Skip to main content

follow us


Bruno Mars – When I Was Your Man

Same bed but it feels just a little bit bigger now
Kasur yang sama namun kini terasa lebih besar
Our song on the radio but it don't sound the same

Lagu kita di radio namun tak lagi sama terdengar
When our friends talk about you, all it does is just tear me down

Ketika teman-teman membahasmu, itu hanya menyakitiku
'Cause my heart breaks a little when I hear your name

Karena hatiku hancur kala mendengar namamu
It all just sounds like ooh, ooh ooh hoo hoo
Itu terdengar seperti ooh, ooh, ooh hoo hoo
Mm, too young, too dumb to realize

Mm, terlalu muda, dan bodoh tuk menyadari
That I should have bought you flowers

Bahwa seharunsya kubelikan kau bunga
And held your hand

Dan genggam tanganmu
Should have gave you all my hours

Memberimu semua waktuku
When I had the chance

Kala ku mampu
Take you to every party 'cause all you wanted to do was dance

Membawamu ke setiap pesta, karena yang kau ingin hanya berdansa
Now my baby's dancing
Kini kekasihku menari
But she's dancing with another man

Namun ia menari dengan pria lain
My pride, my ego, my needs, and my selfish ways
Banggaku, inginku, tamakku, dan egoku sirna
Caused a good strong woman like you to walk out my life

Karena wanita baik nan kuat sepertimu pergi dari hidupku
Now I never, never get to clean up the mess I made, oh
Kini ku takkan pernah bisa perbaiki kesalahan yang kubuat, oh
And it haunts me every time I close my eyes

Dan itu menghantuiku setiap ku memejamkan mata
It all just sounds like ooh, ooh ooh hoo hoo
Itu terdengar seperti ooh, ooh, ooh hoo hoo
Mm, too young, too dumb to realize

Mm, terlalu muda, dan bodoh tuk menyadari
That I should have bought you flowers

Bahwa seharunsya kubelikan kau bunga
And held your hand

Dan genggam tanganmu
Should have gave you all my hours

Memberimu semua waktuku
When I had the chance

Kala ku mampu
Take you to every party 'cause all you wanted to do was dance

Membawamu ke setiap pesta, karena yang kau ingin hanya berdansa
Now my baby's dancing
Kini kekasihku menari
But she's dancing with another man

Namun ia menari dengan pria lain
Although it hurts
Meski sakit
I'll be the first to say that I was wrong

Aku akan menjadi yang pertama mengaku salah
Oh, I know I'm probably much too late

Oh, ku tahu mungkin terlambat sudah
To try and apologize for my mistakes

Tuk mencoba dan mengaku salah
But I just want you to know

Tapi ku hanya ingin kau tahu
I hope he buys you flowers
Ku harap kau dibelikannya bunga
I hope he holds your hand

Ku harap tanganmu digenggamnya
Give you all his hours

Memberimu seluruh waktunya
When he has the chance

Selagi dia bisa
Take you to every party

Membawamu ke pesta
'Cause I remember how much you loved to dance

Karena ku tahu kau sangat cinta berdansa
Do all the things I should have done

Melakukan semua yang seharusnya kulakukan
When I was your man

Saat aku masih lelakimu
Do all the things I should have done

Melakukan semua yang seharusnya ku lakukan
When I was your man

Saat aku masih lelakimu

When I Was Your Man adalah satu dari sekian banyak lagu dari Bruno Mars yang saya sukai. Banyak yang bilang jangan suka dia-lah, dia itu kafir, dia itu nggak percaya Tuhan, lagunya itu menyesatkan, lagunya nggak mendidik, gayanya itu hedonis, dan banyuak hal lain tentang dia.

But, I have one thing. I don’t know, perhaps this is just my own perception or did we have the same way of thinking? Menurut saya, mengagumi itu wajar. Suka terhadap sesuatu itu hal yang sangat lumrah. Itulah satu-satunya pernyataan yang membuat saya tetap menyukai Bruno dengan semua kekurangannya.

Saya suka dengan lagu-lagunya, aransemen musiknya, penampilan live­-nya yang totalitas, dan juga kisahnya yang luar biasa. Saya mengagumi hal-hal yang inspiratif bagi saya. Sudah itu saja.

Mengenai lagu When I Was Your Man-nya itu sendiri, saya menyukainya karena lagu itu hadir bertepatan dengan saya yang dulu masih SMA dan sedang aneh-anehnya berdialog tentang makna cinta. You may call it ‘puppy love’ or something, I don’t really mind.

Kesesuaian isi dalam lagu itu dengan kondisi saya membuat saya sreg sama lagunya dan teringat-ingat terus sampai sekarang.

Dan entah bagaimana kalian merespon lagu ini, menurut saya lagu ini punya level ke-baper-an yang cukup mengena ya, setuju nggak sih? Kalau denger lagu ini tuh, bawaannya baper terus. Apalagi kalau tahu artinya, yakin deh.

In conclusion, I would shortly say that I truly love this song. Lagu ini mungkin tidak bermakna sedikitpun buat kawan, tapi buat saya, ada tempat khusus di hati saya untuk lagu ini.

Sometimes, a picture can describe a thousand words and a song can represent hundred of untold feelings.

Mohon maaf untuk tulisan yang agak kurang jelas ini. Ini adalah salah satu curhatan saya yang mungkin kurang bermanfaat, tapi terima kasih sudah berkenan membaca. Sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar