Skip to main content

follow us

Semua orang punya kewajiban menuntut ilmu, baik saya maupun teman-teman. Ilmu itu sendiri kelak akan bermanfaat untuk masa depan kita.

Tapi kadang kita melewatkan satu hal penting dalam menuntut ilmu sehingga ilmu kita nggak barokah dan tidak terserap secara sempurna.

Islam mengajarkan adab menuntut ilmu yang sesuai dengan tuntunan Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam. Bagaimanakah itu?

Sebelum mencari ilmu pastikan kita memenuhi syarat berikut:
  1. Bersihkan hati dari sifat-sifat yang tidak baik seperti ingin dilihat sholeh atau pintar.
  2. Tanamkan sifat ikhlas lillahi ta'ala.
  3. Luruskan niat mencari ilmu untuk menjadi pribadi yang lebih tawakkal dan tawadhu'.
Itu merupakan tiga hal yang harus dipersiapkan sebelum kita berangkat ke majelis ilmu. Alasannya sederhana, karena terkadang kita mencari ilmu bukan untuk mengharapkan ridha Allah Subhanahu wata'ala tapi untuk mendapatkan pujian dari orang lain atau sesederhana agar bisa mendebat argumen orang lain.

Setelah kita pahami tiga syarat awal, selanjutnya kita perlu memahami beberapa adab lain dalam menuntut ilmu. Berikut adalah beberapa adab yang perlu kita ketahui.

1. Bersih dan mengenakan pakaian terbaik (dan wewangian bagi pria)
 Ilmu merupakan harta yang sangat berharga dan lebih dari harta benda apapun. Ilmu didapatkan dengan cara yang mulia, maka guna menghormati ilmu kita dianjurkan untuk membersihkan diri (mandi) dan mengenakan pakaian terbaik.

Selain untuk menunjukkan keseriusan kita dalam menuntut ilmu, hal ini juga untuk membuat orang-orang di dalam majelis tenang dan senang dengan keberadaan kita.

Bayangkan kalau kita habis berkeringat karena pekerjaan atau olahraga lalu kita langsung pergi ke majelis ilmu. Kan aroma tubuh kita jadi mengganggu yang lain.

Oleh karena itu, perlu bagi kita mensucikan diri terlebih dahulu sebelum menuntut ilmu.

2. Muliakan guru/ ustadz/ kyai/ ulama yang memberi ilmu
Menuntut ilmu adalah istilah lain dari belajar. Dan tentunya untuk belajar kita perlu seorang guru yang mengajarkan kepada kita ilmu yang ingin/ perlu kita ketahui.

Dalam islam, kita diharuskan bersikap memuliakan guru atau orang yang memberi kita ilmu. Caranya dengan:
  1. Memberi salam kepada beliau;
  2. Tidak duduk lebih tinggi daripada beliau;
  3. Duduk dengan posisi yang baik dan sopan;
  4. Mendengarkan dengan seksama ilmu yang beliau sampaikan;
  5. Tidak memotong pembicaraan beliau;
  6. Menerima pendapat beliau meski berbeda pandangan dengan kita lalu mendiskusikannya di belakang;
  7. Tidak lupa meminta doa dan mengucapkan salam.
Itulah beberapa adab terhadap guru kita yang kadang kita lupa untuk terapkan kala menimba ilmu dalam suatu majelis.

3. Muliakan teman dan orang-orang yang berada dalam majelis
Ketika datang ke suatu majelis dan disana ada orang lain yang sama-sama mencari ilmu, maka perlu bagi kita untuk menghormati beliau, bersikap tawadhu', tidak membuat beliau risih apalagi sampai mengusir beliau (meminta beliau pindah) dan tak juga lupa mengucapkan salam kepada beliau.

4. Bertanya dengan baik dan seperlunya
Kadang, ketika kita sedang belajar, timbul pertanyaan dari hal yang sedang dibahas atau dipelajari. Tentu untuk menjawab rasa penasaran tersebut kita perlu bertanya, maka ketika bertanya pastikan kita tidak memotong pembahasan sang guru terlebih dahulu. Lalu, pastikan bahwa niat kita bertanya itu benar untuk mendapatkan pemahaman yang matang, bukan untuk menguji kemampuan sang guru.

5. Berterima kasih
Hal terakhir yang tak kalah penting, jangan lupa untuk berterima kasih pada ia yang memberi kita ilmu. Ini hal yang kadang kita lupakan. Setelah puas dengan ilmu yang didapat, kita langsung bergegas pulang. Salah? Tidak. Itu sah-sah saja. Tapi betapa bahagia dan merasa dihargainya seorang manusia ketika mendapat ucapan terima kasih atas usahanya mengajar.

Sepele emang, tapi coba praktekin dan lihat respon sang guru/ ustadz, pasti terbersit senyum bahagia di wajahnya. Dan jangan lupa kalau membuat orang lain bahagia itu adalah ibadah.


Sebenarnya masih banyak yang perlu dibahas mengenai adab menuntut ilmu ini. Adapun referensi yang digunakan masihlah sangat sedikit, jadi besar kemungkinan tulisan ini akan berlanjut atau diperbaharui suatu saat kelak.

Apabila ada hal-hal yang perlu segera ditambahkan, jangan sungkan menuliskannya melalui kolom komentar di bawah. Terima kasih telah berkenan membaca dan sampai jumpa di tulisan saya lainnya.

Sumber Ilmu: Kajian Ustadz Nur Ihsan Jundullah di Masjid Trans Studio Bandung pada tanggal 7 September 2018

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar