Skip to main content
Hukum Mengucapkan Selamat Natal Menurut Ustadz Rahmat Baequni
Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Natal adalah hari besar bagi umat kristiani di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Setiap satu tahun sekali, tepatnya pada tanggal 25 Desember, semua umat kristiani merayakan natal dengan cara mengadakan jamuan makan, perkumpulan, ataupun sekedar menghias pohon.

Jujur, saya pribadi merasa tidak masalah dengan adanya natal. Tapi, dari segi agama, hal ini bukan perkara kecil. Salah setitik, rusak susu sebelanga, begitulah kira-kira bunyinya.

Alhamdulillahnya saya menemukan salah satu penjelasan yang berdasar dan bisa dipertanggungjawabkan mengenai ini.

Pertanyaan besar saya adalah: Bagaimana sikap kita sebagai muslim saat menghadapi perayaan hari besar agama lain?

Partikel-partikel pertanyaan yang senada dengan pertanyaan saya tersebut adalah Bagaimana hukum mengucapkan selamat natal bagi seorang muslim?

Jawaban atas pertanyaan saya tersebut saya dapatkan dari Ustadz Rahmat Baequni. Berikut adalah cuplikannya melalui postingan instagram.

Dari postingan diatas, bisa ditarik garis besar bahwa menurut Ustadz Rahmat Baequni, mengucapkan selamat natal kepada umat kristiani lebih baik dihindarkan atau tidak dilakukan karena dapat menghilangkan keislaman seseorang.

Untuk kawanku yang beragama kristen atau lainnya, bukan maksud saya untuk menjadi islam garis geras. Tapi saya takut toleransi yang kita gemakan malah salah kaprah menjadi ajang saling mengikrarkan agama.

Jadi, izinkan saya, saudara muslimmu ini, menghormati keyakinanmu dengan tidak mengganggumu selama merayakan hari besarmu. Dan tolong, jangan anggap saya, dan saudara muslim lainnya, sebagai anarkis saat tiada diantara mereka yang mengucapkan selamat pada kalian.

Saya hanya tak mau keyakinan kita bercampur aduk sehingga kehilangan esensinya.

Dan untuk saudara muslim saya yang lain, tulisan ini merujuk pada pendapat salah seorang ustadz saja. Silahkan di-filter dan disesuaikan. Jika menurut kawan, ini bertentangan dengan aqidah kawan, silahkan tolak. Bila seirama, silahkan terima. Dan tulisan ini murni hanya ringkasan yang diselipi pesan saya pribadi.

Benar dan baiknya tulisan ini berasal dari Allah dan segala khilaf dan salah dari tulisan ini adalah murni dari saya sebagai penulis. Saya akhiri artikel ini dengan disclaimer:
Saya menghargai kepercayaan yang lain, tapi saya tak mengikuti. - Mazdesu

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar

follow us