Skip to main content

follow us

Inilah Baik Buruknya Punya Impian/ Mimpi
Halo hai, sob~! Waktu kecil kita sering kan ditanya, kalau udah gede mau jadi apa? Mungkin diantara kita ada yang jawab mau jadi dokter, spiderman, batman, superman, wonderwoman, mau permen, pengamen. Macem-macem, pokoknya.

Ketika mendapat pertanyaan ini, biasanya ada dua jenis jawaban: yang menjawab dengan yakin dan bangga tentang mimpi mereka (yang ini saya sebut pemimpi), dan yang antara ragu atau cuek dengan masa depan (yang ini saya sebut gimana nanti-man).

Lalu sebenarnya mana yang lebih baik? Sekilas, tentu kita akan menjawab, “Ya, yang punya mimpi, lah…” iya kan? Lalu pandangan kita terhadap para gimana nanti-man pun menjadi jelek (baca: negatif).

Tapi, menurut saya pribadi, kedua-duanya tidak salah. Mau pemimpi ataupun gimana nanti-man punya keuntungan dan kerugian masing-masing.

Kali ini saya ingin fokus pada hal baik dan buruk dari menjadi seorang pemimpi.

Buat para pemimpi, mereka akan mudah mengambil keputusan dan langkah dalam hidup. Mereka sudah tahu jalan mereka yang harus mereka ambil untuk mencapai tujuan mereka. Contoh, kalau mereka mau jadi olahragawan, mereka akan fokus melatih kemampuan mereka di bidang yang ingin mereka tekuni agar kelak bisa menjadi sosok yang mereka harapkan. Hari demi hari mereka bisa saja sangat terstruktur dan terencana.

Tapi, para pemimpi pun punya tantangan tersendiri. Kadang, karena kita sudah menargetkan sesuatu dalam hidup, kita akan menjadi dream-oriented dan lupa terhadap ilmu lain yang tak kalah penting. Contohnya, kaya survival skills, masak, teori-teori biologi dan fisika dasar, atau mungkin matematika.

Memang sangat jarang kejadian, tapi itu pernah terjadi. Pernah sekali saya bertemu dengan seorang atlit futsal, mainnya jago, tapi ternyata dalam masalah akademik, bisa saya bilang dia ‘ketinggalan’. Salah? Nggak juga, cuma sangat disayangkan aja.

Belum lagi, kemungkinan depresi yang terjadi kalau mimpinya kandas di tengah jalan. Contoh, orang yang bercita-cita jadi tentara tiba-tiba kecelakaan dan kakinya lumpuh atau matanya jadi rabun atau buta. Nggak mustahil hal kaya gini bikin orang patah hati sampai rela bunuh diri.

Tapi yang paling mengkhawatirkan dari menjadi seorang pemimpi adalah peluang hilangnya masa muda, waktu main, senang-senang, bercanda dan bergaul bersama teman-teman karena rutinitas yang padat. Saya nggak mau terlalu munafik bilang “hidup ini terlalu singkat buat main-main~

CUIH~

Ada yang bilang, money is not everything, tau kapan kalimat seperti itu digunakan? Pada saat mereka sadar bahwa waktu tidak bisa dibeli.

Sebutlah kita sukses meraih cita-cita kita di usia termuda kita, lalu apa? Apa setelah itu kita akan puas lalu pergi meninggalkannya untuk sekedar bersenang-senang? Nggak!

Setelah itu kita akan terkekang oleh tanggung jawab, yang jadi atlit akan dituntut untuk selalu berprestasi, yang berwirausaha dituntut untuk selalu berinovasi, yang berprofesi dituntut untuk selalu berkontribusi. Hingga pada akhirnya mereka sudah tidak lagi berada di usia produktif dan sudah tergantikan oleh yang lebih muda.

Pada akhirnya kita nggak punya waktu untuk bersenang-senang. Semuanya akan berujung pada uang lagi uang lagi. Sekalinya kita sudah punya waktu, kita nggak lagi punya tenaga. Sayang banget, kan?

Maka dari itu, punya mimpi itu ada bagusnya, tapi punya kehidupan itu lebih penting.

Peduli akan masa depan itu perlu, tapi menghidupi masa kini lebih penting dan perlu.

Jangan lupa, kita perlu mengurus masa depan. Tapi kita juga jangan sampai lupa kalau urusan yang tak pasti seperti masa depan itu sudah diatur olehNya Yang Maha Tahu.

Pada kesimpulannya, jadilah seorang pemimpi tapi jangan lupa untuk menjadi seorang muda mudi, yang bahagia menjalani kehidupan sehari-hari. Remember, YOLO, You Only Live Once!

Oke, mungkin itu yang bisa saya sampaikan kali ini. Untuk pembahasan mengenai para Gimana Nanti-man mungkin akan saya bahas di tulisan saya selanjutnya. Semoga ada hal yang bisa diambil dari tulisan sederhana saya ini. Sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar