Apakah Hiburan Terbaik Bagi Seorang Muslim?

Apakah Hiburan Terbaik Bagi Seorang Muslim?

Setiap manusia pasti pernah bertemu dengan yang namanya bosan. Guna menghilangkan rasa bosan, maka kita perlu yang namanya hiburan. Sesuatu yang mungkin sangat diperlukan dalam kehidupan yang begitu melelahkan. Menyegarkan kembali badan dan pikiran melalui hal-hal yang menyenangkan.

Tentu saja ada beragam hal yang bisa dijadikan hiburan, dan setiap orang mempunyai hiburannya masing-masing. Ada yang suka naik gunung untuk menghibur diri, ada yang pergi ke pantai, ada yang pergi ke mall, ada yang ke perpustakaan atau toko buku, ada yang sekedar kumpul-kumpul bersama teman dan ngobrol-ngobrol, ada juga yang sekedar bermusik atau mendengarkan musik.

Dari sekian banyak pilihan hiburan yang tersedia, saya sempat memikirkan satu hal. Apakah hiburan terbaik yang bisa saya ambil atau lakukan dan semua orang juga setuju dengan itu?

Dan dari penelusuran saya, saya menyimpulkan bahwa ada satu.jenis hiburan yang baik untuk semua orang, khususnya bagi seorang muslim. Hiburan tersebut adalah mencari ilmu.

Kok bisa mencari ilmu jadi hiburan?
Awalnya saya juga bingung dengan pernyataan tersebut. Gimana bisa nyari ilmu menyenangkan dan menghibur diri? Sepengalaman saya selama sekolah, nyari ilmu itu boring, susah, dan bikin pusing.

Tapi, itu semua ternyata salah.

Setelah saya renungkan, mencari ilmu memang sangat menyenangkan. Stigma kalau mencari ilmu itu boring, susah, dan bikin pusing adalah karena kita membandingkannya dengan proses belajar-mengajar di sekolahan.

Tapi, perlu diingatkan kalau belajar adalah dari mana pun dan dari siapapun. Dalam agama saya, saya diajarkan bahwa kehidupan kita ini tidak lain adalah proses pembelajaran. Setiap harinya kita akan belajar.

Nah, kalau kita memahami dan meyakini konsep ‘mencari ilmu adalah setiap saat’ kita akan menjadi orang yang senang dan berbahagia. Kenapa? Karena kita akan menjadikan setiap hal yang terjadi dalam hidup kita sebagai pembelajaran.

Misal, saya lagi jalan-jalan bareng pacar, tiba-tiba saya haus dan mau beli minum. Terus saya mau ngambil dompet, dan baru sadar kalau dompet saya nggak ada.

Ketika dalam kondisi seperti itu, mungkin banget emosi saya meluap sehingga saya menuduh orang mencopet dompet saya atau saya menghujat diri sendiri karena lupa menyimpannya di suatu tempat.

Kalau saya paham konsep ‘mencari ilmu setiap saat’, maka saya akan menganggap kejadian tersebut sebagai pembelajaran, lain kali saya harus teliti dan jangan terbawa suasana sehingga saya lupa akan hal-hal yang ada di sekitar saya.

Dan ketika kita bisa membiasakan diri berpikir seperti itu, maka hidup kita akan lebih tenang dan senang.

Selain itu, ketika saya mendapatkan pengetahuan baru, entah bagaimana, timbul rasa exciting yang luar biasa dalam hati saya. Rasa senang yang sulit untuk diungkapkan.

Contoh sederhananya gini deh, kita punya flashdisk, tiba-tiba flashdisk kita nggak kebaca atau error atau gimana. Lalu kita cari tutorial di Google atau Youtube cara memperbaikinya. Lalu kita coba memperbaiki flashdisk itu sendiri dan ternyata bisa. Pasti senang, kan?

Selain menghibur diri, pengetahuan yang kita dapat pun bisa bermanfaat di masa mendatang. Siapa tahu nanti ada teman kita yang mengalami kasus serupa. Betul, nggak?

Menuntut ilmu itu bermanfaat dunia akhirat
Argumentasi saya yang satu ini mungkin nggak bisa dijadikan refenrensi karena nggak semua bisa meyakininya. Tapi setidaknya, ini adalah salah satu alasan yang menyebabkan saya berpendapat kalau mencari ilmu merupakan hiburan terbaik.

Dalam Al Qur’an, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (QS. Al-Mujadalah: 11)

Dari satu ayat tersebut saya sadar bahwa ilmu pengetahuan bisa membantu saya dunia akhirat. Saya tidak tahu makna dari ayat tersebut apa, apakah derajat orang berilmu itu ditinggikan di dunia atau di akhirat atau di keduanya?

Yang saya yakini, Allah akan meninggikan derajat orang-orang berilmu di dunia dan di akhirat. Kesimpulan itu saya ambil dari fakta bahwa orang-orang berilmulah yang diberikan tanggung jawab penting di dunia. Sederhananya saya cuma mau bilang, nggak ada orang bodoh yang dijadikan presiden. Nggak ada orang bodoh yang dijadikan menteri. Nggak ada orang bodoh yang dijadikan anggota parlemen. Mereka semua orang-orang berilmu di bidangnya masing-masing.

Menyadari akan pentingnya mencari ilmu, membuat saya tertarik terhadap ilmu. Dan karena saya menikmati proses mencari ilmu tersebut, saya merasa senang setiap saat.

Tips mencari ilmu yang menyenangkan
Menyambung omongan saya sebelumnya bahwa mencari ilmu itu dikatakan tidak menyenangkan karena dihubungkan dengan proses belajar-mengajar di sekolah. Mungkin poin saya yang satu ini juga bisa dijadikan pertimbangan oleh pengajar-pengajar di sekolah maupun di kampus-kampus.
  1. Coba datang ke majelis ilmu yang ramai.
  2. Coba datang ke majelis ilmu bersama-sama.
Dua tips diatas selalu saya coba terapkan pada diri sendiri. Ketika saya datang ke majelis ilmu bersama-sama, ilmu yang didapat bisa lebih mantap dan matang. Karena, kalau saya mulai nggak fokus, saya punya teman saya yang masih fokus memperhatikan.

Kalau saya datang ke majelis yang ramai, suasana akan membantu saya untuk lebih khusyu’ dalam mencari ilmu.

Dan selepas majelis, saya bisa berdiskusi dengan teman-teman yang lain tentang topik yang dibahas. Bahasannya ringan, semuanya tahu, suasananya santai, hasilnya luar biasa keren! Nggak percaya? Coba deh buktiin, sekali aja.

Kesimpulan
Saya tidak menyalahkan orang-orang yang menghibur diri dengan cara-cara lainnya karena memang tidak salah. Tapi saya ingin beritahu bahwa mencari ilmu adalah cara terbaik menghibur diri karena apa yang kita lakukan akan memberi kebahagiaan untuk diri sendiri di masa ini dan masa depan, serta memberi kebermanfaatan di masa kini dan masa yang akan datang.

Semoga tulisan ini dapat menjadi bahan renungan dan diskusi bagi kita semua. Kritik dan saran saya terima dengan terbuka. Semoga menjadi manfaat. Terima kasih telah bersedia membaca dan sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya.

Bila kau tak tahan penatnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan. – Imam Syafi'i

Comments

Untuk kawan yang mau ngasih komentar, kritik, saran silahkan login akun Google kalian. Baru nanti bisa komen disini. Nggak punya? Buat~!