August 2018

Kutunggu Hijrahmu (dari Oppa K-Popmu)
Mengagumi adalah hal wajar bagi setiap insan.
Bahkan aku pun mempunyai idola yang dikagumkan.
Tapi pada akhirnya kita akan dihadapkan pada suatu pilihan.
Meninggalkan ia yang menjauhkanmu dari Tuhan,
Atau pertahankan ia dan berbahagia dalam kelalaian?
Dalam suatu kajian, seorang assatidz pernah berkata,
Tinggalkan mereka yang kau sebut idola,
Bila mereka tak bisa membuatmu jadi pribadi yang bertakwa.
Tapi pertahankan ia sekuat tenaga,
Bila dirinya mendekatkanmu dengan surga.
Di akhir hayat ia akan datang kepadamu.
Entah sebagai penolongmu, atau penghalangmu.
Kala mata terbelalak karena tahu,
Bahwa ruh perlahan keluar dari tubuh.
Kala itu mulut berupaya untuk mengucap,
Dua kalimat indah syahadat,
Bila baik idola kita,
Maka ia akan mempermudah usaha terakhir kita.
Namun bila idola kita bukan orang yang dekat dengan Tuhannya,
Maka ia akan menghantui pikiran, mengunci telinga, dan membungkam mulut kita.
Maka sebagai seorang teman, meski hanya di dunia maya,
Aku akan senantiasa menunggu hijrahmu dari para oppa-oppa Korea.
Salam rindu dari seorang teman maya yang sama-sama merindukan surga.
Stay istiqomah.


Maaf ya kalau postingan kali ini kurang faedah, tiba-tiba mau nulis itu. Semoga ada yang bisa diambil dari tulisan saya kali ini. Terima kasih sudah bersedia membaca dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

Hukum Berjihad di Palestina
Ketika saya mendengar ‘Palestina’, maka yang muncul di benak saya pertama kali adalah wajah-wajah saudara saya yang tampak lemas, lemah, sakit dan lapar akibat aksi-aksi tak berperikemanusiaan zionis.

Dan ketika saya mendengar ‘Israel’, maka yang muncul di kepala saya adalah sosok-sosok pria berkulit putih berhidung panjang dengan laras panjang dan peralatan perang lengkap yang menodong orang-orang yang sedang kesusahan.

Pernah sekali saya bertanya pada diri sendiri, bagaimana hukumnya berjihad bagi orang-orang Palestina? Lalu bagaimana seharusnya respon kita (Indonesia) terhadap kasus kemanusiaan yang sudah hampir seabad tak terselesaikan tersebut?

Guna menjawab kedua pertanyaan tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan surfing di dunia maya.

Untuk menjawab pertanyaan pertama, bagaimana hukum berjihad bagi orang-orang Palestina, saya mengutip pendapat Syaikh Abu ‘Umar Usamah ‘Athaya al-‘Utaibi dalam tulisan bertajuk Bagaimana Hukum Jihad di Palestina. Untuk yang mau membacanya, silahkan kawan download pdf-nya disini.

Singkatnya, Syaikh Abu ‘Umar Usamah berpendapat bahwa hukum berjihad bagi orang-orang Palestina adalah fardhu ‘ain atau wajib. Namun, kewajiban tersebut bergantung pada kemampuan dan kesanggupan masing-masing. Selama jihad mereka tidak mengancam keyakinan (agama) mereka, maka alangkah lebih baik bagi mereka terus berjuang melawan para pencaplok tanah, Israel. Namun, bila di rasa tidak sanggup dan takut aqidah mereka goyang atau rusak akibat penjajahan tersebut, maka tak berdosa bagi mereka untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

Syaikh Umar Usamah pun berpendapat bahwa hukum berjihad bagi saudara muslim di negara lain (termasuk Indonesia) adalah tidak wajib. Meski begitu, mempertimbangkan peri kemanusiaan dan keadilan, tentu menjadi hak tiap-tiap orang untuk mengulurkan tangannya membantu saudara kita di Palestina sana atau tidak.

Juga, sebagai sesama umat muslim, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk saling mendoakan saudara kita di Palestina sana karena kita sejatinya adalah satu tubuh yang sama. Waktu kepala pening, seluruh tubuh ikut lemas, begitulah seharusnya umat muslim.


Kesimpulan
Jadi, hukum berjihad bagi warga Palestina dalam mempertahankan tanah airnya adalah sebuah tindakan yang dihalalkan, meskipun beberapa tindakan (seperti bom bunuh diri) membawa mudharat lebih besar ketimbang kebermanfaatnya.

Mari kita selalu usahakan yang terbaik untuk saudara-saudara kita di negeri Syam sana.

Terima kasih telah bersedia membaca dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

Belajar Bahasa Inggris: Question Tag

Apa itu Question Tag?

Secara singkat, definisi dari question tag is a special sentence patterns that is used to request approval or confirmation. Itu bahasa kerennya. Artinya kurang lebih, question tag adalah pertanyaan singkat yang diberikan di akhir kalimat sebagai bentuk penegasan atau konfirmasi kebenaran. Dalam Bahasa Indonesia biasanya diartikan dengan akhiran kan?/ ya?/ yuk?/ bukan begitu?, dan atau lainnya. Contoh dalam Bahasa Indonesia, ‘Hari ini kita jadi jalan, kan?’ dan dalam bahasa Inggrisnya, ‘We are going to date, aren’t we?

Jadi, setelah belajar dan paham tentang question tag ini, harapannya, kita nggak lagi menggunakan kata right di akhir kalimat untuk menegaskan sesuatu. Contohnya, ‘Today is hot, right?’ Hmm, no no. Yang benar adalah, ‘Today is hot, isn’t it?

Rumus Question Tag

Untuk memahami question tag, kita perlu memahami rumus sederhana berikut ini:
Statement, (comma) + Tag +?
Statement: merupakan sebuah kalimat utuh yang terdiri dari Subject + Verb + Compliment.
Tag: merupakan kalimat tanya yang terdiri dari verb + subject?

Jadi rumus dari question tag secara umum adalah:
Subject + verb +compliment, (contradictive) verb + subject?
Adapun beberapa ketentuan yang perlu kita pahami adalah ketentuan: Kalau statement-nya positif, maka tag-nya negatif, begitupun sebaliknya.
Contoh statement positif: People bought the new smartphone, didn’t they?
Contoh statement negatif: All the students don’t come to the class, do they?

Setelah memahami ketentuan tentang perbedaan dua statement tadi, sekarang kita perlu memahami perubahaan positif dan negatif dari kata kerja berikut:
  1. Verb 1 (present) > don’t/ doesn’t (does not)
  2. Verb 2 (past) > didn’t (did not)
  3. Are/ is > aren’t/ isn’t (is not)
  4. Can/ could > can’t/ couldn’t (could not)
  5. Shall/ should > shalln’t/ shouldn’t (should not)
  6. Must > mustn’t (must not)
  7. Have > haven’t (have not)
  8. Will > won’t (will not)
    Sederhananya daftar perubahan kata diatas dibagi menjadi ruas kiri (positif) dan ruas kanan (negatif). Apabila statement positif maka kata kerja ruas kiri yang terlebih dahulu digunakan dan tag-nya menggunakan kata kerja di ruas kanan, sedangkan sebaliknya untuk statement negatif. Untuk lebih jelasnya, saya akan berikan contoh untuk setiap daftar kata diatas.
    • (-) She doesn’t make her homework, does she?
    • (+) They went to Surabaya last week, didn’t they?
    • (+) You are lying, aren’t you?
    • (+) We can make it, can’t we?
    • (-) Manchester United should give their best today, shouldn’t they?
    • (-) You mustn’t surrender so soon, must you?
    • (-) You have finished all the assignments, haven't you?
    • (+) We will burn all these, won't we?
    Nah, kurang lebih itu sampelnya. Silahkan dipahami dan dianalisa sendiri, kalau ada kesulitan silahkan ditanyakan di kolom komentar di bawah.

    Sekarang, kita perlu paham beberapa kondisi spesial yang perlu perlakuan khusus berkenaan dengan question tag ini.

    I am...

    Secara logika grammar, harusnya kalau statement positifnya I am, negatifnya am not dong. Tapi tidak demikian kalau mau membentuk sebuah question tag. Negative tag dari statement berbentuk I am adalah aren't. Sederhananya, yuk kita perhatikan beberapa contoh kalimat di bawah:
    • I am good in math, aren't I?
    • I am in love, aren't I?
    • I am working with you today, aren't I?
    Kurang lebih begitu. Jangan tanya saya kenapa, karena memang sudah begitu adanya.


    Imperative Sentence (Kalimat Perintah)

    Oke, untuk memahami secara lebih lengkap tentang kalimat perintah, mungkin akan dibahas lebih lengkap di tulisan selanjutnya. Sederhananya, kalimat perintah adalah kalimat yang memberi perintah pada pembaca untuk melakukan sesuatu.

    Ciri umum yang mudah diketahui dari kalimat perintah adalah hilangnya subjek/ pelaku yang mana sebenarnya pelakunya adalah you dan ditutup dengan tanda seru (!). Contohnya, wash the dishes!, clean the floor!, play the music!.

    Alasan kenapa kalimat perintah dijadikan question tag adalah untuk memperhalus perintah dan tidak terlalu keras dan tegas. Adapun question tag yang digunakan untuk kalimat perintah adalah, will you. Berikut adalah contoh penerapan question tag dari contoh-contoh diatas.
    • Wash the dishes, will you?
    • Clean the floor, will you?
    • Play the music, will you?

    Let's...

    Kadang kita juga akan menemui question tag dalam bentuk ajak yang diawali dengan kata let's. Nah, sebenarnya mudah, tapi kadang kita bingung dibuatnya. Terkadang, suka timbul pertanyaan, subjeknya siapa? Verb yang dipakai apa?

    Untuk membuat kalimat ajakan yang menggunakan kata let's, kita tinggal menambahkan tag 'shall we?' Berikut beberapa contohnya, silahkan disimak dan dipahami:
    • Let's have a lunch, shall we?
    • Let's go home, shall we?
    • Let's finish the homework, shall we?

    You'd better...

    Setelah sebelumnya kita sudah bertemu dengan kalimat perintah dan ajakan, kali ini kita juga akan bertemu dengan kalimat saran. Kadang kita akan diminta membuat question tag dari kalimat saran seperti, you'd better run to catch the bus. Pertanyaan bagaimana membuatnya? Maka untuk question tag untuk kalimat tersebut adalah dengan menambahkan kalimat hadn't you? Berikut beberapa contoh penerapan question tag dalam kalimat saran:
    • You'd better run to catch the bus, hadn't you?
    • He'd better stay here tonight, hadn't he?

    Everybody/ Nobody/ etc as subject

    Terkadang juga kita akan menemukan kasus spesial dimana subjek kalimat diganti dengan kata everybody, nobody, no one, nothing. Jika hal demikian terjadi, bagaimana membuat question tag-nya? Maka jawabannya adalah merubah nothing menjadi it dan everybody, nobody, ataupun no one menjadi they.

    Selain itu, kita perlu perhatikan bahwa verb dalam question tag berubah menjadi positif bila dalam statement terdapat kata-kata di atas. Mudah, kan? Oke, untuk lebih jelasnya, yuk kita perhatikan beberapa contoh dibawah ini:
    • Nothing is here, is it?
    • No one came to the party last night, did they?
    • Nobody cares, do they?

    The use of negative adverbs of frequency

    Kadang kita akan menemukan kalimat yang menggunakan kata never, rarely, barely, seldom, hardly
    Bila dalam kalimat statement ditemukan salah satu negative adverbs of frequency tadi, maka question tag pun perlu perlakuan khusus (berbeda). Ketika dalam statement positif terdapat negative adverbs of frequency, maka statement tersebut berubah menjadi statement negatif sehingga tag-nya menjadi positif. Untuk lebih mudahnya, silahkan perhatikan beberapa contoh berikut:
    • We rarely find this food in Jakarta, do we?
    • They never come to the school, do they?

    Closing


    Itulah yang bisa saya jelaskan sedikit tentang question tag. Saya harap penjelasan diatas bisa dipahami dan dapat menambah wawasan kita tentang Bahasa Inggris yang cukup luas ilmunya. Bila ada yang ingin ditanyakan, silahkan tanyakan melalui kolom komentar di bawah. Terima kasih telah bersedia membaca dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

    Lirik Lagu Bruno Mars – When I Was Your Man + Terjemahan Bahasa Indonesia
    [youtube src="ekzHIouo8Q4"/]
    Bruno Mars – When I Was Your Man

    Same bed but it feels just a little bit bigger now
    Kasur yang sama namun kini terasa lebih besar
    Our song on the radio but it don't sound the same

    Lagu kita di radio namun tak lagi sama terdengar
    When our friends talk about you, all it does is just tear me down

    Ketika teman-teman membahasmu, itu hanya menyakitiku
    'Cause my heart breaks a little when I hear your name

    Karena hatiku hancur kala mendengar namamu
    It all just sounds like ooh, ooh ooh hoo hoo
    Itu terdengar seperti ooh, ooh, ooh hoo hoo
    Mm, too young, too dumb to realize

    Mm, terlalu muda, dan bodoh tuk menyadari
    That I should have bought you flowers

    Bahwa seharunsya kubelikan kau bunga
    And held your hand

    Dan genggam tanganmu
    Should have gave you all my hours

    Memberimu semua waktuku
    When I had the chance

    Kala ku mampu
    Take you to every party 'cause all you wanted to do was dance

    Membawamu ke setiap pesta, karena yang kau ingin hanya berdansa
    Now my baby's dancing
    Kini kekasihku menari
    But she's dancing with another man

    Namun ia menari dengan pria lain
    My pride, my ego, my needs, and my selfish ways
    Banggaku, inginku, tamakku, dan egoku sirna
    Caused a good strong woman like you to walk out my life

    Karena wanita baik nan kuat sepertimu pergi dari hidupku
    Now I never, never get to clean up the mess I made, oh
    Kini ku takkan pernah bisa perbaiki kesalahan yang kubuat, oh
    And it haunts me every time I close my eyes

    Dan itu menghantuiku setiap ku memejamkan mata
    It all just sounds like ooh, ooh ooh hoo hoo
    Itu terdengar seperti ooh, ooh, ooh hoo hoo
    Mm, too young, too dumb to realize

    Mm, terlalu muda, dan bodoh tuk menyadari
    That I should have bought you flowers

    Bahwa seharunsya kubelikan kau bunga
    And held your hand

    Dan genggam tanganmu
    Should have gave you all my hours

    Memberimu semua waktuku
    When I had the chance

    Kala ku mampu
    Take you to every party 'cause all you wanted to do was dance

    Membawamu ke setiap pesta, karena yang kau ingin hanya berdansa
    Now my baby's dancing
    Kini kekasihku menari
    But she's dancing with another man

    Namun ia menari dengan pria lain
    Although it hurts
    Meski sakit
    I'll be the first to say that I was wrong

    Aku akan menjadi yang pertama mengaku salah
    Oh, I know I'm probably much too late

    Oh, ku tahu mungkin terlambat sudah
    To try and apologize for my mistakes

    Tuk mencoba dan mengaku salah
    But I just want you to know

    Tapi ku hanya ingin kau tahu
    I hope he buys you flowers
    Ku harap kau dibelikannya bunga
    I hope he holds your hand

    Ku harap tanganmu digenggamnya
    Give you all his hours

    Memberimu seluruh waktunya
    When he has the chance

    Selagi dia bisa
    Take you to every party

    Membawamu ke pesta
    'Cause I remember how much you loved to dance

    Karena ku tahu kau sangat cinta berdansa
    Do all the things I should have done

    Melakukan semua yang seharusnya kulakukan
    When I was your man

    Saat aku masih lelakimu
    Do all the things I should have done

    Melakukan semua yang seharusnya ku lakukan
    When I was your man

    Saat aku masih lelakimu

    When I Was Your Man adalah satu dari sekian banyak lagu dari Bruno Mars yang saya sukai. Banyak yang bilang jangan suka dia-lah, dia itu kafir, dia itu nggak percaya Tuhan, lagunya itu menyesatkan, lagunya nggak mendidik, gayanya itu hedonis, dan banyuak hal lain tentang dia.

    But, I have one thing. I don’t know, perhaps this is just my own perception or did we have the same way of thinking? Menurut saya, mengagumi itu wajar. Suka terhadap sesuatu itu hal yang sangat lumrah. Itulah satu-satunya pernyataan yang membuat saya tetap menyukai Bruno dengan semua kekurangannya.

    Saya suka dengan lagu-lagunya, aransemen musiknya, penampilan live­-nya yang totalitas, dan juga kisahnya yang luar biasa. Saya mengagumi hal-hal yang inspiratif bagi saya. Sudah itu saja.

    Mengenai lagu When I Was Your Man-nya itu sendiri, saya menyukainya karena lagu itu hadir bertepatan dengan saya yang dulu masih SMA dan sedang aneh-anehnya berdialog tentang makna cinta. You may call it ‘puppy love’ or something, I don’t really mind.

    Kesesuaian isi dalam lagu itu dengan kondisi saya membuat saya sreg sama lagunya dan teringat-ingat terus sampai sekarang.

    Dan entah bagaimana kalian merespon lagu ini, menurut saya lagu ini punya level ke-baper-an yang cukup mengena ya, setuju nggak sih? Kalau denger lagu ini tuh, bawaannya baper terus. Apalagi kalau tahu artinya, yakin deh.

    In conclusion, I would shortly say that I truly love this song. Lagu ini mungkin tidak bermakna sedikitpun buat kawan, tapi buat saya, ada tempat khusus di hati saya untuk lagu ini.

    Sometimes, a picture can describe a thousand words and a song can represent hundred of untold feelings.

    Mohon maaf untuk tulisan yang agak kurang jelas ini. Ini adalah salah satu curhatan saya yang mungkin kurang bermanfaat, tapi terima kasih sudah berkenan membaca. Sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

    Hiburan Terbaik Bagi Seorang Muslim
    Setiap manusia pasti pernah bertemu dengan yang namanya bosan. Guna menghilangkan rasa bosan, maka kita perlu yang namanya hiburan. Sesuatu yang mungkin sangat diperlukan dalam kehidupan yang begitu melelahkan. Menyegarkan kembali badan dan pikiran melalui hal-hal yang menyenangkan.

    Tentu saja ada beragam hal yang bisa dijadikan hiburan, dan setiap orang mempunyai hiburannya masing-masing. Ada yang suka naik gunung untuk menghibur diri, ada yang pergi ke pantai, ada yang pergi ke mall, ada yang ke perpustakaan atau toko buku, ada yang sekedar kumpul-kumpul bersama teman dan ngobrol-ngobrol, ada juga yang sekedar bermusik atau mendengarkan musik.

    Dari sekian banyak pilihan hiburan yang tersedia, saya sempat memikirkan satu hal. Apakah hiburan terbaik yang bisa saya ambil atau lakukan dan semua orang juga setuju dengan itu?

    Dan dari penelusuran saya, saya menyimpulkan bahwa ada satu.jenis hiburan yang baik untuk semua orang, khususnya bagi seorang muslim. Hiburan tersebut adalah mencari ilmu.

    Kok bisa mencari ilmu jadi hiburan?
    Awalnya saya juga bingung dengan pernyataan tersebut. Gimana bisa nyari ilmu menyenangkan dan menghibur diri? Sepengalaman saya selama sekolah, nyari ilmu itu boring, susah, dan bikin pusing.

    Tapi, itu semua ternyata salah.

    Setelah saya renungkan, mencari ilmu memang sangat menyenangkan. Stigma kalau mencari ilmu itu boring, susah, dan bikin pusing adalah karena kita membandingkannya dengan proses belajar-mengajar di sekolahan.

    Tapi, perlu diingatkan kalau belajar adalah dari mana pun dan dari siapapun. Dalam agama saya, saya diajarkan bahwa kehidupan kita ini tidak lain adalah proses pembelajaran. Setiap harinya kita akan belajar.

    Nah, kalau kita memahami dan meyakini konsep ‘mencari ilmu adalah setiap saat’ kita akan menjadi orang yang senang dan berbahagia. Kenapa? Karena kita akan menjadikan setiap hal yang terjadi dalam hidup kita sebagai pembelajaran.

    Misal, saya lagi jalan-jalan bareng pacar, tiba-tiba saya haus dan mau beli minum. Terus saya mau ngambil dompet, dan baru sadar kalau dompet saya nggak ada.

    Ketika dalam kondisi seperti itu, mungkin banget emosi saya meluap sehingga saya menuduh orang mencopet dompet saya atau saya menghujat diri sendiri karena lupa menyimpannya di suatu tempat.

    Kalau saya paham konsep ‘mencari ilmu setiap saat’, maka saya akan menganggap kejadian tersebut sebagai pembelajaran, lain kali saya harus teliti dan jangan terbawa suasana sehingga saya lupa akan hal-hal yang ada di sekitar saya.

    Dan ketika kita bisa membiasakan diri berpikir seperti itu, maka hidup kita akan lebih tenang dan senang.

    Selain itu, ketika saya mendapatkan pengetahuan baru, entah bagaimana, timbul rasa exciting yang luar biasa dalam hati saya. Rasa senang yang sulit untuk diungkapkan.

    Contoh sederhananya gini deh, kita punya flashdisk, tiba-tiba flashdisk kita nggak kebaca atau error atau gimana. Lalu kita cari tutorial di Google atau Youtube cara memperbaikinya. Lalu kita coba memperbaiki flashdisk itu sendiri dan ternyata bisa. Pasti senang, kan?

    Selain menghibur diri, pengetahuan yang kita dapat pun bisa bermanfaat di masa mendatang. Siapa tahu nanti ada teman kita yang mengalami kasus serupa. Betul, nggak?

    Menuntut ilmu itu bermanfaat dunia akhirat
    Argumentasi saya yang satu ini mungkin nggak bisa dijadikan refenrensi karena nggak semua bisa meyakininya. Tapi setidaknya, ini adalah salah satu alasan yang menyebabkan saya berpendapat kalau mencari ilmu merupakan hiburan terbaik.

    Dalam Al Qur’an, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
    “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (QS. Al-Mujadalah: 11)

    Dari satu ayat tersebut saya sadar bahwa ilmu pengetahuan bisa membantu saya dunia akhirat. Saya tidak tahu makna dari ayat tersebut apa, apakah derajat orang berilmu itu ditinggikan di dunia atau di akhirat atau di keduanya?

    Yang saya yakini, Allah akan meninggikan derajat orang-orang berilmu di dunia dan di akhirat. Kesimpulan itu saya ambil dari fakta bahwa orang-orang berilmulah yang diberikan tanggung jawab penting di dunia. Sederhananya saya cuma mau bilang, nggak ada orang bodoh yang dijadikan presiden. Nggak ada orang bodoh yang dijadikan menteri. Nggak ada orang bodoh yang dijadikan anggota parlemen. Mereka semua orang-orang berilmu di bidangnya masing-masing.

    Menyadari akan pentingnya mencari ilmu, membuat saya tertarik terhadap ilmu. Dan karena saya menikmati proses mencari ilmu tersebut, saya merasa senang setiap saat.

    Tips mencari ilmu yang menyenangkan
    Menyambung omongan saya sebelumnya bahwa mencari ilmu itu dikatakan tidak menyenangkan karena dihubungkan dengan proses belajar-mengajar di sekolah. Mungkin poin saya yang satu ini juga bisa dijadikan pertimbangan oleh pengajar-pengajar di sekolah maupun di kampus-kampus.
    1. Coba datang ke majelis ilmu yang ramai.
    2. Coba datang ke majelis ilmu bersama-sama.
    Dua tips diatas selalu saya coba terapkan pada diri sendiri. Ketika saya datang ke majelis ilmu bersama-sama, ilmu yang didapat bisa lebih mantap dan matang. Karena, kalau saya mulai nggak fokus, saya punya teman saya yang masih fokus memperhatikan.

    Kalau saya datang ke majelis yang ramai, suasana akan membantu saya untuk lebih khusyu’ dalam mencari ilmu.

    Dan selepas majelis, saya bisa berdiskusi dengan teman-teman yang lain tentang topik yang dibahas. Bahasannya ringan, semuanya tahu, suasananya santai, hasilnya luar biasa keren! Nggak percaya? Coba deh buktiin, sekali aja.

    Kesimpulan
    Saya tidak menyalahkan orang-orang yang menghibur diri dengan cara-cara lainnya karena memang tidak salah. Tapi saya ingin beritahu bahwa mencari ilmu adalah cara terbaik menghibur diri karena apa yang kita lakukan akan memberi kebahagiaan untuk diri sendiri di masa ini dan masa depan, serta memberi kebermanfaatan di masa kini dan masa yang akan datang.

    Semoga tulisan ini dapat menjadi bahan renungan dan diskusi bagi kita semua. Kritik dan saran saya terima dengan terbuka. Semoga menjadi manfaat. Terima kasih telah bersedia membaca dan sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya.

    Bila kau tak tahan penatnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan. – Imam Syafi'i

    Cinta Pertama
    Pernah nggak kalian merasa pernah punya cinta pertama? Gimana sih rasanya? Ketika cinta pertama itu hadir, perasaan bahagia dan berbunga-bunga timbul entah dari mana. Kala perasaan ini hinggap di hati manusia, maka pada saat itu pula besar kemungkinan manusia tersebut kalap dan lupa.

    Kadang, mereka tidak lagi bisa mengendalikan tubuh dan pikirannya supaya tetap waras. Kadang mereka cuek dengan wibawa, rela melakukan apa saja untuk bersama dengannya, rela bertingkah konyol dan bodoh hanya untuk melihat senyumnya, rela untuk menghabiskan waktu dan tenaga demi dirinya.

    Dirinya yang dimaksud adalah si cinta pertama. Entah kita menemukannya di SD, SMP, SMA, kampus, tempat kerja, atau di jalan. Ketika si dia sudah ada, maka tingkah gila pun siap hadir bersamanya.

    Tapi, ada satu hal yang kayanya kita semua belum sadar, termasuk saya. Yang saya definisikan tadi itu bukanlah cinta pertama. Melainkan sosok yang membuat kita lupa akan cinta sejati kita. Kita kadang lupa bahwa sejak dulu, ada dia yang sudah dengan tulus mencintai kita. Panggilan sayangnya biasanya IBU, BUNDA, MAMAH, ENYAK, MOM, dan masih banyak lainnya.

    Coba kita merenung bersama, sudah belum sih, kita melakukan hal-hal gila untuk sekedar membuat si doi tertawa atau setidaknya tersenyum bahagia?
    Sudah belum kita meluangkan seluruh waktu dan tenaga kita hanya untuk bersama dia?
    Kalau saya sendiri, jujur, BELUM.

    Saya belum bisa membuat dia tersenyum bangga meski saya tahu dia selalu berucap dalam hati, “You are my best, and will always be.”

    Saya belum pernah meluangkan seluruh waktu dan tenaga saya untuk bersamanya, membantunya, atau sekedar duduk disampingnya, mendengar keluh kesah kehidupannya hingga akhirnya dia tertidur lelap setelah lelah bercerita.

    Saya harap, hanya saya saja yang belum melakukannya. Dan mungkin beberapa diantara kawan yang sedang membacanya.

    Saya tahu ini sedikit lebay! Tapi, saya harap pesan saya ini tidak terabai. Saya menulis pesan ini karena beberapa hari yang lalu, salah seorang teman saya telah kehilangan doi-nya. Dan penyesalannya adalah apa yang sedang saya renungi.

    Bukan hari ibu saja kita dekat dengan hari ibu, mungkin setiap hari haruslah jadi hari ibu.

    Bahkan dalam agamaku, ada sebuah titah untuk menghargai ibu, menyayangi ibu, dan menuruti ibu, lalu barulah ayah.

    Semoga kita bisa melihat senyum manis dan bahagia ibu kita sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan kita.

    Kawanmu, 16 Agustus 2018

    Terima kasih telah membaca dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

    Islam Itu Radikal!
    Sebelumnya saya mau minta maaf kalau judul dari postingan kali ini cenderung click-bait. Saya hanya merasa sedikit aneh ketika masih banyak orang yang beranggapan bahwa setiap aksi ekstrim dan radikal di dunia ini diidentikkan dengan muslim/ islam.

    Banyak yang berargumentasi bahwa islam tidak seperti itu, islam itu rahmatan lil ‘alamin, islam itu baik dan mengajarkan kebaikan, dan lainnya, termasuk saya sendiri. Tapi sepertinya argumen tersebut kurang kuat untuk dijadikan topik berdiskusi secara waras.
    Maka, untuk menciptakan sebuah topik diskusi, saya mencoba membuat ruang diskusi melalui tulisan saya. Saya akan membuka forum ini dengan mengatakan, “Saya setuju kalau ada yang bilang islam itu ekstrim, islam itu radikal.” Namun, saya ingin menjelaskan makna dari kata radikal tersebut.

    NOTE: Perlu dicatat bahwa saya bukan ahli agama, politikus, ahli bahasa, ataupun kritikus. Hanya warganet yang ingin memanfaatkan hak kebebasan berpendapatnya di internet.

    Islam Itu Radikal?
    Ya, sebutlah begitu. Namun, izinkan saya yang awam ini menjelaskan sedikit tentang makna radikal itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, makna dari kata ‘radikal’ /ra.di.kal/ diantaranya (1) amat keras menuntut perubahan; (2) perubahan mendasar terhadap suatu prinsip; (3) maju dalam berpikir atau bertindak.

    Baik, dari definisi tersebut, ada beberapa hal yang saya tebalkan sebagai penegasan terhadap makna lain dari kata radikal. Bila memang kita mau menyebut islam itu radikal, memang begitulah adanya.

    Islam memang secara keras menuntut perubahan, khususnya perubahan prinsip dan pola berpikir. Islam, dengan sistem kehidupannya yang sedemikian rupa, tidak pernah memberlakukan sistem dimana si kaya semakin berjaya dan si miskin tertindih tak berdaya. Islam mengatur agar si kaya bersahaja dan si miskin berdaya guna.

    Sayangnya, sistem kerakyatan seperti ini belum bisa diterapkan di banyak tempat karena sistem seperti ini bertentangan dengan sistem komoditas konglomerat yang ingin mengantongi sebanyak-banyaknya harta. Kita sebut saja sistem ini kapitalis.

    Oleh karena itu, orang-orang yang meyakini sistem kerakyatan ini menjalankan sistem ini dari ranah yang terkecil. Mencoba merubah stigma masyarakat tentang tatanan kehidupan yang seimbang dan sejahtera, dimana tidak ada orang miskin tertindas, hanya ada orang yang kaya dan yang berkecukupan.

    Itulah yang melahirkan titel islam radikal. Radikalnya islam adalah dalam menentang sistem yang diterapkan mayoritas. Radikalnya islam adalah dalam memaksa tatanan hidup yang berada diluar aturan tertulis. Radikalnya islam adalah membuka mata bahwa kita harusnya bisa ‘hidup’ di negeri kita tercinta.

    Sistem islam, atau yang sering disebut dengan istilah khilafah, adalah sistem yang pernah berjaya dan tercatat sebagai sistem yang adil dan teratur. Di dalamnya diatur segala macam hal yang membuat tak ada satu pun yang terlantar. Tapi sistem itu belum ada lagi di dunia ini.

    Di negeri ini sendiri, di Indonesia, umat islamnya memang mayoritas, tapi penerapan sistem keislamannya masih minoritas, tertutup oleh ‘demokrasi’ dan neo-kapitalisme.

    Islam radikal menurut saya akan berhenti setelah negara bisa berdiri tegap secara mandiri. Seperti mimpi para pahlawan yang telah terlebih dahulu gugur, menciptakan sebuah tempat dimana anak cucu bisa berdikari di negeri sendiri.

    Jadi, kalau ada yang bilang islam itu radikal, jawaban saya, ya memang islam itu radikal. Karena kalau tidak begitu, kehidupan ini tidak masuk akal. Karena islam tidak akan pernah membiarkan ada kesengsaraan. Dan umat yang meyakini sistem yang dibawa oleh agama islam adalah laskar yang mencoba mewujudkannya.

    Biarlah mereka yang beranggapan dan berargumen islam itu radikal. Kalau kata kerennya sih, haters will hate! Sebagai umat penganutnya, tugas kita adalah menunjukkan bahwa islam itu memang radikal. Kita ikut kajian-kajian islam, mempelajari konsep-konsep kehidupan islam dan mulai terapkan ilmu tersebut sedikit demi sedikit dalam kehidupan.

    Sudah jadi janjiNya bahwa suatu saat, sistem para ‘radikalis’ ini kembali berjaya di dunia. Itu pasti! Itu yang Allah janjikan, dan saya yakini sepenuh hati. Ketika saat itu terjadi, saya berharap saya dapat menjadi bagian dari orang-orang yang tegak sebagai radikalis tersebut.

    Kurang lebih, begitulah saya menjabarkan arti dari kalimat islam radikal yang sering digembor-gemborkan di media sosial. Saya harap tulisan ini bisa menjadi media diskusi dan tabayyun bagi kita semua.

    Terima kasih telah membaca dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

    Cara Berdakwah
    Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Agama yang baik bagi semua yang ada di bumi. Islam datang ke dunia ini melalui orang terbaik, Rasulullah Shalallahu alaihi wassallam, dan tercatat dengan rapih di dalam kitab suci yang dijanjikanNya tidak akan berubah hingga akhir zaman, Al Qur'an Al Kariim.

    Islam disebarkan dengan cara dakwah. Dan sekarang ini, aktivitas dakwah ini seakan kembali hidup di bumi yang mulai sepi akan sentuhan islam. Mulai bermunculan para da'i dan ulama yang membantu ummat kembali mengenal islam. Dan karenanya, islam mulai bergema dimana-mana.

    Berkat jasa-jasa para da'i dan ulama, islam kini mulai terdengar dimana-mana, tak hanya di masjid kala adzan sholat berkumandang.

    Sempat saya bertanya pertanyaan sepele, lalu apakah sudah baik bagi saya mengikuti pengajian-pengajian yang diadakan oleh para da'i dan ulama tersebut? Dapatkah saya yang fakir ilmu ini berdakwah seperti halnya mereka yang kuat dengan dalil-dalilnya? Dapatkah saya membantu mereka berjihad, mensyi'arkan ajaran Allah, seperti halnya para da'i dan ulama?

    Maka, izinkan saya yang fakir ilmu ini sedikit berpendapat tentang hal ini.

    Pernah sekali saya dengar dari salah satu ustadz, beliau mengatakan bahwa dakwah adalah tugas setiap muslim, termasuk anda (yang muslim) dan saya. Jadi, kurang pas hukumnya kalau kita mempelajari tapi tidak mengamalkan. Mendapatkan ilmu tapi tidak memberikannya pada yang lain. Bahkan Rasulullah pun mengajarkan untuk kita menyampaikan walau hanya satu ayat. Oleh karena itu, wajib bagi semua orang untuk ikut berdakwah karena dakwah bukanlah tugas ustadz saja, bukan tugas guru agama saja, bukan tugas alim ulama saja.

    Dan, perlu dicatat bahwa dakwah bukanlah kegiatan berbicara diatas mimbar semata. Dakwah itu sangat fleksibel, bisa dilakukan dengan banyak cara.

    Bagi para ustadz tentu dengan menyiarkan di atas mimbar-mimbar masjidlah cara termudah untuk mereka berdakwah.

    Bagi orang tua, salah satu bentuk dakwahnya adalah dengan memberi contoh dan mendidik anak-anaknya agar kenal akan islam, cinta pada Al Qur’an, rindu akan surga, dan takut akan siksa api neraka.

    Bagi mahasiswa, aktivitas dakwahnya adalah dengan mengajak teman-teman sholat berjamaah, mengajak untuk ikut ke kajian, dan menolong teman yang melakukan kesalahan (dosa), ya contoh kecilnya itu mengingatkan tentang bagaimana hukumnya pacaran.

    Bagi seorang pedagang, bentuk dakwahnya adalah dengan menerapkan aturan-aturan islam dalam bermuamalah, membantu orang yang membutuhkan, serta mengajarkan konsep muamalah islam pada pedagang lainnya.

    Bagi seorang pemimpin, bentuk dakwahnya adalah dengan membuat peraturan-peraturan yang membela islam, membantu ummat dalam menyiarkan islam, dan melakukan kebajikan-kebajikan yang sesuai dengan syariat islam.

    Pada intinya, apapun posisi kita, pekerjaan kita, tanggung jawab untuk memperkenalkan islam dan konsep kehidupannya adalah tanggung jawab kita.

    Inti dari dakwah adalah memperkenalkan serta mengamalkan satu aturan pokok dalam islam itu sendiri, yaitu amar ma’ruf nahi munkar. Mengajak orang pada kebaikan, serta melarang orang dari melakukan kesalahan.

    Dasar hukum kita tentu saja Al Qur’an dan Al-Hadist (sunnah).

    Nggak usah khawatir soal cacian atau bully-an mereka yang mencibir keras kita atas aksi kita mengenalkan islam. Rasulullah sendiri seringkali dicibir dan dihina atas tindakannya menyuarakan laa ilaaha ilallah. Tapi beliau hanya tersenyum sambil berkata, “mereka belum tahu…”

    Ya, orang yang belum terketuk hatinya akan mencibir dengan bermacam-macam umpatan.
    “Dasar sok alim,”
    “Dasar munafik,”
    Dan ribuan jenis hinaan lainnya. Yang perlu dilakukan untuk itu semua hanya satu, senyumin aja.

    Saya mengutip ucapan dari Ustadz Evie Effendie, “Mendingan mana, capek sekarang atau nanti?”

    Maka jawablah lebih baik capek sekarang (di dunia). Lelah berjalan di jalan Allah yang kadang (secara sosial ekonomi) nampak susah, lelah dijauhi oleh masyarakat sekitar karena istiqomah menerapkan sistem islam, lelah karena kewajiban rukun islam yang harus selalu dijalankan.

    Tapi itu setriliyun kali lebih baik ketimbang capek nanti (di akhirat). Capek karena ditanya berjuta-juta pertanyaan tentang bagaimana kita memanfaatkan hidup kita, capek dengan cambukkan dan siksaan malaikat untuk setiap pertanyaan yang gagal kita jawab, capek karena panas terik matahari yang hanya sejengkal dari kepala.

    Berdakwahlah. Jangan bilang aku nggak bisa. Seperti halnya pepatah barat mengatakan, “Banyak jalan menuju Roma” Maka begitupun dengan dakwah, “Banyak cara mencapai surga,”

    Pertanyaannya adalah, maukah kita menjadi bagian dari mereka yang diundang secara ekslusif oleh Allah untuk masuk ke surga?

    Melalui artikel ini pun saya mohon izin kepada semua pembaca, sepertinya mulai saat ini, blog Mazdesu akan sedikit lebih ramai diisi dengan artikel-artikel yang berkenaan dengan ilmu-ilmu keislaman. Saya harap teman-teman tidak keberatan, dan semoga langkah ini menjadikan blog ini ladang amal bagi saya.

    Terima kasih telah membaca. Mari kita sama-sama berdakwah di jalan Allah dengan cara kita masing-masing. Seperti halnya saya yang mencoba menyiarkan islam melalui tulisan, kalian pun punya cara untuk mengenalkan islam dengan cara yang elegan.

    Jangan lupa berkomentar dan sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya.

    Akhmad Syahroni

    {facebook#https://www.facebook.com/akhmadsyahroni101} {twitter#https://www.twitter.com/mazdesu} {google-plus#https://plus.google.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com/mazdesu}

    Contact Form

    Name

    Email *

    Message *

    Powered by Blogger.
    Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget