Skip to main content

follow us

Apa itu Question Tag?
Secara singkat, definisi dari question tag is a special sentence patterns that is used to request approval or confirmation. Itu bahasa kerennya. Artinya kurang lebih, question tag adalah pertanyaan singkat yang diberikan di akhir kalimat sebagai bentuk penegasan atau konfirmasi kebenaran. Dalam Bahasa Indonesia biasanya diartikan dengan akhiran kan?/ ya?/ yuk?/ bukan begitu?, dan atau lainnya. Contoh dalam Bahasa Indonesia, ‘Hari ini kita jadi jalan, kan?’ dan dalam bahasa Inggrisnya, ‘We are going to date, aren’t we?

Jadi, setelah belajar dan paham tentang question tag ini, harapannya, kita nggak lagi menggunakan kata right di akhir kalimat untuk menegaskan sesuatu. Contohnya, ‘Today is hot, right?’ Hmm, no no. Yang benar adalah, ‘Today is hot, isn’t it?

Rumus Question Tag
Untuk memahami question tag, kita perlu memahami rumus sederhana berikut ini:
Statement, (comma) + Tag +?
Statement: merupakan sebuah kalimat utuh yang terdiri dari Subject + Verb + Compliment.
Tag: merupakan kalimat tanya yang terdiri dari verb + subject?

Jadi rumus dari question tag secara umum adalah:
Subject + verb +compliment, (contradictive) verb + subject?
Adapun beberapa ketentuan yang perlu kita pahami adalah ketentuan: Kalau statement-nya positif, maka tag-nya negatif, begitupun sebaliknya.
Contoh statement positif: People bought the new smartphone, didn’t they?
Contoh statement negatif: All the students don’t come to the class, do they?

Setelah memahami ketentuan tentang perbedaan dua statement tadi, sekarang kita perlu memahami perubahaan positif dan negatif dari kata kerja berikut:
  1. Verb 1 (present) > don’t/ doesn’t (does not)
  2. Verb 2 (past) > didn’t (did not)
  3. Are/ is > aren’t/ isn’t (is not)
  4. Can/ could > can’t/ couldn’t (could not)
  5. Shall/ should > shalln’t/ shouldn’t (should not)
  6. Must > mustn’t (must not)
  7. Have > haven’t (have not)
  8. Will > won’t (will not)
    Sederhananya daftar perubahan kata diatas dibagi menjadi ruas kiri (positif) dan ruas kanan (negatif). Apabila statement positif maka kata kerja ruas kiri yang terlebih dahulu digunakan dan tag-nya menggunakan kata kerja di ruas kanan, sedangkan sebaliknya untuk statement negatif. Untuk lebih jelasnya, saya akan berikan contoh untuk setiap daftar kata diatas.
    • (-) She doesn’t make her homework, does she?
    • (+) They went to Surabaya last week, didn’t they?
    • (+) You are lying, aren’t you?
    • (+) We can make it, can’t we?
    • (-) Manchester United should give their best today, shouldn’t they?
    • (-) You mustn’t surrender so soon, must you?
    • (-) You have finished all the assignments, haven't you?
    • (+) We will burn all these, won't we?
    Nah, kurang lebih itu sampelnya. Silahkan dipahami dan dianalisa sendiri, kalau ada kesulitan silahkan ditanyakan di kolom komentar di bawah.

    Sekarang, kita perlu paham beberapa kondisi spesial yang perlu perlakuan khusus berkenaan dengan question tag ini.

    I am...
    Secara logika grammar, harusnya kalau statement positifnya I am, negatifnya am not dong. Tapi tidak demikian kalau mau membentuk sebuah question tag. Negative tag dari statement berbentuk I am adalah aren't. Sederhananya, yuk kita perhatikan beberapa contoh kalimat di bawah:
    • I am good in math, aren't I?
    • I am in love, aren't I?
    • I am working with you today, aren't I?
    Kurang lebih begitu. Jangan tanya saya kenapa, karena memang sudah begitu adanya.


    Imperative Sentence (Kalimat Perintah)
    Oke, untuk memahami secara lebih lengkap tentang kalimat perintah, mungkin akan dibahas lebih lengkap di tulisan selanjutnya. Sederhananya, kalimat perintah adalah kalimat yang memberi perintah pada pembaca untuk melakukan sesuatu.

    Ciri umum yang mudah diketahui dari kalimat perintah adalah hilangnya subjek/ pelaku yang mana sebenarnya pelakunya adalah you dan ditutup dengan tanda seru (!). Contohnya, wash the dishes!, clean the floor!, play the music!.

    Alasan kenapa kalimat perintah dijadikan question tag adalah untuk memperhalus perintah dan tidak terlalu keras dan tegas. Adapun question tag yang digunakan untuk kalimat perintah adalah, will you. Berikut adalah contoh penerapan question tag dari contoh-contoh diatas.
    • Wash the dishes, will you?
    • Clean the floor, will you?
    • Play the music, will you?

    Let's...
    Kadang kita juga akan menemui question tag dalam bentuk ajak yang diawali dengan kata let's. Nah, sebenarnya mudah, tapi kadang kita bingung dibuatnya. Terkadang, suka timbul pertanyaan, subjeknya siapa? Verb yang dipakai apa?

    Untuk membuat kalimat ajakan yang menggunakan kata let's, kita tinggal menambahkan tag 'shall we?' Berikut beberapa contohnya, silahkan disimak dan dipahami:
    • Let's have a lunch, shall we?
    • Let's go home, shall we?
    • Let's finish the homework, shall we?

    You'd better...
    Setelah sebelumnya kita sudah bertemu dengan kalimat perintah dan ajakan, kali ini kita juga akan bertemu dengan kalimat saran. Kadang kita akan diminta membuat question tag dari kalimat saran seperti, you'd better run to catch the bus. Pertanyaan bagaimana membuatnya? Maka untuk question tag untuk kalimat tersebut adalah dengan menambahkan kalimat hadn't you? Berikut beberapa contoh penerapan question tag dalam kalimat saran:
    • You'd better run to catch the bus, hadn't you?
    • He'd better stay here tonight, hadn't he?

    Everybody/ Nobody/ etc as subject
    Terkadang juga kita akan menemukan kasus spesial dimana subjek kalimat diganti dengan kata everybody, nobody, no one, nothing. Jika hal demikian terjadi, bagaimana membuat question tag-nya? Maka jawabannya adalah merubah nothing menjadi it dan everybody, nobody, ataupun no one menjadi they.

    Selain itu, kita perlu perhatikan bahwa verb dalam question tag berubah menjadi positif bila dalam statement terdapat kata-kata di atas. Mudah, kan? Oke, untuk lebih jelasnya, yuk kita perhatikan beberapa contoh dibawah ini:
    • Nothing is here, is it?
    • No one came to the party last night, did they?
    • Nobody cares, do they?

    The use of negative adverbs of frequency
    Kadang kita akan menemukan kalimat yang menggunakan kata never, rarely, barely, seldom, hardly
    Bila dalam kalimat statement ditemukan salah satu negative adverbs of frequency tadi, maka question tag pun perlu perlakuan khusus (berbeda). Ketika dalam statement positif terdapat negative adverbs of frequency, maka statement tersebut berubah menjadi statement negatif sehingga tag-nya menjadi positif. Untuk lebih mudahnya, silahkan perhatikan beberapa contoh berikut:
    • We rarely find this food in Jakarta, do we?
    • They never come to the school, do they?

    Closing
    Itulah yang bisa saya jelaskan sedikit tentang question tag. Saya harap penjelasan diatas bisa dipahami dan dapat menambah wawasan kita tentang Bahasa Inggris yang cukup luas ilmunya. Bila ada yang ingin ditanyakan, silahkan tanyakan melalui kolom komentar di bawah. Terima kasih telah bersedia membaca dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

    You Might Also Like:

    Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
    Buka Komentar