Sebelumnya saya mau minta maaf kalau judul dari postingan kali ini cenderung click-bait. Saya hanya merasa sedikit aneh ketika masih banyak orang yang beranggapan bahwa setiap aksi ekstrim dan radikal di dunia ini diidentikkan dengan muslim/ islam.

Banyak yang berargumentasi bahwa islam tidak seperti itu, islam itu rahmatan lil ‘alamin, islam itu baik dan mengajarkan kebaikan, dan lainnya, termasuk saya sendiri. Tapi sepertinya argumen tersebut kurang kuat untuk dijadikan topik berdiskusi secara waras.
Maka, untuk menciptakan sebuah topik diskusi, saya mencoba membuat ruang diskusi melalui tulisan saya. Saya akan membuka forum ini dengan mengatakan, “Saya setuju kalau ada yang bilang islam itu ekstrim, islam itu radikal.” Namun, saya ingin menjelaskan makna dari kata radikal tersebut.

NOTE: Perlu dicatat bahwa saya bukan ahli agama, politikus, ahli bahasa, ataupun kritikus. Hanya warganet yang ingin memanfaatkan hak kebebasan berpendapatnya di internet.

Islam Itu Radikal?
Ya, sebutlah begitu. Namun, izinkan saya yang awam ini menjelaskan sedikit tentang makna radikal itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, makna dari kata ‘radikal’ /ra.di.kal/ diantaranya (1) amat keras menuntut perubahan; (2) perubahan mendasar terhadap suatu prinsip; (3) maju dalam berpikir atau bertindak.

Baik, dari definisi tersebut, ada beberapa hal yang saya tebalkan sebagai penegasan terhadap makna lain dari kata radikal. Bila memang kita mau menyebut islam itu radikal, memang begitulah adanya.

Islam memang secara keras menuntut perubahan, khususnya perubahan prinsip dan pola berpikir. Islam, dengan sistem kehidupannya yang sedemikian rupa, tidak pernah memberlakukan sistem dimana si kaya semakin berjaya dan si miskin tertindih tak berdaya. Islam mengatur agar si kaya bersahaja dan si miskin berdaya guna.

Sayangnya, sistem kerakyatan seperti ini belum bisa diterapkan di banyak tempat karena sistem seperti ini bertentangan dengan sistem komoditas konglomerat yang ingin mengantongi sebanyak-banyaknya harta. Kita sebut saja sistem ini kapitalis.

Oleh karena itu, orang-orang yang meyakini sistem kerakyatan ini menjalankan sistem ini dari ranah yang terkecil. Mencoba merubah stigma masyarakat tentang tatanan kehidupan yang seimbang dan sejahtera, dimana tidak ada orang miskin tertindas, hanya ada orang yang kaya dan yang berkecukupan.

Itulah yang melahirkan titel islam radikal. Radikalnya islam adalah dalam menentang sistem yang diterapkan mayoritas. Radikalnya islam adalah dalam memaksa tatanan hidup yang berada diluar aturan tertulis. Radikalnya islam adalah membuka mata bahwa kita harusnya bisa ‘hidup’ di negeri kita tercinta.

Sistem islam, atau yang sering disebut dengan istilah khilafah, adalah sistem yang pernah berjaya dan tercatat sebagai sistem yang adil dan teratur. Di dalamnya diatur segala macam hal yang membuat tak ada satu pun yang terlantar. Tapi sistem itu belum ada lagi di dunia ini.

Di negeri ini sendiri, di Indonesia, umat islamnya memang mayoritas, tapi penerapan sistem keislamannya masih minoritas, tertutup oleh ‘demokrasi’ dan neo-kapitalisme.

Islam radikal menurut saya akan berhenti setelah negara bisa berdiri tegap secara mandiri. Seperti mimpi para pahlawan yang telah terlebih dahulu gugur, menciptakan sebuah tempat dimana anak cucu bisa berdikari di negeri sendiri.

Jadi, kalau ada yang bilang islam itu radikal, jawaban saya, ya memang islam itu radikal. Karena kalau tidak begitu, kehidupan ini tidak masuk akal. Karena islam tidak akan pernah membiarkan ada kesengsaraan. Dan umat yang meyakini sistem yang dibawa oleh agama islam adalah laskar yang mencoba mewujudkannya.

Biarlah mereka yang beranggapan dan berargumen islam itu radikal. Kalau kata kerennya sih, haters will hate! Sebagai umat penganutnya, tugas kita adalah menunjukkan bahwa islam itu memang radikal. Kita ikut kajian-kajian islam, mempelajari konsep-konsep kehidupan islam dan mulai terapkan ilmu tersebut sedikit demi sedikit dalam kehidupan.

Sudah jadi janjiNya bahwa suatu saat, sistem para ‘radikalis’ ini kembali berjaya di dunia. Itu pasti! Itu yang Allah janjikan, dan saya yakini sepenuh hati. Ketika saat itu terjadi, saya berharap saya dapat menjadi bagian dari orang-orang yang tegak sebagai radikalis tersebut.

Kurang lebih, begitulah saya menjabarkan arti dari kalimat islam radikal yang sering digembor-gemborkan di media sosial. Saya harap tulisan ini bisa menjadi media diskusi dan tabayyun bagi kita semua.

Terima kasih telah membaca dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

Comments

Untuk kawan yang mau ngasih komentar, kritik, saran silahkan login akun Google kalian. Baru nanti bisa komen disini. Nggak punya? Buat~!