau memakai pengaman. Duh, apa lagi~
  • Rajin menabung dan tidak hura-hura, karena mereka tahu, apa yang mereka punya itu pasti habis sehingga mereka harus berinvestasi dan menyimpan untuk masa depan nanti. Karena mereka tahu bahwa hidup di masa depan mungkin akan jungkir balik. Jadi mereka menabung, agar ketika hidup mereka di bawah nanti, mereka bisa menopang diri dengan cara mandiri secara ekonomi.
  • Suka menolong sesama tanpa pamrih, karena mereka sadar, mereka pun tahu sesuatu dari orang lain, belajar sesuatu dari orang lain, dan kebanyakan dari itu semua mereka dapatkan dari orang lain. Karena mereka sadar, secara tidak langsung, mereka juga selalu ditolong oleh orang lain tanpa pamrih.

Well, hati itu berbeda-beda, dan cara merasanya pun tak sama. Jadi, wajar kalau kita punya idola yang tak serupa atau justru 180 derajat berbeda. Yang jelas, blogger keren itu pasti ada dan harus ada. Atau mungkin kita salah satunya, bisa saya atau bisa juga anda. Kalau seorang blogger udah disebut keren oleh pembacanya, apalagi oleh blogger lain, maka dialah legenda.

Mungkin segitu aja yang bisa saya tulis kali ini. Jangan lupa untuk berkomentar, karena setiap satu komentarmu bisa membuat saya menjadi blogger yang lebih keren. Terima kasih telah membaca dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

Kenali Ciri Bisnis Investasi Online Bodong/ Zonk/ Scam
Beberapa waktu ke belakang, saya mendapat banyak sekali undangan berbisnis online. Ada yang bentuknya investasi, bisnis dropship dan reseller, sampai multi-level marketing (MLM). Dan tentunya, saya tolak semuanya.

Sayang dulu, ketika masih SMA, saya masih polos. Saya pernah diajak untuk berbisnis online kala itu. Melihat profit (baca: keuntungan) besar dalam  waktu yang relatif singkat, saya pun langsung tergiur. Alhasil, beberapa bisnis online pun saya jabani, dari yang sifatnya investasi, titip dana, jual pulsa, jual ebook seharga ratusan ribu, sampai yang saya nggak ngerti adalah ada bisnis ngundang orang untuk sedekah tapi memberi keuntungan secara materi kepada diri saya pribadi.

Untungnya, salah satu sahabat baik saya, yang kebetulan adalah seorang yang paham di bidang cryptocurrency dan investasi-investasi online menghentikan saya dari hal-hal jahat yang dikenal dengan bisnis online bodong/ scam/ zonk.

Saya nggak bilang kalau semua bisnis online itu bodong, tapi bisa dibilang kalau bisnis online itu sedikit banget yang amanah. Mungkin hanya 1: 1.000.000 yang amanah. Sisanya, setelah memenuhi target untuk belanja bulanan, owner-nya kabur entah kemana.

Oleh karena itu, agar kita bisa selamat dari bisnis-bisnis online yang zonk, saya coba paparkan beberapa ciri/ tanda/ kriteria suatu bisnis/ investasi rawan bodong.

Usaha Tidak Jelas

Ada beberapa bisnis online yang usahanya tidak jelas. Undang orang segini, dapat bonus segini, kalau berpasangan dapat bonus lagi, kalau downline kita ngundang kita dapat bonus lagi, tapi kalau ditanya produk yang kita jual apa? Usaha dari bisnis itu apa? Itu keuntungan dapat darimana? Kadang mereka bingung. Itulah yang dikenal dengan bisnis money game.

Money game itu keuntungannya diambil dari uang member yang baru gabung. Nggak ada proses produksi ataupun transaksi di bisnis seperti ini. Teori Supply and Demand tidak berlaku di bisnis seperti ini.

Dan jelas sekali bahwa bisnis seperti ini sangat rawan menjadi bodong. Oleh karena itu, ketika menemukan tawaran dengan produk yang nggak jelas apa, bijaklah dalam memilih. Kalau saya sendiri menyarankan jangan terima bisnis apapun yang bentuknya seperti yang saya jelaskan diatas.

Bisnis dan Keuntungan Tidak Transparan

Sekarang ini sedang marak beredar bisnis cryptocurrency baik itu yang sifatnya investasi trading maupun mining. Ada yang hasilnya fix (untuk yang satu ini, saya jelaskan nanti), ada juga yang tidak. Tapi, yang mau saya tekankan sekarang adalah yang hasilnya tidak fix terlebih dahulu.

Misalkan, ada sebuah bisnis investasi yang memberikan anda laporan tentang keuntungan yang diperoleh secara harian. Misalkan hari ini 2%, lalu hari selanjutnya 4%. Yang harus anda perhatikan dan tanyakan adalah bagaimana si 2% dan 4% ini dihitung?

Anda jangan mau terima jadi. Tanyakan bukti trading-nya kalau itu investasi trading. Tanyakan formula/ rumus menghitung keuntungannya sehingga si 2% dan 4% itu muncul.

Kenapa harus? Untuk menghindari money game. Dan dengan begitu juga anda tahu uang anda diputar seperti apa. Kalau kita nggak tahu dan percaya-percaya aja, kita termasuk golongan investor yang tidak cerdas. Kalau mereka (para pengusaha) bilang itu rahasia perusahaan-lah, atau apa-lah alasan mereka menolak, ada indikasi zonk disana.

Terlebih, kalau ada aturan yang terlalu ketat dimana kita diberatkan untuk tarik modal ataupun dirugikan kalau tarik modal, ada kemungkinan bisnis seperti itu rawan scam. Waspada-lah waspada-lah!

Waktu Cair dan Jumlah Profit yang Fix

Bisnis online itu biasanya sangat percaya diri mematok waktu dan jumlah keuntungan secara pasti. Bukannya saya mau memukul rata bahwa semua bisnis online yang menerapkan fix profit dan fix withdrawal itu pasti bodong, tapi secara logika ini kurang bisa diterima.

Mari kita pikirkan, kalau saya bilang bisnis itu adalah transaksi jual-beli, kira-kira kita bisa sepakat nggak? Bisa, ya? Nah, kalau saya bilang bisnis itu pasti ada naik dan ada turunnya kira-kira kita sepakat lagi, nggak?

Nah, bisnis yang bisa menjamin fix profit itu menurut saya sudah agak melenceng dari kaidah bisnis yang sebenarnya. Walaupun mungkin mereka memang punya cara untuk mengakali agar tidak pernah rugi setiap harinya, tapi secara logika, bisnis seperti itu agak sulit direalisasikan.

It sounds like they can see the future. Mereka tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Ya, mungkin mereka tahu, setelah mereka mengumpulkan cukup pundi, mereka kaya, mereka disappear (baca: menghilang). Haha.

Kalau kalian nemu atau diajak bisnis yang sistemnya profit tetap di jangka waktu yang tetap pula, perlu untuk diselidiki lebih dalam dulu.

Kantor & Dasar Hukum Tidak Jelas

Oke, ini juga menjadi salah satu aspek penting yang harus jadi bahan pertimbangan kalian sebelum berbisnis atau berinvestasi. Cari tahu dulu kantor tempat bisnis dijalankan dan dasar hukum dari usaha tersebut.

Kalau bisa kunjungi kantornya, lihat cara kerja para developer atau trader atau pebisnis di tempat usaha tersebut sehingga kita tahu seberapa baik prospek bisnis tersebut.

Setelah itu tanyakan kejelasan usaha tersebut di mata hukum. Sederhananya, apakah usaha tersebut sudah tervalidasi aman oleh lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia? Kalau tidak, kita patut waspada, apapun bentuk usahanya dan bagaimana pun meyakinkannya bisnis tersebut.

Memang mereka punya pembelaan bahwa OJK dan sejenisnya itu hanyalah payung hukum semu, kalau ownernya emang niat maling, ya maling saja. Lalu pernyataan itu dikuatkan dengan kasus-kasus seperti Century, e-KTP atau First Travel.

Bukannya justru itu poinnya. Yang sudah jelas-jelas diawasi saja bisa kecolongan, apalagi yang benar-benar tidak diawasi atau bahkan sudah diperingatkan untuk tidak ikut karena rawan. Let’s use our logic for a while.

Tugasnya OJK itu kan menjamin suatu badan usaha bisa berjalan baik atau tidak, aman untuk investasi atau tidak dilihat dari aset, kinerja, serta produk yang dihasilkan perusahaan.

Intinya OJK itu bekerja untuk kemaslahatan para investor. Mereka digaji untuk mengevaluasi bisnis-bisnis seperti ini. Tinggal kita yang harus milih, mau percaya ke siapa?

Owner tidak jelas dan tidak bisa dihubungi langsung

Setiap usaha pastilah dimulai dan dimiliki oleh seseorang. Dalam dunia bisnis online, kita sering memanggil si pengelola atau pemilik usaha dengan sebutan owner.

Menurut saya, adalah suatu hal yang wajar bila para angel investor ingin ngobrol langsung dengan owner, atau dapat kabar langsung dari ownernya. Jadi, kalau kita gabung ke suatu bisnis, pastikan kita tahu betul siapa owner-nya dan bisa atau tidaknya si owner dihubungi.

Setelah itu, jangan puas kalau si owner memberi respon. Mintakan satu lagi data yang penting, yaitu data diri si owner, mau itu KTP, Passport, ataupun Surat Izin Mengemudi. Buat apa? Supaya kalau nantinya ada apa-apa, proses pertanggung jawaban dapat lebih mudah.

Nggak paham? Oke intinya gini, kalau investor punya data diri owner, kita bisa sedikit lebih percaya karena kalau kenapa-napa kita bisa proses ke pihak yang berwajib. Dan kalau owner dengan senang hati memberikan informasi yang sifatnya private, ada indikasi bahwa si owner amanah karena tahu resiko dari membagikan informasi pribadi itu berat.

Hasil Besar Modal Kecil (HYIP)

Nah, ini adalah salah satu ciri paling jelas dari bisnis bodong. Modal nggak seberapa, hasil bisa luar biasa, atau kecil tapi untuk selamanya. Sistem seperti ini di dunia bisnis internasional dikenal dengan istilah High Yield Investment Program atau kalau dibahasa Indonesiakan artinya Program Investasi dengan Profit Tinggi.

Secara logika, kalau memang bisa menghasilkan keuntungan yang besar, kenapa harus dia narik dana dari orang lain? Kenapa dia nggak menggadaikan motor atau mobil atau rumah dia lalu di jalankan sendiri supaya akhirnya dia bisa jadi satu dari 100 orang terkaya di dunia? Iya nggak?

Meski memang benar membayar, saya berani jamin, bisnis seperti ini hanyalah bisnis temporary. Kalau beruntung, uang investasi bisa balik dan kita dapet keuntungan dari jalannya bisnis ini sampai akhirnya SCAM. Atau, bisnis ini SCAM setelah anda menitipkan uang anda. Hanya dua itu saja kemungkinannya.

Ingat ini, tidak ada bisnis HYIP yang bertahan lama, dan tidak akan pernah ada, serta tidak ada orang yang sukses apalagi sampai kaya raya karena ikut program seperti HYIP ini (kecuali owner bisnisnya), dan tidak akan pernah ada, karena bukan begitu dunia ini bekerja.

Nggak Ada Jaminan

Untuk mengetahui apakah suatu bisnis itu riil dan amanah adalah dengan adanya jaminan. Apapun bentuknya, sekecil apapun ukurannya. Bahkan janji dan sumpah dari orang yang menawarkan pada kita pun sebenarnya bisa kita jadikan jaminan (walaupun pada akhirnya kalau zonk, sumpah hanya tinggal kata-kata).

Sebelum join suatu bisnis atau investasi, coba tanyakan apa jaminan yang diberikan pada investor? Kalau ada, meskipun kecil, berarti ada itikad baik dari si pebisnis pada mitra kerja (investor). Kalau perlu, minta kontrak hitam diatas putih untuk menegaskan dan mengesahkan jaminan tersebut.

Dan, kalau si pebisnis atau agen yang mengajak anda untuk berbisnis atau berinvestasi tidak berani bilang atau menawarkan jaminan, sudah bisa dipastikan bahwa bisnis seperti ini meragukan.

Dalam bisnis apapun, dana investor itu perlu dipertanggungjawabkan, setidaknya dengan balik modal. Kalau tidak bisa balik modal, itu bukan bisnis, tapi pencurian namanya. Kalau tidak ada pertanggungjawaban, itu menipu, bukan berbisnis namanya. Jadi, jadikan jaminan salah satu patokan kita memilih tempat berinvestasi.

Kesimpulan

Jadi, ada beberapa hal yang bisa kita jadikan sebagai bahan penilaian untuk menganalisis apakah suatu bisnis itu worth atau tidak, menguntungkan atau tidak, riil atau tidak? Aspek tersebut antara lain:
  • Usaha/ produknya jelas atau tidak?
  • Bisnis/ keuntungannya transparan atau tidak? Jelas atau tidak?
  • Waktu cair dan jumlah profitnya seperti apa? Jelas atau tidak?
  • Kantor & dasar hukumnya jelas atau tidak?
  • Ownernya siapa? Bisa dihubungi langsung atau tidak?
  • Plan-nya terindikasi HYIP atau tidak?
  • Ada jaminannya atau tidak?

Untuk saat ini, informasi inilah yang bisa saya jelaskan tentang ciri atau kriteria bisnis online bodong berkedok investasi. Ada kemungkinan artikel ini saya perbaharui mengikuti zaman. Saya harap informasi ini bisa bermanfaat bagi kita dan bisa membuat kita semakin waspada dan selektif dalam berbisnis (khususnya bisnis online yang notabene transaksinya tidak langsung). Bila ada yang ingin ditanyakan, silahkan tanyakan melalui kolom komentar di bawah. Terima kasih telah membaca dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

Akhmad Syahroni

{facebook#https://www.facebook.com/akhmadsyahroni101} {twitter#https://www.twitter.com/mazdesu} {google-plus#https://plus.google.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com/mazdesu}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget